
Tak ada yang istimewa bagi pasangan Kaisar dan Sherly. Keduanya melakukan aktivitas seperti biasan dari mulai bangun pagi hingga berangkat kerja dan setelah itu tidur lagi.
Hari berlalu begitu saja. Kini usia pernikahan mereka sudah beranjak tiga bulan. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda Sherly hamil. Hal itu membuat Kaisar semakin di rundung rasa kegelisahan. Karena tidak ada alasan Kaisar untuk menyuruh Sherly untuk berhenti bekerja.
"Sher, kamu gak ada ngerasa gimana gitu?" tanya Kaisar.
"Maksud kamu gimana apa? kalau ngomong yang jelas!" seru Sherly.
"Itu ... kamu tidak ada merasa pusing atau seperti itu?" tanya Kaisar yang sedikit ragu.
"Tidak ada! Memangnya kenapa?"
"Tidak ada. Aku hanya bertanya saja. Ya sudah makanlah! Habis ini aku antar kamu ke kantor," sambung Kaisar lagi.
Kaisar maafkan aku. Aku tahu kamu pasti bertanya-tanya apakah aku sudah hamil atau belum. Untuk saat ini aku benar-benar belum siap untuk hamil, Kai. Maafkan aku. batin Sherly.
Sherly tahu apa yang sedang ada di dalam pikiran Kaisar. Dia tidak bodoh. Tanpa sepengetahuan Kaisar, diam-diam Sherly memakai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.
Sherly hanya bisa menggigit bibir bawahnya ketika Kaisar sudah menanyakan hal itu. Sebagai seorang lelaki Kaisar yang sudah matang pasti ingin segera memiliki seorang anak. Sherly sangat takut, cepat atau lambat pasti perbuatannya akan diketahui oleh Kaisar. Bukan Sherly tidak ingin jujur kepada Kaisar, tetapi ketika dia nanti sudah berkata jujur pasti Kaisar akan menodongnya dengan berbagai pertanyaan. Sedangkan alasan utama Sherly adalah dia masih ingin bekerja untuk Excel. Masih ada sesuatu yang harus dia selesaikan terlebih dahulu sebelum dia benar-benar resign dari pekerjaan itu.
Sebelum Sherly resign, dia ingin menemukan pengganti dirinya yang benar-benar bisa bekerja untuk untuk menangani pekerjaannya. Baik di kantor maupun di markas. Namun, hingga saat ini Sherly belum menemukan sosok yang tepat untuk menjadi penggantinya.
Sherly tidak bisa asal-asalan menunjuk orang, dia harus melihat kualitas kerjanya dan kesetiaannya.
Beri aku waktu sebentar saja. Setelah aku menyelesaikan semuanya aku pastikan akan segera membuang semua alat kontrasepsi yang aku gunakan.
__ADS_1
...~~~...
Sesampainya di kantor, Sherly melihat Daisy keluar dari ruangan Excel. Meskipun Daisy telah memiliki dua orang anak, tetapi auranya masih sama seperti dahulu dan bentuk tubuhnya pun masih ramping.
"Sherly!" panggil Daisy.
Sherly tahu bahwa dirinya sedang dipanggil oleh istri Tuan-nya langsung segera menghampiri Daisy.
"Iya, Nona. Apakah anda memerlukan sesuatu?" tanya Sherly.
"Sebenarnya ada sih, tetapi ini masih waktu jam kantor. Bagaimana kalau jam istirahat nanti kita lunch bersama? Ada sedikit yang ingin aku katakan kepadamu. Apakah kamu ada waktu?" tanya Daisy.
"Dengan senang hati, Nona. Saya pasti akan meluangkan waktu jika anda membutuhkannya," kata Sherly.
Sherly hanya mengangguk pelan sambil menatap kepergian istri dari Tuan-nya.
"Hal apa yang ingin dibicarakan denganku? membuatku semakin penasaran," gumam Sherly.
Setelah kepergian Daisy, Sherly kembali melanjutkan. Meskipun dia fokus ke layar komputernya, tetapi sesekali dia memperhatikan ponselnya. Berbalas pesan dengan Kaisar membuatnya menahan tawanya. Bagaimana tidak, Kaisar terus membahas penerbangan.
"Dasar ot.ak mesum!" Sherly menghilangkan kepalanya saat membaca pesan dari Kaisar.
Jam makan siang pun telah tiba. Sesuai dengan janji Sherly yang ingin lunch bersama dengan istri Tuan-nya.
"Mau ke mana?" tanya Excel saat melihat Sherly meninggalkan ruang kerjanya.
__ADS_1
"Saya ingin makan di luar, Tuan," jawab Sherly.
Excel mendengus kesal saat mendengarkan jawaban dari Sherly. Lagi-lagi Sherly pasti ingin makan di luar bersama dengan Kaisar.
"Aku pun juga sudah menikah, tetapi sepertinya tidak seperti yang memperlihatkan kemesraan di depan umum," sindir Excel.
Sherly menautkan alisnya. "Maksud Tuan?"
"Setiap hari kalian bertemu. Malam kalian tidur bersama apakah masih kurang? Sampai-sampai waktu makan siang pun kalian harus berdua. Ckck ... ckck ... apakah tidak bosan?" sungut Excel.
Sherly tidak menanggapi ucapan dari Tuan-nya dan malah meninggalkan Tuan-nya begitu saja.
"Dasar bos aneh! Aku dan dia jelas berbeda! Nona Daisy kan selama ini dia kurung di rumah saja, bahkan dia tidak bisa keluar untuk menghirup udara segar. Bukan Kaisar, ini mah aslinya udah jelalatan," lirih Sherly.
.
.
.
🌼 bersambung 🌼
Bangkai kesayangan othor 🥰🥰
__ADS_1