
Dirga yang baru saja mendapatkan telepon dari Excel segera mendatangi Kaisar. Antara perasaan bangga dan bahagia ketika Excel mengatakan bahwa dirinya saat ini menyetujui hubungan Kaisar dengan Sherly. Jika Kaisar benar-benar mencintai Sherly maka Excel berharap Kaisar segera untuk menikahi Sherly. Excel tidak ingin Kaisar hanya mempermainkan Sherly saja. Jika sampai Excel tahu Kaisar hanya mempermainkan hati Sherly maka Excel akan membidikkan senapan ke kepala Kaisar saat itu juga.
Mendengar cerita dari bosnya, Kaisar bergidik ngeri. Membayangkan saja dia sudah tidak sanggup.
"Jadi bagaimana Kai? apakah kamu memang benar-benar serius kepada Sherly? jika tidak ... jangan pernah coba main-main! Kamu tahu kan apa akibatnya?" Dirga meminta penjelasan dari Kaisar.
Jika ditanya apakah Kaisar serius dengan Sherly, maka jawabannya iya, dia serius ingin menjalin hubungan dengan Sherly. Tetapi jika untuk segera menikah, menurut Kaisar itu terlalu cepat untuknya. Kaisar butuh waktu untuk penyesuaian, untuk saling mengenal. Dia takut kejadian yang lalu akan terjadi kembali. Kaisar tidak ingin merasakan kecewa untuk yang kedua kalinya, dia takut ketika nanti dia sudah jatuh cinta terlalu dalam kepada Sherly, wanita itu akan pergi meninggalkannya.
"Tapi bos ... apakah itu tidak terlalu cepat? bahkan aku saja belum mengenali Sherly lebih dalam, bagaimana ceritanya tiba-tiba aku harus menikah dengan Sherly?" tanya Kaisar.
Dirga mengangkat bahunya sambil mengatakan, "Aku tidak tahu, itu adalah urusanmu. Yang pasti aku butuh jawabanmu sekarang, apakah kamu bersedia menikah dengan Sherly secepatnya?" tanya Dirga lagi.
Kaisar masih terdiam, dia belum bisa memutuskan jawabannya saat ini karena semua ini terlalu cepat untuknya. Meskipun dia mempunyai hati untuk Sherly, tetapi menikah itu berat. Pernikahan bukanlah sebuah permainan yang jika sudah bosan lalu berpisah begitu saja. Kaisar ingin mempunyai pernikahan satu untuk selamanya.
__ADS_1
Saat ini Kaisar diberi waktu dua hari untuk memutuskan keputusannya. Jika dalam waktu dua hari Kaisar tidak memberikan keputusan apapun, maka Excel akan menarik lagi sama ucapannya dan tidak akan memberikan restu kepada Sherly dan Kaisar.
Sebelum memutuskan, Kaisar lebih dulu berkonsultasi dengan Vie, istri dari bosnya. karena bagaimanapun dia yang telah merencanakan ini semua. Memang, Kaisar menginginkan Sherly, tetapi tidak untuk menikah secepatnya. Kaisar butuh waktu.
Dibalik telepon Vie terus memberikan support untuk Kaisar. Bahkan Vie mengabaikan kehadiran Jane untuk sejenak, semua itu dilakukan untuk memberi dukungan penuh kepada Kaisar. Jane yang masih bisa mendengar semua ucapan Vie kepada Kaisar membuat dadanya sesak.
Setelah panggilan telepon terputus, Jane segera menodong Vie dengan berbagai pertanyaan dan menanyakan siapa itu Sherly.
Vie hanya bisa membuang kasar nafasnya saja. Padahal dulu Vie sudah berharap ingin menjodohkan Kaisar dengan Jane, tetapi Jane lebih memilih pergi bersama dengan Max.
"Jane, untuk apa kamu menanyakan hal itu? Kaisar butuh hidup bahagia dengan orang yang dicintai. Dia baru saja bangkit dari keterpurukannya setelah ditinggal oleh Miss Queen. Lalu saat itu kamu juga pergi meninggalkannya. Apakah kamu tidak pernah berpikir bagaimana perasaan Kaisar saat itu? Dia hancur Jane. Dan saat ini dia sedang ingin bangkit. Aku sudah menganggap Kaisar itu sebagai saudaraku sendiri, jadi aku akan terus memberikan support untuknya agar terus bangkit," jelas Vie.
Jane saya bisa menahan sesak di dalam dadanya dan matanya yang sudah perih ingin mengeluarkan cairan beningnya.
__ADS_1
Jangan pikir dengan mengikuti langkah Max pergi ke Brazil akan membuatnya hidup tenang dan bahagia, nyatanya mamanya Max menyusul mereka dan menghancurkan impian Jane dan Max untuk hidup bersama.
Saat ini Jane membutuhkan sosok Kaisar untuk tempatnya bersandar seperti dahulu, tetapi nyatanya Kaisar sudah memiliki wanita lain bahkan Kaisar juga sudah ingin menikah. Lalu bagaimana dengan dirinya sekarang?
"Aku salah Vie ... aku salah! Aku salah sudah meninggalkan Kaisar begitu saja tanpa memikirkan perasaannya saat itu. Aku egois, aku dibutakan oleh cinta buta yang pada akhirnya hanya membuatku menderita. Aku bodoh Vie ... bodoh." Jane menumpahkan isi hati serta air matanya secara bersamaan. mungkin dengan cara seperti ini dia bisa menjadi sedikit tenang.
Vie segera merangkul sahabatnya. bagaimanapun Jane adalah sahabat yang dia miliki. Tetapi untuk masalah kali ini, Vie tidak bisa memihak kepada Jane lagi.
"Maafkan aku Jen, untuk kali ini aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku tidak bisa membantumu, karena Kaisar benar-benar ingin memulai hidup barunya saat ini," pungkas Vie.
Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Vie, jika Kaisar memang berhak untuk bahagia bersama dengan orang yang dia cintai. terlebih bukan dirinya ataupun Miss Queen.
Jane menyadari bahwa kesempatan itu tidak akan pernah datang dua kali. dia menyesal telah menyia-nyiakan waktu bersama Kai saat itu. Bahkan saat itu Jane sudah memiliki sedikit perasaan kepada Kaisar, tetapi karena cintanya lebih besar kepada Max, Jane rela meninggalkan Kaisar begitu saja. Padahal Jane tahu saat itu jika Kaisar sedang hancur karena seorang Miss Queen.
__ADS_1
...💗💗💗...
🌼 BERSAMBUNG 🌼