Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 55


__ADS_3

Sang fajar telah menyingsing, tetapi tidak membuat sepasang suami istri ingin bangkit dari tempat tidurnya. Keduanya masih saling menikmati sisa cinta yang baru saja mereka lakukan sebelumnya. Ini semua adalah racun dari Vie, wanita yang baru saja Daisy kenal beberapa jam yang lalu.


Atas saran dari Vie, Daisy mengikuti saran gila dari Vie karena ia tidak mau kehilangan Excel. kata Vie, lelaki itu mudah luluh jika sudah berhubungan dengan ranjang.


Excel menetap lekat mata Daisy sambil menyunginkan senyumnya. Malam ini dia benar-benar merasa puas akan layanan yang Diasy berikan kepadanya.


"Syi ... kamu dapat inisiatif dari mana untuk memuaskan suamimu? Aku tahu ada seseorang dibalik inisiatif ini, karena aku tahu kamu itu sangat bodoh." cibir Excel.


Desi merasa malu saat mengingat dirinya yang merayu Excel layak wanita murahan. Namun, itu semua Daisy lakukan agar Excel tidak beralih hati kepada wanita lain.


"Tidak ada Excel. Aku hanya ingin melakukan kewajibanku saja untuk memuaskan suamiku," kata Daisy malu. Tidak mungkin dia mengatakan yang sejujurnya bahwa Vie yang telah mencuci otaknya.


"Apakah ada sesuatu yang kamu inginkan dariku tanya Excel.


"Tidak ada Excel, aku hanya ingin kamu mencintaiku untuk selamanya."

__ADS_1


"Ridak perlu kamu katakan, aku pasti akan melakukannya karena aku sangat mencintaimu." Excel memberikan kecu.pan hangat di kapal Daisy.


Setelah kepergian Excel ke kantor, Daisy kembali disibukkan dengan layar ponselnya. di dalam ponselnya sudah terdapat beberapa pesan dari Vie yang menanyakan bagaimana hasilnya. Apakah suaminya masih bersikap dingin atau sebaliknya.


Entah mengapa rasanya Daisy tidak segan untuk menceritakan hal yang sensitif itu kepada Vie, wanita yang baru ia kenal beberapa jam yang lalu. Mungkin karena Daisy merasa iri atas kebahagiaan keluarga kecil mereka.


Mata Daisy seketika membulat ketika Vie mengajaknya untuk bertemu di sebuah cafe. Bukan tidak mau, tetapi Daisy memang dilarang keras untuk keluar rumah begitu saja tanpa alasan yang tepat. Apalagi di luar sana mungkin sudah ada seseorang yang sedang mengincar dirinya.


Tak ingin putus asa akhirnya Vie memutuskan untuk mengunjungi rumah teman barunya itu bersama dengan Arga.


"Wah ... besar sekali rumahnya Bunda?" tanya dengan kepolosannya.


Keduanya segera diantar masuk oleh seorang pelayan, karena Nona mereka sudah menunggu tamunya di ruang keluarga.


Dalam hati Vie hanya bisa membatin betapa beruntungnya Daisy bisa menikahi sosok Excel yang sangat kaya raya dan terkenal itu. Bahkan kekayaan ayah mertuanya saja tidak sebanding dengan kekayaan yang dimiliki oleh Excel.

__ADS_1


Selama ini ada Daisy tidak pernah dekat dengan orang lain, tetapi entah mengapa dengan Vie, dia bisa bergaul dengan mudah dan terbuka. Mungkin karena sifat Vie yang apa adanya dan lebih pengalaman daripada dirinya membuat dasi tertarik untuk belajar kepada dirinya


Sama-sama sedang sedang hamil, Vie menyerankan agar Daisy mengambil kendali saat mereka melakukan peluncuran ke luar angkasa. Selain lebih nikmat, posisi seperti itu tidak membahayakan untuk janinnya.


"Vie, terima kasih ya kamu sudah mau repot-repot main ke sini hanya untuk mengajariku bagaimana cara menaklukkan suami agar tidak lain hati tidak aku bersyukur bisa bertemu denganmu meskipun usiamu terbilang masih muda tetapi kamu sangat pengalaman akan hal itu. Aku sangat salut kepadamu." puji Daisy.


Vie tersipu malu. Jika ditanya dari mana dia belajar, maka jawabannya adalah dari rasa yang ingin selalu ia coba.


"Tidak masalah. Aku akan merasa bahagia jika gaya yang aku punya bisa diperaktekan oleh orang lain, termasuk Nona Daisy, istri dari Tuan Excel, pujaan hati kami," ucap Vie kemudian ia berlalu untuk pulang.


.


.


.

__ADS_1


.


☕Bersambung ☕


__ADS_2