Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 63


__ADS_3

Setelah menyelesaikan masalahnya, Excel segera menyuruh anak buahnya untuk membereskan empat orang yang sudah tidak bernyawa itu. Excel terpaksa mengambil keputusan lebih cepat, karena dia merasa geram. Sudah berkali-kali dia menanyakan siapa yang menyuruh melakukan penembakan, tak ada satupun dari mereka yang mau buka suara. Excel yang geram langsung membidikkan pistol ke kepala mereka masing-masing.


"Aku tidak tahu siapa sebenarnya musuh dalam selimut itu. Jika bukan musuh dalam selimut, dia tidak akan tahu jika aku sedang tidak ada berada di rumah saat itu. Sherly, apakah kamu sudah menemukan musuh dalam selimut itu?" tanya Excel dengan bola mata yang sudah memerah.


"Untuk masalah itu, saya minta maaf tuan. saya belum bisa menemukan siapa dia. Namun, saya akan berusaha untuk segera menemukan pelaku itu," janji Sherly sungguh-sungguh.


"Bagus! aku serahkan semuanya kepadamu. Aku tidak ingin mendengar kamu gagal, karena tidak ada dalam kamus bahwa seorang Sherly mempunyai catatan kegagalan dalam melaksanakan tugas!"


Sherly mengangguk pelan sambil mempersilahkan Tuan-nya untuk meninggalkan gudang.


Saat ini Excel sudah sampai di dalam rumahnya. Sebelum dia kembali ke tempat tidur, terlebih dahulu dia membersihkan badannya, karena dia tidak ingin menyentuh Daisy dalam keadaan tangannya yang masih kotor.


Gemercik air di kamar mandi membuat Daisy terbangun. Dia menoleh ke samping tidak menemukan sosok Excel.


"Excel," panggil Daisy, sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Lama tak ada jawaban, membuat Daisy yakin jika Excel sedang mandi. Dia heran mengapa malam-malam seperti ini Excel mandi, padahal mereka sudah melakukan mandi bersama setelah melakukan penerbangan ke luar angkasa tadi.


Apakah Excel menyembunyikan wanita lain dalam rumah ini? tidak ingin berpikir terlalu jauh, Daisy memilih menunggu Excel keluar dari kamar mandi dan menanyakan mengapa dia harus mandi lagi di tengah malam seperti ini.


Excel terkejut, saat dia membuka pintu kamar mandi sudah mendapati Daisy yang berdiri di ambang pintu dengan melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatapnya dengan tajam.


"Apa yang kamu lakukan di sini, Syi?" tanya Excel, yang mengalami keterkejutan.


"Apakah kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku? mengapa kamu di tengah malam seperti ini mandi? Apakah kamu baru saja meniduri wanita lain?" tuduh Daisy.


Excel merasa sangat terkejut dengan tuduhan yang diberikan oleh Daisy. Dari mana ceritanya dia meniduri wanita lain, sementara dirinya saja baru saja pulang dari mencabut nyawa empat orang pelaku penembakan rumahnya kemarin.


"Kamu ngomong apa sih, Syi? apakah kamu menuduhku selingkuh?" Excel berlalu meninggalkan Daisy untuk mengenakan pakaiannya.


Daisy tetap mengejar Excel dia masih tidak terima akan jawaban yang diberikan Excel.


"Excel! katakan apakah kamu menyembunyikan wanita lain di dalam rumah ini?" suara Daisy meninggi.

__ADS_1


"Kamu ngomong apa sih, Syi? aku mandi hanya karena gerah saja. Kamu jangan berpikir yang macam-macam, oke? sekarang kembalilah tidur karena ini masih malam!"


Tidak percaya akan ucapan Excel, Daisy memilih keluar untuk memastikan setiap kamar yang ada di rumah ini. jika memang tebakannya benar, ada wanita lain di rumah ini, maka Daisy akan pergi dari rumah ini malam ini juga.


"Syi, mau ke mana?" teriak Excel.


"Aku mau memastikan sendiri apakah ada wanita lain di dalam rumah ini," sahut Daisy yang sudah keluar dari kamar dengan amarahnya.


"Astaga ... wanita ini memang benar-benar merepotkan. Dari mana jalannya aku selingkuh? dia saja tidak habis-habis, lalu untuk apa aku mencari yang lain," maki Excel.


Excel segera mengejar langkah Daisy yang saat ini sudah membuka setiap kamar yang ada. sia-sia, tidak menemukan apa-apa.


"Kamu simpan di mana wanita itu?" teriak Daisy kepada Excel dengan dada naik turun.


"Syi, tolong tenang dulu! kamu harus percaya denganku. Aku tidak memiliki wanita lain maupun menyimpan wanita lain di dalam rumah ini."


"Jadi kamu simpan di mana wanita itu kalau tidak ada di rumah ini?" bentak Daisy.


"Ya ampun ... harus aku katakan berapa kali jika aku tidak memiliki wanita lain!" Sebisa mungkin Excel menahan rasa marahnya.


Excel berhasil menarik tangan Desi menuju kamar. Dia mendudukkan Daisy di ranjang tempat tidur, agak tesis merasa lebih tenang.


"Kamu tenang dulu, oke? apakah hanya karena aku mandi malam, kamu berkesimpulan bahwa aku telah melakukan hubungan terlarang dengan wanita lain? aku hanya gerah saja, Syi! Apakah kamu tidak percaya denganku?" Excel menatap Daisy dengan tatapan sendu.


Daisy yang tidak bisa mengontrol emosinya merasa sangat malu. Dia sangat merasa bersalah dan menyesal telah menuduh Excel yang bukan-bukan, tanpa bukti yang jelas.


Daisy menunduk, dia benar-benar menyesali perbuatannya malam ini. "Maafkan aku, Excel. Aku tidak bisa mengontrol emosiku," sesal Daisy.


Setelah melewati keributan malam ini Endah, keduanya pun melanjutkan tidur mereka hingga sang fajar tiba.


*******


Tak ada yang istimewa dalam kehidupan Daisy saat ini. Karena dia harus terkurung dalam rumah milik Excel. Jangankan untuk pergi ke mall, hanya membuang sampah saja dia tidak diizinkan.

__ADS_1


Daisy sekilas mendengar suara ribut-ribut di bawah sana karena dia penasaran, dia bangkit dari tempat tidurnya lalu menuju ke balkon agar bisa melihat apa yang sedang terjadi di luar sana ada.


"Ada apa itu?" batin Daisy.


Saat pandangan Daisy fokus ke bawah sana, tiba-tiba sangat Excel yang dingin sudah melingkar di perutnya sambil mengusap perut yang sudah terlihat sedikit menonjol.


"Excel itu apa?" tanya Daisy pada suaminya.


"Apakah kamu suka?" Excel balik bertanya.


"Bagaimana aku bisa mengatakan suka, sedangkan aku saja tidak tahu apa itu?"


Excel tidak menjawab, malah semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan kepalanya di ceruk leher milik Daisy. Meskipun Daisy belum mandi, tetapi aroma khas tubuhnya membuat Excel selalu ingin menempel kepada dirinya.


"Di bawah sana, aku sengaja memboyong wahana permainan pasar malam, apakah kamu menyukainya?"


Daisy menautkan alisnya, ini benar-benar di luar dugaannya. Selama ini Daisy jarang untuk mendatangi pasar malam karena dia malas berada dalam kerumunan orang banyak, tetapi kali ini atas kekuasaan Excel, pasar malam itu mendatanginya.


"Iya aku suka. Terima kasih ya."


Ternyata di balik sifat dingin yang dimiliki oleh Excel, ternyata ada sisi romantisnya juga. Siapa yang tidak akan senang jika ternyata pasar malam itu diboyong ke depan rumahnya.


Setelah berhasil memberikan kejutan kepada sang istri, Excel segera berangkat ke kantor. Namun, sebelum itu Excel sudah menempatkan penjagaan yang ketat di halaman rumahnya.


.


.


.


.


...🌼 Bersambung 🌼...

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya! 🤕🔨 LIKE, KOMEN DAN BERI HADIAH!


__ADS_2