
Excel yang mendapatkan kabar bahwa di rumahnya telah terjadi penyerangan, dia semakin gusar dan tidak tenang. Ingin rasanya mempercepat pertemuan, tetapi tidak bisa.
Pertemuan hari ini ternyata tidak membuahkan hasil, akhirnya Excel mengundur lagi kepulangannya. Dia tidak tahu kapan akan berada di luar kota. Saat ini pikirannya hanya tertuju pada Daisy, dia benar-benar sangat mengkhawatirkan wanita itu. Entah siapa musuh yang masih mengincar Daisy, apakah itu adalah Felix atau bukan, Excel tidak tahu.
"Sherly, tambahkan keamanan untuk di rumah! aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Daisy!"
"Baiklah akan saya tambahkan keamanan untuk di rumah. Anda tenangkan pikiran jangan sampai masalah ini mengecohkan pikiran anda. Bisa jadi ini adalah ulah sekutu untuk menghalangi rencana kita." jelaskan.
Meskipun Sherly seorang wanita, tetapi dia sangat gesit dalam mengerjakan pekerjaannya. Terbukti dari hampir semua yang dikerjakan oleh Sherly membuahkan hasil dengan baik. Excel pun tak pernah meragukan akan kemampuan Sherly, oleh sebab itu Excel akan selalu membawa Sherly ke manapun dia pergi jika itu menyangkut dengan pekerjaan dan bisnis.
"Kamu benar Sherly. Bisa jadi ini adalah ulah salah satu sekutu mereka yang ingin menghalangi rencana kita di sini. Namun aku tidak peduli siapapun dia, yang penting pastikan keamanan di rumah benar-benar sangat aman untuk Daisy."
"Anda tenang saja, saya sudah melakukan tugas saya dengan baik."
****
Seminggu kini telah berlalu. namun, Excel masih belum juga pulang. Setiap kali melakukan panggilan video call, Excel mengatakan dia akan segera pulang. nyatanya hingga sampai saat ini Excel belum juga pulang.
Pikiran buruk pun terus meracuni otak Daisy. Bagaimana Daisy tidak memikirkan hal buruk tentang Excel jika Excel terus mengundur kepulangannya. Dia benar-benar takut jika Excel bukan melakukan pekerjaan di luar kota, tetapi malah sedang bermain bersama wanita lain.
"Apakah aku sudah berpikir terlalu jauh tentang Excel di luar kota sana?" guman Daisy.
"Tidak! Excel tidak akan pernah mungkin menghianatiku dan begitu cepat untuk lain hati. Aku tahu siapa dia. Dia tidak akan mungkin melakukan seburuk itu."
Sudah seminggu itu juga Daisy hanya mengurung diri di dalam rumah, sesekali dia ke rumah kelinci untuk menghibur diri. beruntung di sana ada Adel dan para kelinci yang bisa mengobati rasa gelisahnya karena terlalu dalam memikirkan Excel.
__ADS_1
"Anda tidak perlu khawatir, Nona. Tuan pasti akan segera kembali. Mungkin saat ini pekerjaan Tuan belum selesai, makanya Tuan belum bisa pulang. Doakan saja agar pekerjaan Tuan segera selesai dan bisa segera pulang, " Nasehat dari Adel.
Daisy mengangguk mengiyakan saran dari Adel. Dia memang tidak bisa memaksakan Excel untuk segera pulang, karena itu adalah tanggung jawab Excel. Bagaimanapun juga Excel adalah seorang pekerja keras.
Setelah kepergian Excel, sedikit demi sedikit Daisy memiliki perubahan. Saat ini Daisy sudah bisa memasak, meskipun itu hanya memasak nasi goreng saja.
Tak ada pekerjaan lain di dalam rumah, selain menonton TV dan tidur. Itulah kegiatan sehari-hari yang Daisy lakukan di dalam rumah Excel. Jika melihat dirinya dalam kaca, dia sedikit pergi saat melihat tubuhnya sudah makin bengkak. Bukan hanya tubuhnya saja, tetapi perutnya juga sudah mulai terlihat sedikit membuncit.
Sore itu, Daisy sedang menyirami tanamannya. tiba-tiba, dia merasakan sebuah tangan kekar melingkar erat ke perutnya. Aroma parfum yang tidak asing lagi membuat Daisy yakin jika Excel sudah pulang.
"Syi ... maafkan aku yang tidak bisa menepati janjiku untuk pulang lebih cepat." Suara Excel mampu membuat detak jantung tidak karuan.
"Apakah kamu marah?" tanya Excel.
Desi segera membalikkan padanya, dia ingin segera menatap wajah Excel yang selama satu minggu dia rindukan.
Excel mencubit hidung karena geram. Bagaimana bisa istrinya berpikir bahwa dia akan pulang bersama dengan wanita cantik, sementara di sana dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terus memikirkan dirinya di sini.
"Aku memang pulang dengan membawa seorang wanita cantik apakah kamu tidak akan marah?" goda Excel.
Daisy segera mengerutkan dahinya saat mendengarkan penjelasan dari Excel. apakah benar jika Excel pulang ingat membawa seorang wanita cantik? Jadi dugaannya selama ini tidak salah, jika Excel keluar kota hanya sekedar masalah pekerjaannya melainkan untuk bermain bersama dengan wanita lain.
Daisy hanya terdiam sambil menahan air matanya agar tidak tumpah begitu saja. Dadanya terasa sesak dan wajahnya tiba-tiba berubah menjadi murung. Hal itu membuat Excel ingin menertawakan istrinya yang memang sangat bodoh.
"Aku pulang dengan membawa Sherly. bukankah dia juga seorang wanita yang cantik?"
__ADS_1
Daisy menatap Excel dengan kesal. Susah payah dia menahan rasa sesaknya di dalam dada, tetapi ternyata dia hanya dikerjai oleh Excel saja.
Excel segera memeluk tubuh Daisy sambil mengelus rambutnya. "Syi ... dengarkan Aku. selama hidupku aku tidak pernah mencintai wanita lain, selain ibuku dan juga kamu. Lalu bagaimana aku akan mencari wanita lain di luar sana, sementara kamu sudah ada di depan mataku saat ini. Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri jika aku akan berusaha untuk membahagiakanmu."
"Kamu jahat tahu! Bagaimana jika apa yang aku khawatirkan itu benar? kamu pulang dengan membawa wanita cantik lalu mengatakan bahwa dia adalah istri muda mu, lalu bagaimana dengan nasib aku dan anak ini?" isak Daisy dalam pelukan Excel.
"Sudahlah! kamu itu memang bodoh. Kapan kamu akan bisa berubah menjadi pintar?"
Excel telah membawa Daisy untuk masuk ke dalam kamar, karena Excel harus segera membersihkan diri. Atas besaran dari Vie, Daisy segera menyiapkan pakaian ganti untuk Excel. mulai sekarang Daisy akan menjadi istri yang baik untuk suami. Dia akan menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan untuk suaminya tanpa dibantu oleh para pelayan. Meskipun sulit, tetapi sebagai seorang istri kita tidak boleh melupakan tugas dan kewajiban, itulah pesan dari Vie. Bukan hanya masalah ranjang, tetapi semua keperluan yang dibutuhkan oleh suami itu adalah tanggung jawab istri.
Saat keluar dari kamar mandi, Excel menautkan alisnya saat melihat Daisy sudah mempersiapkan pakaian gantinya.
"Tumben? apakah ini cara kamu untuk menggoda suami mu?"
Daisy tersenyum tipis. "Tidak. Apakah aku terlihat seperti sedang menggoda suami? Aku hanya ingin menjadi istri yang baik. Apakah itu salah?" Daisy memperlihatkan wajah sendunya.
Excel semakin gemas. Dia sudah tidak sabar untuk menerkam Daisy malam ini setelah satu minggu dia berpuasa.
.
.
.
.
__ADS_1
☕Bersambung ☕
...Terimakasih yang masih setia dengan cerita receh ini. Terimakasih atas dukungan kalian semua 🙏...