
"Kalian saling kenal?" tanya Sherly.
Jane hanya mengangguk pelan sambil menatap ke arah Sherly. jika dibandingkan dirinya, Jane tidak ada apa-apanya. Selain paras cantik yang dimiliki oleh Sherly, Sherly juga terlihat masih muda yang terlihat sangat serasi dengan Kaisar.
"Iya. Aku temennya Kaisar. Kamu istrinya?" tanya Jane yang berpura-pura.
"Iya. Perkenalkan aku Sherly, istri Kaisar." Sherly mengulurkan tangannya kepada Jane.
Dengan berat hati Jane menerima uluran tangannya dari Sherly. Dia tidak ingin terlihat, jika pada saat ini dia sedang merasa cemburu kepadanya, yang ternyata Kaisar lebih memilih Sherly untuk menjadi pendamping hidup Kaisar.
"Selamat ya untuk kalian berdua. Meskipun aku tidak hadir dalam pernikahan kalian tetapi aku berdoa semoga kalian selalu bahagia." Jane melirik ke arah Kaisar.
"Iya. Terima kasih ya," ucap Sherly.
"Ya sudah aku lanjutnya." Dengan berat hati Jane meninggalkan pasangan muda itu. Tak ada gunanya merasa sakit hati atas kebahagiaan yang mereka dapatkan saat ini, sebab semua sudah digariskan. Jane tidak akan meratapi nasibnya yang tidak mendapatkan hati Kaisar. Semua memang selain dirinya, andaikan dia tidak meninggalkan Kaisar saat itu mungkin Kaisar saat ini masih akan bersama dengan dirinya. Namun, karena cinta telah membutakan mata dan hati akhirnya dia memilih ikut pergi bersama dengan Max.
Mungkin saat ini Max sudah menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Seberapapun dia pergi menjauh tidak akan sulit bagi keluarga Max untuk menemukan dirinya.
Kai, aku tahu aku salah besar telah meninggalkanmu saat itu. aku sudah dibutakan dengan cinta. Bahkan aku tidak bisa membedakan mana cinta dan mana obsesi. Kai, aku tidak akan menghancurkan kebahagiaanmu. Mungkin ini adalah terakhir kalinya kita bertemu, karena setelah ini mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi. Kaisar maafkan aku.
Jane menatap punggung Kaisar yang Sherly yang kini telah berjalan maju tanpa ingin menoleh ke belakang. Bahkan hanya sekedar menyapa pun Kaisar tidak mau.
__ADS_1
Jane kamu harus kuat!
Sherly bukanlah wanita yang bodoh, dia tahu apa yang sedang Kaisar pikirkan saat ini dan mungkin saja tebakan Sherly itu benar. Sherly sudah bisa menduga juga wanita bagian dari masa lalu Kaisar. Terlihat dari sorot mata wanita itu ingin sekali mengucapkan banyak kata kepada kaisar. Namun, tak sedikitpun Kaisar mau melihat wanita itu dan tak ada sepatah kata yang terucap dari bibir Kaisar saat wanita itu memberikan selamat dan ucapan doa kepadanya.
"Kai, siapa wanita itu?" tanya Sherly tiba-tiba.
"Siapa? Jane?" Kaisar bertanya balik.
"Siapa lagi? aku tidak tahu apa hubunganmu dengan wanita itu di masa lalu tetapi aku bisa melihat dari sorot matanya bahwa wanita itu ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Kenapa kamu malah diam dan enggan menyapa dirinya?"
Kaisar menghentikan langkahnya untuk sejenak. Dia menatap manik mata Sherly lalu berkata, "Aku tidak ingin membuka luka, sebab itu aku memilih diam. Aku tidak kamu terluka, ataupun Jane yang berpikir aku masih menyimpan rasa untuknya. apakah kamu akan marah setelah tahu siapa Jane? Jane sama sekali bukanlah kekasihku di masa lalu. Dia adalah orang yang membuatnya nyaman, tetapi karena aku pengecut tidak bisa mengungkapkan perasaan kepada dirinya maka dia pergi bersama kekasihnya. Padahal saat itu aku sedang membutuhkan dirinya, aku sedang terpuruk dalam suatu masalah. Tetapi tanpa memikirkan perasaanku dia malah pergi begitu saja, lalu saat aku sudah menutup pintu hatiku untuknya tiba-tiba dia datang. aku tidak ingin membuka luka lama karena aku ingin bahagia bersamamu," jelas Kaisar panjang lebar.
Sherly tersenyum menatap Kaisar. Mungkin Kaisar adalah lelaki bodoh Tetapi sejatinya dia adalah lelaki yang romantis meskipun kata-katanya sedikit ngelantur.
Keduanya pun akhirnya segera menuju tempat di mana di mana film itu diputar. Ini adalah kali pertama Kaisar menonton film horor, dia tidak tahu apakah dia akan pingsan di dalam sana saat melihat hantu-hantu itu keluar. Tetapi Sherly selalu meyakinkan Kaisar bahwa tidak akan ada hantu selama ada dirinya.
...~~~...
Akibat dari film horor yang mereka tonton akhirnya keduanya pun harus bangun kesiangan. Sesampainya di rumah Kaisar tidak bisa terus terbayang akan sosok hantu yang baru saja mereka tonton. Padahal itu hanya sebuah akting saja.
"Gawat Kai, kita telah!" teriak Sherly.
__ADS_1
Kaisar tak kalah terkejut saat melihat Hari sudah terang benderang sementara pagi ini di kantor akan ada meeting penting bersama dengan klien.
"Matilah, Sher!" pekik Kaisar.
Keduanya pun sama-sama gelagapan saat menyiapkan diri mereka. Bukan hanya Kaisar saja yang akan mengadakan rapat penting, tetapi pagi ini adalah jadwal Excel akan melakukan kunjungan lapangan.
"Sher, aku minta maaf tidak bisa mengantarkanmu ke kantor. Kamu bawa mobil sendiri ya. Tapi ingat jangan ngebut-ngebut!" pesan Kaisar sambil menyambar kunci mobilnya.
"Iya. Tidak apa-apa aku tahu. Kamu juga harus hati-hati jangan ngebut-ngebut juga. Hari ini aku ada kunjungan lapangan kemungkinan aku tidak bisa makan siang bersamamu. Kamu jangan lupa makan ya."
Keduanya pun akhirnya memasuki mobil yang berbeda, agar cepat sampai ke tujuan mereka masing-masing.
"Semua ini gara-gara Sherly. Coba saja dia tidak nonton film horor itu, pasti aku tidak akan kesiangan seperti ini. Ahh, bos Dirga pasti akan marah," gerutu Kaisar di dalam mobil.
"Semua ini gara-gara Kaisar yang bodoh. Sama hantu setingan aja dia takut sampai gak bisa tidur. Payah memang!" umpat Sherly.
.
.
...🌹🌹🌹...
__ADS_1
...🌼 BERSAMBUNG 🌼...