Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 41


__ADS_3

Untuk pencarian kali ini Excel benar-benar merasa sangat kesulitan karena dia tidak mengetahui dimana markas Felix berada. Felix adalah orang pertama yang sangat berani untuk menyenggol Excel, meskipun Felix adalah pendatang baru. Mungkin karena lama tinggal di luar negeri dia bisa memiliki mental baja yang tak takut dengan siapapun, termasuk Excel.


Excel tidak bisa tenang saat dia belum bisa menemukan keberadaan Daisy. Namun, ia tidak putus asa untuk tetap mencari keberadaan Daisy saat ini.


"Tuan, kita harus bagaimana? kami tidak bisa menemukan Nona. Bahkan kami juga tidak bisa melacak mobil yang digunakan untuk membawa Nona Daisy." Suara Sherly dari balik telepon.


"Aku tidak mau tahu, yang aku tahu temukan istriku sekarang juga!" bentak Excel


Excel frustasi, tidak tahu arah lagi, harus kemana dia mencari keberadaan istrinya. Excel benar-benar-benar takut akan terjadi sesuatu kepada istri dan calon anaknya. Namun, tiba-tiba ada sebuah notifikasi masuk kedalam ponselnya. Sebelum video yang memperlihatkan Daisy dalam keadaan terikat sedang mendapatkan perlakuan kasar dari Felix.


"Kurang ajar!" Excel menggertak-kan giginya.


Excel melakukannya mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hanya satu tempat yang Excel tuju saat ini, yaitu rumah milik Arathorn, ayah mertuanya.


Tak ada yang berani para penjaga rumah untuk menghentikan Excel. Amarah yang sudah membubung tinggi membuatnya terus menerobos untuk masuk, hingga Excel mendobrak pintu besar rumah Arathorn.


Arathorn yang sedang bersantai di ruang tengah merasa sangat terkejut akan kedatangan Excel yang tiba-tiba langsung merusakkan pintu rumah-nya.


"Tu-Tuan Excel ... ada apa ini?"


"Bang.sad! Dimana Felix menyekap istriku!" bentak Excel.


"Me-menyekap? apa maksudmu, Tuan?" tanya Arathorn.


"Tidak usah mengelak! aku tahu apa yang sudah kamu lakukan. Sekarang kamu katakan dimana istriku, atau rumah ini aku bom sekarang juga!" Lagi-lagi Excel membentak Arathorn.


Michelle, istri Arathorn sangat terkejut dengan ucapan dan ancaman dari Excel.

__ADS_1


"Daddy, ada apa ini?" Mishelle, istri Arathorn merasa sangat terkejut.


Langkah Excel terus mendekat membuat tubuh Arathorn bergemetar dengan keringat yang sudah bercucuran membasahi wajahnya. Saat ini dia sangat ketakutan, bagaimana jika Excel benar-benar ingin mengebom rumahnya.


"Tu-Tuan Excel ... saya tidak mengerti dengan ucapan anda. Saya tidak menyekap Daisy." Arathorn berkata dengan gugup.


"Baiklah jika kamu tidak ingin mengatakan dimana Felix menyekap istriku, maka lihatlah bagaimana aku akan meruntuhkan bangunan ini beserta dengan penghuninya!" ancam Excel.


Kali ini Excel tidak main-main dengan ucapannya. Dia berlalu meninggalkan sepasang suami istri yang tengah dirundung ketakutan yang mendalam. Terdengar juga Mishelle juga memohon kepada suaminya agar memberi tahu saja dimana keberadaan Felix saat ini.


Excel tersenyum sinis saat Arathorn memanggil dan menghentikan langkahnya.


"Felix ada di sebuah Villa milik keluarga di sekitar puncak."


*****


"Jika kamu tidak mau meninggalkan Excel berati kamu akan membusuk selama disini, karena suamimu tidak akan pernah datang untuk menyelamatkanmu," kekeh Felix.


"Aku tidak percaya! Excel pasti akan datang."


"Iya. Tapi itu hanya mimpimu saja." Felix kembali menarik rambut panjang Daisy hingga dia merasa sangat kesakitan.


Daisy hanya bisa menahan rasa sakitnya, mencoba untuk tetap kuat. Dalam hatinya dia terus berdoa dan memohon kepada Tuhan agar Excel segera datang. Daisy sangat yakin jika Excel akan datang untuk menyelamatkan dirinya.


Sementara itu di luar terdengar keributan yang sangat menggangu untuk Felix. Namun, dia acuh, saat ini dirinya ingin melihat bagaimana wanita ini bisa dia miliki.


"Mau apa kamu!" bentak Daisy, saat tubuhnya sudah diendus oleh Felix.

__ADS_1


"Jangan sentuh aku!" teriak Daisy. Kali ini Felix sudah nekat untuk menge.cu.pi tubuh Daisy sebelum ia merobek pakaiannya.


Tak bisa terelakkan lagi, Daisy hanya bisa menangis, mencoba untuk memberontak. Namun, apa daya keduanya tangannya terikat kuat.


Excel, cepatlah datang. Aku tidak mau lelaki ini menjamahku.


Saat Felix ingin memaksakan hasratnya, pintu ruangan telah di dobrak. Dengan berlari Excel masuk dan langsung melayang tendangan hingga membuat tubuh Felix mental ke lantai.


"Jangan berharap kamu bisa menyentuh istriku!" Excel yang sudah di selimuti api yang membara jiwanya, segera menghujani Felix dengan berbagai pukulan.


Setelah puas melihat Felix yang babak belur, Excel segera menghampiri Daisy untuk menenangkannya. "Kamu tidak apa-apa kan? maaf kamu harus menunggu lama."


.


.


.


.


Dah segini dulu! Aku mau nodong dulu, mana Vote sama kopi mawar untuk ku? Yang janji mau kasih Vote hari ini mana suaranya? Awas ku getok nanti! 🤕🔨


Selagi menunggu aku up lagi, kalian baca dulu novel dari temen aku, dijamin seru ceritanya. Mampir ya!


Judul Novel : My Bos My Berondong


Author : MekHa Chan

__ADS_1



__ADS_2