Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 81


__ADS_3

Setelah acara usai, Daisy sekarang menuju ke kamar dengan membawa Baby Hazel dan Baby Shereena yang dibantu oleh keduanya. Hatinya merasa sangat kesal karena Excel yang ikut campur atas hubungan Sherly dengan Kaisar.


Seharusnya Excel merasa bersyukur jika ada lelaki yang mau mendekati Sherly, bukan malah emosi dan mengancam lelaki itu. Meskipun Sherly adalah aset berharga milik perusahaan, tetapi Excel sudah sangat berlebihan.


Karena suasana hatinya sedang kesal, keduanya anaknya pun ikut rewel. Jika biasanya baby Shereena tidak pernah rewel, malam ini dialah yang paling kencang suaranya saat menangis. Dengan dada sesak, Daisy mencoba untuk menenangkan putrinya itu. Tapi apalah daya dia sangat kewalahan saat kedua anaknya mengeluarkan tangisan saling bersahutan.


Excel yang masih berada di luar segera masuk ke dalam kamar. "Ada apa?" tanya Excel.


Daisy tidak menjawab, dia tetap berusaha untuk menenangkan anaknya dengan silih berganti. Sulit memang untuk mengatasi dua bayi yang menangis secara bersamaan. Dengan gerakan cepat Excel mengambil salah satu bayinya lalu menggendongnya, mencoba untuk menenangkan.


Karena Daisy sedang menenangkan baby Hazel, maka Excel segera mengambil baby Shereena. "Cup ... cup, kamu kenapa, Sayang? Bobok lagi ya." Excel menimang putrinya. Hanya dalam hitungan detik saja, suara tangisan baby Shereena sudah tidak ada. Bayi kecil itu sudah langsung terlelap kembali. Setelah memastikan baby Shereena sudah aman, Excel mengambil lagi baby Hazel dari tangan Daisy. Sama seperti yang dilakukan kepada baby Shereena, Excel hanya mengucapkan mantra Cup .. cup jangan menangis, maka hanya hitungan satu menit Baby Hazel sudah tidak menangis lagi. Excel masih menimang putranya yang satu ini, lalu mengucapkan mantrannya lagi bobok lagi ya, tak lama bayi itu juga terlelap.



Excel membuang kasar nafasnya sambil melihat ke arah sang istri. "Katakan ada apa? aku tahu jika suasana hatimu sedang tidak baik? apa yang mempengaruhinya? Padahal kita baru saja menggelar acara syukuran, harusnya kamu merasa bahagia. Apakah karena aku Arathorn pulang, sehingga kamu merasa kesal?" tanya Excel panjang lebar kepada sang istri.


Daisy tidak menjawab, dia malah memalingkan wajahnya begitu saja. Hal itu membuat Excel semakin yakin juga Daisy sedang merasa kesal.


"Sayang, katakan ada apa? tolong jangan seperti ini. Jika suasana hatimu tidak baik, itu akan berpengaruh kepada anak-anak, bukankah kamu bisa melihat sendiri?" Excel mencoba mendekati Daisy.


"Sekarang katakan, ada apa?" lanjut Excel lagi.


Begitulah cinta, mampu meruntuhkan kerasnya karang di lautan. Excel yang garang, dia bisa menahan amarahnya di depan sang istri dan mencoba untuk melembutkan sikapnya.


Karena sang istri tidak menjawab, Excel segera merengkuh dalam pelukannya. Berharap dengan seperti ini hati Daisy akan sedikit luluh, karena ini adalah jurus andalan Excel selama ini.


Untuk sejenak Daisy masih terdiam, tetapi dia tidak bisa membiarkan semua ini berlarut lebih lama. Daisy harus tegas kepada Excel. Perlahan Daisy melepaskan pelukannya, lalu menjauhkan diri dari Excel.


"Jika aku memberikan dua pilihan, mana yang akan kamu pilih?" tanya Daisy dengan nada dingin.


Excel menautkan alisnya, dia benar-benar tidak tahu apa yang sedang dimaksud oleh istrinya.


"Maksud kamu?"

__ADS_1


"Siapa yang akan kamu pilih. aku atau Sherly yang lebih berarti dalam hidupmu?"


Excel segera membulatkan matanya. Daisy memberikan dua pilihan yang sulit. Kedua wanita itu sama-sama berarti dalam hidupnya. Apa jadinya jika Excel tanpa Daisy, begitu juga apa jadinya jika perusahaan tanpa Sherly. Excel menggeleng pelan. Dia belum bisa memberikan jawaban kepada Daisy.


Daisy tersenyum sinis menatap Excel. "Lihatlah, bahkan kamu tidak bisa memutuskan salah satu di antara kami berdua. Aku tahu aku tidak sehebat Sherly, aku juga sadar jika aku bodoh. Bahkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah saja aku tidak bisa. Jika dibandingkan dengan Sherly aku tidak ada apa-apanya. Sudahlah Excel aku lelah ingin tidur." Daisy menepis tangan Excel. Dengan diamnya Excel sudah membuktikan bahwa Sherly lebih berarti dalam hidup ini. Daisy ingin kecewa tapi dia sadar akan kekurangannya.


"Sayang tunggu! mengapa kamu tiba-tiba menanyakan hal seperti ini? bukankah kamu sudah tahu sejak awal, jika aku memiliki ketergantungan kepada Sherly untuk mengerjakan pekerjaanku? kamu dan Sherly adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku. Jangan paksa aku untuk memilih satu diantara kalian, kalian sama-sama berakhir dalam hidupku."


Malam yang sunyi hanya suara jangkrik yang menarik. Excel bisa mendengar lebih jelas setiap dengkuran nafas dari Daisy. wanita itu sudah tertidur pulas, berbeda dengan dirinya yang sulit untuk memejamkan mata.


Excel masih memikirkan mengapa tiba-tiba Daisy menanyakan hal seperti itu kepada dirinya. Bukankah Daisy tahu jika Sherly adalah segalanya untuk perusahaan.


...~~~...


...💗💗💗...


...**M**encoba untuk bangkit dan melupakan masa lalu adalah hal yang terbaik daripada menyesali sesuatu yang tidak akan pernah kembali....


...~Kaisar~...


"Halo Miss Queen dimanapun kamu berada, aku telah menutup hatiku untukmu meskipun esok kamu akan kembali. Aku sudah lelah menunggu kabar darimu. Halo juga Jane, semoga kamu bahagia bersama dengan Max. lihatlah, aku akan buktikan kepadamu jika aku juga bisa bahagia."


Sebelum meninggalkan apartemen, Kaisar membuang semua foto-foto milik Miss Queen dan juga milik Jane yang masih dia simpan. Saat ini Kaisar ingin membuka lembaran baru untuk hidupnya, mengingat usianya sudah tidak muda lagi. Mungkin inilah yang dikatakan dengan move on. Melupakan semua masa lalu dan membuka lembaran baru bersama dengan orang yang baru.


Selamat tinggal ... masa lalu


Aku 'kan melangkah


Maafkanlah segala yang


Pernah kulakukan padamu


Sebuah lagu yang diawali dengan reff lebih dahulu, karena itu adalah gambaran suasana hatinya saat ini kemudian dia mulai bernyanyi dari awal. Meski suaranya tidak sebagus penyanyi aslinya tetapi Kaisar sangat meresapi lagu tersebut karena lagu ini benar-benar mewakili isi hati Kaisar saat ini.

__ADS_1


Kututup hatiku untuk namamu


Walaupun tangismu untukku


Biar 'ku sendiri tanpamu lagi


Walaupun sepi kurasakan tanpa kau disini


Kuingin kau jauh dari mataku


Agar tiada rasa benci


Kau pergi dariku tak usah kembali


Mungkin aku telah berdua untuk selamanya


Selamat tinggal masa lalu


Aku 'kan melangkah


Maafkanlah segala yang


Pernah kulakukan padamu


Mungkin dengan seperti ini Kaisar bisa bangkit lagi. Dia mungkin pernah salah telah mencintai seseorang yang dianggap lebih baik karena dia tidak mengenali secara mendalam. Namun untuk kali ini Kaisar merasa yakin jika Sherly adalah orang yang setia. Lihat saja dengan pekerjaannya saja setia, apalagi dengan cintanya?


.


.


.


🌼 BERSAMBUNG 🌼

__ADS_1


KAISAR SELAMAT BERJUANG 💗


__ADS_2