Jingga Istri Kedua

Jingga Istri Kedua
jelang nikah


__ADS_3

Seminggu lagi acara pernikahan Adli dan Jingga akan berlangsung. Undangan sudah disebar dan persiapan sudah sembilan puluh persen. Adli merasa tegang mendekati hari H. Dia belajar menghafal ijab qobul di depan cermin yang ada di kamarnya.


Rizky tak sengaja lewat di depan kamar abangnya mendadak kepo. Dia pun mengintip dari balik pintu. "Padahal masih seminggu lagi lho, Bang. Kenapa elo ngapalin ijab qobul sekarang?" ledek Rizky diiringi tawa mengejek.


Adli melempar bantal ke badan adiknya. "Gue nggak mau ada kesalahan sedikit pun," jawab Adli. "Nanti temani gue ambil jas!" imbuhnya kemudian.


"Oke," jawab Rizky sekenanya. Dia menjawab sambil memainkan handphonenya.


Adli menggelengkan kepala ketika melihat tingkah acuh sang adik. "By the way, nanti pas gue nikah sama Jingga, elo bawa pacar lo ke nikahan abang lo ini kan?" ledek Adli.


Rizky jadi gugup. "So pastilah, Bang. Jangan naksir lo sama cewek gue ntar," ucap Rizky dengan sombong padahal dia ria tidak memiliki teman kencan saat ini.

__ADS_1


"Syukur deh, akhirnya lo laku juga," ledek Adli habis-habisan.


"Sialan lo, Bang." Rizky menonjok bahu Adli pelan.


Di tempat lain, ada orang yang tak kalah hebohnya jelang pernikahan Adli dan Jingga. Wanda sengaja memesan kebaya dari desainer ternama di kotanya agar dia bisa tampil maksimal di pernikahan Jingga. Maklum saja Wanda adalah salah satu sponsor yang mengatur katering di acara itu nantinya.


"Gimana menurut kamu?" tanya Wanda pada Edward. Pria itu kembali mencari Wanda. Dia yang haus akan kemewahan tidak bisa melepas wanita seroyal Wanda. Jika Edward bersikap baik maka Wanda akan membalas perlakuannya dengan baik.


"Cantik. Yang pasti kamu terlihat lebih muda, sayang," puji Edward. Laki-laki itu tidak lagi bersama sepupunya Axel. Axel terlalu berobsesi menghancurkan Fabian sehingga Edward menolak untuk bekerja sama dengannya.


"Maafkan aku Wanda. Aku sudah keliru karena membantu Axel. Setelah aku sadar dia keterlaluan aku pun meninggalkan dia. Percayalah aku tidak pernah bermaksud bersekongkol dengan sepupuku itu." Edward berusaha meyakinkan Wanda.

__ADS_1


"Benarkah? Oh kalau begitu aku salah paham. Maafkan aku." Wanda mengusap pipi sebelah Edward dengan lembut. Edward mengulas senyum tipis. Dia tahu Wanda masih menginginkannya.


"Apa kamu keberatan jika kita kembali menjalin hubungan seperti dulu?" tanya Edward memberanikan diri. Dia begitu percaya diri mengutarakan maksudnya.


Wanda pun membalas dengan senyuman. "Kenapa tidak? Aku justru ragu karena statusku telah berubah menjadi nenek-nenek."


"Tentu saja tidak. Asalkan kamu masih mempesona seperti dulu aku tidak akan meninggalkanmu," bisik Edward di telinga Wanda. Tak dipungkiri selama dia berpisah dengan Erik, Wanda merasa kesepian. Apalagi dia tinggal sendiri karena putra satu-satunya telah berumah tangga.


"Apa kamu ingin mengujinya?" goda Wanda. Dia mendorong Edward masuk ke dalam kamarnya. Siang itu mereka kembali melakukan hubungan suami istri. Dulu Wanda dan Edward memang sering melakukannya. Bahkan saking seringnya orang-orang mengira Edward sudah menikahi Wanda.


***

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novel-novel aku yang lainnya. Bagi yang masih menyimpan vote bisa ya dibagi ke othor.


Terima kasih sebelumnya.


__ADS_2