
Hari ini Rizky mengajak Violet membeli es krim dan ke taman bermain. Saat mereka berjalan, es krim Vio tak sengaja menumpahi sepatu seorang wanita.
"Ya ampun anaknya siapa sih ni?" ucap gadis itu. Dia sangat kesal karena sepatu kesayangannya jadi kotor. Violet yang merasa ketakutan pun menangis.
"Mbak, maafin dia ya," ujar Rizky kemudian langsung menggendong Violet.
"Mas, anaknya diajarin dong biar nggak mengotori sepatu orang sembarangan," ucap Talita dengan nada tinggi.
"Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," gumam Rizky sambil berbalik badan.
"Eh, sepatu aku gimana nih? Main tinggal aja," Talita mengejar Rizky. Dia menghadang Rizky dengan merentangkan tangannya.
"Ganti rugi!" kata Talita.
Rizky menurunkan Violet sejenak lalu mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompetnya. "Segini cukup?" tanya Rizky memberikan tiga lembar uang berwarna merah pada Talita.
Talita malah mendorong tangan Rizky. "Mana cukup ini sepatu yang aku beli langsung dari Paris," ungkap Talita. Kemudian dia mengambil handphone yang berada di saku celana Rizky tanpa izin.
"Eh, mau ngapain?" tanya Rizky yang bingung saat handphonenya direbut oleh Talita.
__ADS_1
"Aku mau simpan nomor kamu. Kalau kamu belum punya uang sekarang besok aku akan tagih uangnya," jawab Talita.
"Cih, modus," ledek Rizky sambil tersenyum mengejek.
"Eh, nuduh. Nih aku balikin. Ingat ya jangan blokir nomorku. Besok aku tagih buat ganti rugi," ancam Talita. Setelah itu dia dan teman-temannya pergi.
"Wah, cara lo dapetin nomor tuh cowok unik juga, Ta," puji salah seorang teman Talita saat masuk ke dalam mobil.
"Awalnya gue beneran marah sama anak kecil itu. Tapi pas lihat wajah cowok itu gue langsung jatuh cinta pada pandangan pertama," ucap Talita sambil tersenyum.
"Lo yakin itu bukan anaknya?" tanya temannya lagi.
"Eh, bisa aja kan dia itu tunangan orang?"
"Selama janur kuning belum melengkung masih bisa ditikung cuy. Dah agh kita cabut. Risih gue pakai sepatu kotor kaya gini." Talita pun menyalakan mesin mobilnya lalu membawa teman-temannya pergi.
Sementara itu, Rizky berhasil menenangkan Violet setelah mengajak anak kecil itu ke toko mainan. "Kita pulang ya," bujuk Rizky.
Sesampainya di rumah, Rizky protes pada orang tuanya. "Anak lo bikin gue bangkrut, Bang."
__ADS_1
Adli tertawa. "Perhitungan banget lo. Baru kakaknya ntar kalau adek kembarnya lahir gimana?" goda Adli.
"Wah gue menyerah. Ternyata punya anak butuh biaya banyak. Hari ini aja puas bermain dia banyak jajan es krim. Udah gitu numpahin ws krimnya ke sepatu orang. Auto bayar ganti rugi kan gue," ungkap Rizky.
"Berapa sih? Gue ganti." Saat Adli mengeluarkan dompetnya Rizky justru mendorong.
"Eits nggak usah lah. Gue cuma becanda."
"Vio bilang makasih sama Om Rizky," perintah Jingga pada anak sulungnya.
"Makasih, Om," kata Violet.
Rizky berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan Violet. "Sama-sama. Om pulang dulu ya," pamit Rizky.
Setelah itu dia pulang menggunakan mobilnya. Ketika di perjalanan pulang, dia melihat sebuah mobil menabrak pembatas jalan. Keadaan jalan begitu sepi. Mau tak mau Rizky pun menolong pemilik mobil berwarna kuning itu.
Rizky terkejut ketika melihat korban yang tak lain pemilik kendaraan tersebut adalah gadis yang mencoba memerasnya. Dia melihat darah segar keluar dari kepalanya akibat benturan.
Tak pikir panjang, Rizky pun menggendong gadis itu dan memindahkan ke dalam mobilnya. Dia kemudian membawa gadis yang belum diketahui namanya itu ke rumah sakit terdekat.
__ADS_1
Bagaimana keadaan Talita? Apakah dia selamat?