Jingga Istri Kedua

Jingga Istri Kedua
Kembar laki-laki


__ADS_3

Adli syok ketika anak buahnya di pabrik mengabari kondisi istrinya saat ini. Dia segera menuju ke rumah sakit.


Rizky tengah berada di rumah sakit saat ini. Jingga tidak mempunyai keluarga lagi selain anggota keluarga Adli dan mantan mertuanya.


Saat itu, Rizky kebetulan habis menjemput Violet dari sekolahnya. Dia melihat kerumunan di depan rumah sang kakak. Saat dia turun dan mengecek, dia terkejut melihat Jingga tang bersimbah darah.


"Anak-anakmu lahir secara prematur," ucap Rizky memberi tahu kabar baik pada kakaknya.


"Bagaimana dengan Jingga?" tanya Adli. Dia melihat banyak selang yang tersambung di badan istrinya.


"Dia belum sadar," jawab Rizky dengan leher yang tercekat. Dia hampir saja tak sanggup berbicara. Dia tahu Adli pasti terpukul.


Adli meninju tembok hingga jari tangannya berdarah. Rizky mencoba menenangkan kakaknya. "Aku tahu kamu hancur tapi bertahanlah demi anak-anakmu!"


"Jingga, Jingga." Adli menyebut nama istrinya dengan lirih.


"Bang, jangan seperti ini. Ingatlah ada Violet yang masih membutuhkan kamu di saat ibunya sedang sakit. Aku mohon!" Rizky pun tak kuasa menangis melihat keadaan sang kakak.

__ADS_1


Ayahnya bercerai dan kakak iparnya masuk rumah sakit. Lengkap sudah penderitaan keluarganya.


Talita menanti kabar dari Rizky. Dia menunggu janji yang belum ditepati. "Apa kamu tidak bisa melupakan dia? Dia hanya ingin mempermainkan kamu," ucap Pak Azam geram. Dia tidak tega melihat putrinya yang semakin hari semakin lemah.


"Hanya dia yang mau menikah denganku walau tahu kondisiku." Talita membela Rizky.


"Tapi kamu lihat sendiri apa yang dia lakukan padamu. Setelah kamu menolongnya, dia malah hilang bagai ditelan bumi."


"Mungkin saja sesuatu telah menimpa Mas Rizky, Pa. Jangan hanya menghinanya, perintahkan anak buah papa untuk mencari tahu. Aku belum bisa menghubungi Mas Rizky. Aku jadi khawatir," ucap Talita.


Pak Azam menghubungi Edward. "Maaf aku tidak bisa. Aku sedang berada di luar kota," bohong Edward. Dia hanya tidak ingin berurusan dengan keluarga dari mantan suami Karin.


"Baiklah, aku akan mencari tahu sendiri," ucap Pak Azam.


Rizky masih menemani Adli. Tak lama kemudian Helmi datang bersama Mario. "Bagaimana dengan Jingga dan anaknya?" tanya Helmi.


"Jingga belum sadar," jawab Rizky. Sedangkan Adli masih mengatur emosinya yang sedang drop.

__ADS_1


"Bagaimana dengan cucuku?" tanya Helmi. Adli sampai melupakan anaknya. "Antar aku menemui anak-anakku," ucap Adli. Rizky dan yang lainnya mengantarkan Adli menemui anak kembarnya. Mereka tidak diperbolehkan masuk karena ruangannya sangat steril. Hanya ibu dari bayi itu yang diperbolehkan masuk. Adli hanya bisa melihat kedua putranya melalui jendela kaca.


"Selamat Adli kamu punya dua jagoan," ucap Helmi. Dia ingin menguatkan Adli tapi dia tidak tahu bagaimana caranya.


"Aku bahkan tidak bisa mengadzani mereka," ucap Adli. Kedua putranya itu memang belum waktunya lahir. Hanya saja dokter terpaksa mengeluarkan mereka karena kondisi Jingga tidak memungkinkan.


"Adli, bersabarlah. Jingga pasti akan segera sadar," kata Helmi menguatkan putranya.


Adli menunggui Jingga sepanjang waktu. Dia bahkan tidak ingat untuk merawat diri dan makan. Adli masih menunggu istrinya sadar dan meminta penjelasan tentang apa yang dialami Jingga.


Dua hari Jingga dirawat tapi belum ada perubahan. "Dok kenapa istri saya belum juga sadar?" tanya Adli yang merasa cemas.


"Seharusnya sebentar lagi, Pak. Kondisinya tidak ada yang mengkhawatirkan. Semuanya baik," jawab dokter tersebut. Setelah mendengar penjelasan dokter Adli pun menunggu. Sesekali dia melihat anak kembarnya.


"Aku belum tahu aku akan menamai kalian siapa," gumam Adli menatap dua bayi kecil yang tak lain adalah anak kandungnya.


Saran yo namanya siapa? Jujur othor bingung kalau bikin nama. Kek kita aja yang punya anak hehe

__ADS_1


__ADS_2