Jingga Istri Kedua

Jingga Istri Kedua
Rencana gagal


__ADS_3

Erik merasa kesepian. Sudah bertahun-tahun dia menduda. Semenjak anak-anaknya menikah dia tinggal seorang diri. Hingga detik ini tidak ada wanita yang dekat dengannya.


Cucu-cucu dan anaknya jarang sekali mengunjungi dirinya. Sebentar lagi dia akan pensiun dari profesinya sebagai seorang dokter. Entah apa yang akan dia lakukan ketika sudah tidak bekerja lagi.


Kemudian dia berpikir untuk kembali dengan Wanda. Tapi apakah dia mau? Itu yang sedang dipikirkan oleh Erik. Semenjak dia bekerja sama untuk membantu Jingga, dia merasa Wanda sudah berubah. Dia tidak sejahat dulu ketika berusaha menyingkirkan April, anak dari istri Erik yang lain.


Erik bisa melihat ketulusan Wanda ketika menampung Jingga di rumahnya. Dia bahkan lebih membela Jingga dari pada anaknya sendiri, Fabian. Itu berarti Wanda tidak lagi berpikir sempit.


Erik pun mencoba menelepon Wanda. ""Aku ingin bertemu," ucapnya ketika Wanda mengangkat telepon.


Ucapan Erik membuat Wanda bingung. Di saat wanita itu sedang memikirkan Edward, mantan suaminya malah meminta bertemu. Wanda menghela nafas. "Baiklah, besok siang di kafe pertama kali kita bertemu. Apa kamu ingat?" jawab Wanda.


Erik merasa kebetulan. Dia juga ingin mengajak mantan istrinya itu bernostalgia. Erik tahu pertemuan pertama mereka sangat berkesan sehingga hingga saat ini keduanya masih ingat tempat pertama kali mereka bertemu.

__ADS_1


Untuk menunjang penampilannya, Erik pun pergi ke salon dan memotong rambutnya sebelum pergi menemui Wanda. "Jadi potong model seperti apa, Om?" tanya kapster tersebut.


"Apa aja asal saya kelihatan lebih muda," jawab Erik.


Kapster tersebut tersenyum mendengar jawaban Erik. Dia sudah bisa menebak kalau laki-laki yang menjadi pelanggannya itu akan berkencan dengan seorang wanita.


Usai memotong rambutnya Erik bersiap-siap menemui Wanda. Dia sengaja datang lebih awal. Di saat yang bersamaan dia bertemu dengan laki-laki yang tidak asing baginya. Namun, kali ini berbeda. Dia mengajak seorang wanita hamil.


Erik mengerutkan kening. Edward bukannya tidak melihat keberadaan Erik. Akan tetapi dia mengabaikan laki-laki itu. Edward mendorong kursi ke belakang agar Karin leluasa untuk duduk.


"Ed, kamu mau pesan apa?" tanya Karin. Tak juga menjawab Karin memanggil kekasihnya dengan lengkap. "Edward."


Mendengar nama tersebut Wanda langsung menoleh. Dia pun mencari keberadaan laki-laki yang dia cari selama ini. Bahkan dia tidak melihat ke arah Erik sama sekali. Setelah menemukannya Wanda terkejut karena Edward bersama dengan seorang wanita yang tengah hamil besar.

__ADS_1


Dengan langkah kaki perlahan Wanda mendekat. "Edward, apa dia istrimu?" tanya Wanda menunjuk Karin.


Karin mengerutkan keningnya. Merasa cemburu, Karin langsung menggandeng lengan kekasihnya. "Karin, istrinya Edward," ucapnya berbohong. Dia mengulurkan tangan tapi Wanda tidak menyambut uluran tangan dari Karin.


Wanda merasa kecewa. Dia pun memilih pergi. Wanda tak ingat dengan janji temu yang telah dijadwalkan dengan mantan suaminya.


Erik mengejar Wanda. Dia tahu saat ini mantan istrinya itu merasa sedih karena dikhianati. Namun, Erik ketinggalan karena Wanda pergi menggunakan taksi.


Rencana Erik untuk mengungkapkan keinginannya kembali membina rumah tangga dengan mantan istrinya itu pun gagal. Erik pulang dalam keadaan kecewa.


Kembali ke pasangan Karin dan Edward. Karin menanyai tentang wanita yang mendekati meja mereka. "Aku tidak mengenalnya," elak Edward.


"Benarkah? Aku tidak percaya," ucap Karin. Edward menghentikan acara makannya lalu berdiri.

__ADS_1


"Setidaknya kamu harus ingat aku membiarkan kamu menikahi laki-laki tua itu," sindir Edward. Skakmat, Karin dibuat mati kutu dengan ucapan Edward.


__ADS_2