
"Mas bagaimana perkembangan hubungan Rizky dan kekasihnya?" tanya Jingga saat sarapan pagi ini.
Adli menggedikkan bahu. "Aku tidak tahu. Memangnya kenapa?" tanya Adli balik.
"Ah, tidak. Rencananya menikah harus tertunda karena kesehatan papa belum pulih. Bagaimana kalau kita double date?" usul Jingga.
"Maksudnya?" tanya Adli kurang paham maksud sang istri.
"Kita ajak Rizky dan kekasihnya jalan-jalan bareng kita," jawab Jingga.
"Nanti akan aku sampaikan padanya," ucap Adli. Jingga mengangguk.
Pada sore hari sepulang kerja, Adli mampir ke rumah irang tuanya. "Tumben ke sini," tegur Rizky.
"Gue mau lihat keadaan papa. Oh ya, Jingga ngajak elo sama calon tunangan lo ngedate bareng," kata Adli memberi tahu.
"Nggak ah," tolak Rizky.
"Kenapa?" tanya Adli.
"Gue nggak gitu akrab sama Talita," jawab Rizky.
"Be*go lo. Katanya mau nikah sama dia, tapi lo deket dia aja malas. Justru ini kesempatan elo mengenal dia lebih lanjut. Kalian jalan bareng supaya ada waktu buat ngobrol," ucap Adli menasehati adiknya.
"Nanti gue sampaikan ke dia," jawabnya pasrah.
Adli menepuk bahu sang adik. "Gue tunggu kabar baik lo," ucapnya sebelum pergi.
Keesokan harinya Rizky menghubungi Talita. "Kamu di mana?" tanya Rizky.
"Masih di kampus, Mas. Jemput aku ya," ucap Talita sedikit manja.
"Hm," jawab Rizky.
"Eh, nanti mobil gue elo yang bawa ya. Cowok gue mau jemput," ucap Talita dengan riang.
"Ta, pulang bareng gue yuk!" ajak salah seorang teman lelaki yang satu kelas dengan Talita.
"Sorry, gue mau pulang bareng cowok gue," jawab Talita cuek.
"Cih, sombong banget," cibir lelaki itu karena merasa kecewa.
__ADS_1
Talita pun menunggu Rizky di depan gerbang kampusnya. Tak lama kemudian sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan Talita. "Masuk!" perintah Rizky ketika membuka kaca jendela mobilnya.
Talita pun membuka pintu mobil Rizky. Tak lupa dia memasang sabuk pengaman sebelum Rizky mengendarai mobilnya. "Kita mau ke mana?" tanya Talita.
"Hari ini kita nggak ke mana-mana. Besok saja kalau week end. Abangku dan istrinya ngajak kita jalan," ungkap Rizky.
"Double date ya?" tebak Talita.
"Terserah apa namanya," jawab Rizky tak peduli.
"Ke mana?" Talita tampak bersemangat. Dia pikir ini kesempatan untuk dekat dengan keluarga Rizky. Rizky menggedikkan bahu.
"Aku belum tanya. Besok aku kabari lagi," ucapnya menjawab pertanyaan Talita. Talita mengangguk patuh.
Setelah itu Rizky mengirim pesan pada Adli. Adli pun menyampaikan hal itu pada istrinya. "Yang, besok mau ajak mereka ke mana?" tanya Adli penasaran.
"Ke pantai aja yuk, Mas. Aku udah lama nggak ke sana. Rencananya sih mau foto hamil sekalian. Tapi perut aku belum kelihatan," jawab Jingga.
"Nggak masalah. Kamu udah hubungi fotografernya?" tanya Adli. Jingga menggeleng.
"Nanti sajalah kalau perutku sudah kelihatan. Besok kita habiskan waktu untuk bersenang-senang."
"Oh, baiklah. Masih dua hari lagi. Kita bisa persiapan kalau begitu," jawab Jingga.
Ketika hari yang ditunggu tiba, Adli, Jingga, beserta Violet menaiki satu mobil. Sementara Rizky dan Talita di mobil yang berbeda. Mereka mengikuti mobil Adli di belakang.
"Kakak kamu udah berapa tahun menikah dengan istrinya?" tanya Talita.
"Sekitar tiga tahunan," jawab Rizky.
"Tiga tahun, kalau begitu anaknya itu belum ada dua tahun dong?" tanya Talita.
"Namanya Violet. Usianya hampir empat tahun. Dia anak Jingga dengan suami pertamanya," ucap Rizky. Talita terkejut mendengarnya.
"Ups, sorry. Aku nggak tahu." Talita sedikit tidak enak membahas tentang rumah tangga kakaknya.
"Dulu dia teman kerjaku. Kami bekerja di sekolah yang sama," ungkap Rizky. Talita menangkap sikap Rizky yang tak biasa ketika membicarakan soal Jingga.
"Jadi kamu jodohin abang kamu dengan teman kerja kamu sendiri?" tebak Talita. Rizky menggeleng.
"Bang Adli sudah mengenal Jingga jauh sebelum aku mengenalnya. Dia adalah cinta pertama Bang Adli ketika SMA."
__ADS_1
"Wow. Kisah cinta yang berakhir manis," ucap Talita saat menyimpulkan cerita yang didengar dari Rizky. Rizky tersenyum miring. Talita merasa aneh melihat sikap kekasihnya.
Ketika mereka sampai di tempat tujuan, Jingga langsung berjalan mendekat ke arah bibir pantai. Adli mengikuti dari belakang bersama Violet. "Papa aku ingin berenang," rengek Vio.
"Sama Om Rizky aja yuk!" ajak adik lelaki Adli tersebut.
Rizky memang canggung bila berduaan dengan Talita. Dia pikir mengajak Violet adalah hal yang tepat agar dia tahu apa yang akan dia lakukan.
Violet langsung mengulurkan tangan. Rizky pun tak segan menggendong keponakannya itu. Talita melihat sisi lembut yang ada di dalam diri kekasihnya. Dia semakin terkesan dengan Rizky.
"Nggak salah pilih calon suami," gumam Talita lirih. Rizky mengulas senyum tipis ketika mendengar ucapan Talita.
Mereka bertiga bermain bola di atas pasir. Ketika bermain, Rizky tak sengaja melempar bola terlalu keras ke arah Talita. Bole itu mengenai kepala Talita hingga membuat Talita terjatuh. Rizky yang merasa bersalah langsung mendekat.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Rizky cemas. Talita menatap mata Rizky. Rizky pun demikian.
"Aku tidak apa-apa," jawab Talita. Suara Talita membuyarkan lamunan kekasihnya.
Rizky melihat kening Talita yang memerah. "Ayo obati kepalamu!" ajak Rizky. Talita hendak bangkit tapi kepalanya terasa pusing setelah kena lemparan bola. Rizky pun memapah Talita hingga ke mobil.
"Tunggu di sini! Aku akan ambilkan obat " Setelah mengambil obat, Rizky mengoleskan salep dengan perlahan.
"Lho Talita kenapa?" tanya Jingga.
Rizky dan Talita menoleh. "Ini salahku karena kurang berhati-hati," jawab Rizky.
"Violet mana?" tanya Jingga ketika tak melihat putrinya. Rizky pun tersadar telah meninggalkan Violet.
"Aku meninggalkannya di sana," tunjuk Rizky.
"Breng*sek lo! Kenapa lo bisa lupain anak gue," bentak Adli. Rizky dan Talita merasa bersalah.
Jingga sudah menangis sesenggukan. Dia mencari keberadaan anaknya. "Violet," panggil Jingga.
Sepanjang pantai dia tak menemukan putrinya. "Di mana kamu, Vio?" tanya Jingga pada dirinya sendiri.
"Sayang tenanglah. Aku akan mencari Violet sampai ketemu," ucap Adli. Tiba-tiba tubuh Jingga terasa lemas. Adli pun menggendong Jingga hingga masuk ke dalam mobil.
"Cari anak gue sampai dapat!" perintah Adli pada Rizky. Rizky pun menuruti permintaan abangnya. Bagaimana pun dia yang bersalah karena telah meninggalkan Violet.
Jadi di mana sebenarnya Violet berada?
__ADS_1