Jingga Istri Kedua

Jingga Istri Kedua
Balas dendam


__ADS_3

Setelah pertengkaran yang hebat, Karin dan anaknya diusir. Mario ingin ikut dengan ibunya tapi Helmi melarang. "Kamu tega, Mas," ucap Karin.


"Sudahlah jangan drama. Kamu yang selingkuh dan mengkhianati aku. Terimalah konsekuensinya," balas Helmi. Karin pura-pura menangis. Dia bahkan bersujud di kaki suaminya.


"Lepaskan! Aku tidak akan iba padamu. Kamu hanya memanfaatkan aku agar bisa mendapatkan hartaku saja. Benar kata Adli kamu tidak tulus. Seharusnya aku percaya padanya sejak awal."


Karin merasa kesal saat suaminya menyebut nama Adli. 'Jadi gara-gara dia,' batin Karin yang geram. Dia berjanji akan membuat perhitungan dengan laki-laki itu.


Setelah kepergian Karin dari rumah itu, Rizky memberanikan diri untuk meminta ayahnya melamar Talita. Helmi menatap tajam ke arah Rizky "Kamu sungguh tidak tahu situasi."


Helmi pergi setelah mengatakan kalimat itu. Rizky menjadi frustasi karenanya. Dia menjambak rambutnya sendiri. Janjinya untuk segera melamar Talita pupus sudah.


Sementara itu Karin mengungsi ke apartemen Edward. Namun, dia memergoki Edward sedang main dengan wanita lain. Edward mencium wanita itu di depan unit apartemennya. Karin berteriak memanggil nama Edward.


"Edward. Brengsekk kamu!" umpat Karin dengan geram. Dadanya naik turun karena amarahnya meledak. Padahal dia ke sana ingin meminta perlindungan dari kekasih gelapnya itu.


Edward tersentak kaget. "Karin," gumam Edward.

__ADS_1


"Siapa dia, Ed?" tanya wanita yang kini berdiri di samping Edward.


"Bukan siapa-siapa," jawab Edward dengan santainya. Bahkan dia tersenyum manis pada wanita itu.


"Dasar laki-laki breng*sek!" Karin memukul Edward menggunakan tas yang dia bawa. Sedangkan sebelah tangannya menggendong bayinya.


"Berhenti memukulku!" bentak Edward. Karin terkejut melihat kemarahan Edward.


"Lucu. Seharusnya aku yang marah padamu karena kamu telah mengkhianati aku," ucap wanita itu.


"Jahat kamu, Ed. Ini anak kamu. Apa kamu tidak mau mengakuinya?" tanya Karin dengan mata berkaca-kaca.


"Suamimu bukan aku kenapa aku yang harus bertanggung jawab." Edward masuk ke unit apartemen miliknya sambil merangkul bahu ja*lang yang dia bawa.


Karin menangis tersedu-sedu. Dia menyesal telah mengkhianati suaminya. Kalau seperti ini dia yang rugi. Sudah tidak mendapatkan harta Helmi. Dia juga dikhianati oleh pacarnya sendiri. Dia tidak tahu ke mana akan pergi.


Tiba-tiba terbesit ide untuk meletakkan bayinya di depan panti asuhan. Karin menunggu disaat sepi. "Semoga kamu jadi anak beruntung yang mendapatkan keluarga yang baik." Karin berpesan pada bayinya.

__ADS_1


Setelah itu dia pergi. Karin tidak memiliki tempat tujuan. Namun, tujuannya saat ini adalah membalas dendam pada Adli. Karin pun mendatangi rumah Adli. Dia tahu kalau jam segini Adli masih sibuk bekerja.


Jingga membukakan pintu ketika dia mendengar suara bel rumahnya yang ditekan. Jingga terkejut saat melihat Karin. "Kamu datang sendiri?" tanya Jingga.


Karin tersenyum jahat. Dia mendorong Jingga dengan keras. "Ah, perutku." Jingga meringis kesakitan. Belum selesai sampai di situ, Karin berjongkok dan memegang dagu Jingga.


"Katakan pada suamimu, aku bisa saja membunuh kamu dan bayi yang ada di dalam kandunganmu. Akan tetapi aku ingin melihat dia menderita secara perlahan." Karin membuang dagu Jingga. Kemudian dia pergi.


Darah sudah mengalir dari sela-sela kaki Jingga. Dia berjalan untuk meminta bantuan dengan sisa tenaganya. Hingga wanita itu jatuh di depan gerbang rumahnya.


Asisten rumah tangga Jingga yang pulang dari pasar menjerit saat melihat majikannya tergelak dengan bersimbah darah. Dia pun meminta bantuan warga setempat untuk menolong Jingga.


Bagaimana reaksi Adli saat mengetahui istrinya mengalami musibah?


...***...


Komennya yang rame y

__ADS_1


__ADS_2