Jingga Istri Kedua

Jingga Istri Kedua
Hamil anak kembar


__ADS_3

"Aku tak sengaja melihat kalian ketika dalam perjalanan pulang. Aku meninggalkan dompetku," jawab Adli. "Ayo aku antar pulang." Jingga mengangguk, dia pun masuk ke dalam mobil sang suami bersama anaknya.


Sesampainya di rumah Adli merasa curiga ketika dia mengalami mual dan muntah tadi pagi. Saudaranya pernah bercerita jika istrinya hamil maka saat itu dia mengalami ngidam.


"Sayang apa kamu sudah datang bulan?" Tanya Adli.


"Aku lupa jadwal datang bulanku karena aku tidak pernah mencatat kapan terakhir kali aku datang bulan," jawab Jingga.


"Bagaimana kalau kita periksa ke dokter jangan-jangan kamu hamil. Tapi kita titipkan Violet pada Mama Wanda. Aku yakin dia sedang merindukan anak ini," kata Adli. Dia tahu kalau Mama Wanda dan Erik sangat menyayangi cucunya. Adli pun berpikir untuk membiarkan kedua orang itu mengurus Violet sementara waktu.


Jingga mengangguk setuju. "Aku ambil tas dulu ya Mas," kata Jingga. Sembari menunggu dia mengambil dompet yang rupanya ketinggalan di meja televisi. "Ayo, Mas!"


Sepasang suami istri itu berangkat menuju ke sebuah klinik kandungan. "Silakan antri terlebih dahulu nanti nama kalian akan dipanggil," kata perawat yang bertugas saat itu.


"Benarkah aku hamil?" Tanya Jingga ragu.


"Saudaraku pernah mengalami ngidam ketika istrinya hamil. Dia sempat bercerita pengalamannya padaku, aku pun berpikir kalau aku juga mengalami hal yang sama," ungkap Adli.

__ADS_1


"Benarkah?" Adli mengangguk. Perasaan Jingga jadi campur aduk. Jantungnya berdebar antara senang dan takut jika dia tidak hamil.


"Tapi jika aku tidak hamil Mas Adli jangan kecewa ya," ucap Jingga merasa tidak enak pada suaminya.


"Tidak sayang, kita bisa coba lagi lain waktu jika kita berusaha pasti Tuhan akan mendengar doa-doa kita." Jingga terharu mendengar kata-kata suaminya.


"Bu Jingga Prameswari," panggil suster yang bertugas. Jingga dan suaminya masuk ke dalam ruangan dokter.


"Silakan akan berbaring, nanti saya akan bisa melalui alat USG," kata dokter wanita yang memakai hijab itu. Jingga pun menuruti perintah dokter.


"Artinya apa, Dok?" tanya Adli.


"Istri anda hamil anak kembar," jawab dokter yang memeriksa perut Jingga. Adli dan Jingga pun merasa terkejut sekaligus senang. Ternyata penantian panjang mereka tidak sia-sia. Jingga hamil dua orang bayi sekaligus.


"Kita patut bersyukur. Bagaimana kalau nanti malam kita ajak anggota keluarga lain untuk makan malam dalam rangka merayakan kehamilan kamu?" usul Adli.


Adli pun menghubungi anggota keluarganya satu per satu.

__ADS_1


"Dapat telepon dari siapa?" tanya Karin pada suaminya.


"Dari Adli. Dia mengundang kita untuk makan malam di rumahnya," jawab Helmi.


"Dalam rangka apa?" tanya Karin.


"Aku tidak tahu tapi kita datang saja."


Saatnya makan malam, Adli mengumumkan kalau istrinya sedang hamil anak kembar. Semua orang merasa senang kecuali Karin. 'Bagaimana bisa sekali hamil langsung dua anak dalam perutnya,' gumam Karin di dalam hatinya. Sejujurnya dia merasa kesal karena tidak bisa hamil anak kembar seperti Jingga.


"Selamat Adli, kamu akan jadi ayah yang super repot," ledek Helmi.


"Tidak apa-apa direpotkan anak asal istriku tidak merepotkan aku," sindir Adli. Karin merasa tersinggung.


"Hamil kembar saja bangga? Yang penting itu anaknya sehat. Sayang, apa kalian punya turunan kembar?" tanyanya pada sang suami. "Kalau tidak kenapa dia bisa hamil anak kembar?" ucapnya dengan monohok. Seolah-olah ingin memfitnah Jingga.


Apa reaksi Jingga?

__ADS_1


__ADS_2