JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Bumi Perkemahan


__ADS_3

Aleska duduk terdiam bersama Kenan disamping nya, menatap jalan yang asri di sepanjang jalan. Bayak warga yang sedang bersepeda dan menanam sayuran.


"Keren banget, jadi kita akan berkemah dimana? " Gumam Aleska.


"Yang pasti bukan disini, lagian kemah apa an di pelisok desa. " Sahut Kenan.


Aleska menatap Kenan sekilas lalu menatap jalan lagi, dia sebal harus duduk bersanding dengan guru barunya itu.


Mobil terus saja melaju masuk ke dalam perdesaan yan masih sangat lah asri dengan pepohonan yan rimbun dan tidak berada di lingkungan rumah warga.


Mereka berhenti di sebuah pagar bertuliskan BUMI PERKEMAHAN walaupun tak nampak siapa pun disana tidak membuat mereka kecewa , belum lagi pemandangan yan tersaji begitu indah dengan sungai yang jernih.


Mereka bersorak gembira turun satu persatu dari bus dan menghirup udara segar sore hari, waktu itu hari sudah mulai terlihat sore dan mereka segera mendirikan tenda mereka masing-masing.


"Baik lah anak anak hari sudah kian sore, cepat dirikan tenda kalian masih masih. "Ucap pak Ridwan.


Mereka segera mengeluarkan tenda mereka yang sudah disiapkan, ada yan sedang mendirikan tenda ada juga yang sedang membuat makan untuk mereka semua.


Aleska berdiri didepan sebuah kompor bersama beberapa anak perempuan lainnya, dia membuat mie instan untuk makan malam. Tak lupa membuat teh hangat untuk para guru.


Kenan menatap Aleska yam sedang tertawa dengan intens, dia kini sedang duduk di depan kayu yang akan dijadikan api unggun malam nanti.


"Pak Kenan, apa aganda kita hari ini? " Tanya seorang guru wanita.


Dia tak lain adalah buk Intan guru bahasa Indonesia yang selalu berkata dengan sangat lemah lembut dan sopan.


"Agenda kita hari ini hanya membuat api unggun buk, hari juga sudah beranjak senja anak-anak pasti sudah pada lelah. " Balas Kenan dengan ramah.


Saad berbicara pun pandang matanya tak lepas dari Aleska yan kini sedang berjalan menuju sungai di dekat perkemahan dengan alat masak yang kotor.

__ADS_1


"Ah baiklah pak Kenan saya rasa juga demi kian, saya permisi dulu pak. " Balas bu Intan.


Kenan hanya tersenyum menatap kepergian bu Intan.


"Ada apa dengan ku ini, kenapa gadis itu membuat ku bisa berubah 360 derajat akhir akhir ini. " Gumam Kenan tersenyum.


Aleska membersihkan semua alat untuk memasak tadik bersama teman-teman nya sembari bermain air, sungai itu sangat lah jernih dengan bebatuan besar yang menambah keindahannya.


"Gak rugi kita kemah disini, tempat nya walaupun di dalam pelosok tapi sangat indah. " Celetuk Laras.


"Iyaa betul banget mana suasananya romantis banget ada pak Kenan juga lagi ahhh. " Timpal yang lain.


Aleska hanya tersenyum mendegar ucapan teman-teman nya itu yang tergila gila sekali dengan guru baru itu, namun menurut Aleska guru itu sangat menyebalkan apa lagi dia berani menciumnya.


Aleska mengelengkan kepal mengingat saad Kenan mencium dirinya di perpustakaan tempo hari, hal itu membuat teman Aleska heran melihat nya.


"Kenapa lu Aleska kesambet penunggang sungai, geleng-geleng aja dari tadik. " Celetuk gadis bernama Sofia.


"Gak papa dah lah yul, dah bersih semua ni. Saad nya kita siapkan terus makan deh laper banget. " Jawab Aleska.


Mereka semua berjalan meninggalkan sungai itu sembari bercakap-cakap, meletakkan semua alat masak yang sudah bersih kemudian menyiapkan makan malam untuk mereka semua.


Langit sudah berganti hitam dengan udara yang sejuk mereka juga sudah berganti pakaian dan menghidupkan api unggun dan juga lampu Emergency untuk penerangan.


Aleska dan yang lainnya sudah menyiapkan semua mie kedalam sebuah mangkuk yan pas untuk mereka semua makan, sembari duduk membuat pola lingkaran mengelilingi api unggun yang hangat.


Mereka menikmati makan malam pertama mereka di perkemahan itu dengan cada gurau yan ramai, setelah makan mereka mengumpulkan semua mangkuk untuk dicuci esok hari dan kembali berkumpul didepan api unggun.


"Siapa yang mau tumbang lagu untuk malam ini? " Teriak bu Intan.

__ADS_1


Mereka saling menunjuk teman teman mereka dengan penuh candaan, kemudian bu Intan memanggil Aleska untuk bernyanyi dan diiringi lagi oleh Kenan.


"Sudah pasti anak kesayangan ibuk yang akan menyanyi, Aleska ayoo bernyanyi lah biar pak Kenan yang mengikuti dengan petikan gitarnya. " Seru buk Intan.


"Yang lain saja buk, saya lagi tidak ingin bernyanyi" Tolak Aleska.


Semua orang nampak kecewa dengan penolakan Aleska.


"Ya sudah tidak apa, biar saya saja buk yang bernyanyi. " Ucap Kenan.


Sorak gembira terdengar riuk mendegar Kenan akan bernyanyi dan diiringi petikan gitarnya.


LIVING ALL ALONE


KINDA FORGOT IT'S


BEEN THAT LONG


SINCE SOMEONE'S GONE


I'VE BEEN TRIYING TO BE A


LITTEL BIT STRONG


Begitu lah lagu yan dinyanyikan oleh Kenan di sertai tepuk tangan gembira anak anak itu, kini mereka saling bertepuk tangan sembari bernyanyi bersama dengan kegembiraan.


Kenan menatap Aleska dengan senyuman manis, membuat gadis itu menjadi salting saad Kenan tersenyum manis.


"Sadar Aleska jangan sampai jatuh cinta pada nya. " Batin Aleska berteriak.

__ADS_1


Aleska mengalihkan pandangannya dari Kenan dia berusaha untuk tidak peduli dengan Kenan yan sedang memperhatikan dirinya.


__ADS_2