
"Ada apa kamu terlihat pucat? " Ucap Bagas menatap wajah Gresia.
"Bisa kah kau mengantarkan ku pulang, aku merasa tak enak badan. " Gumam Gresia.
"Kau masih kelelahan ayo aku akan antarkan pulang, agar kamu bisa istirahat. " Ucap Bagas.
Sejak pembicaraan nya dengan Aleska tadi membuat Gresia menjadi kepikiran perasaan berkecamuk tak menentu, hatinya begitu gelisah memikirkan bagaimana jika memang benar Aurora dibalik kematian Ayumna.
Bagas berpamitan pada Aleska dan Arjuna untuk pergi sebentar mengantarkan Gresia pulang, Aleska tersenyum canggung pada Gresia yang terlihat tidak baik baik saja.
"Ada apa Aleska? " Ucap Arjuna.
"Tidak ada aku hanya memikirkan bagaimana perasaan Gresia saat tahu kebenaran yang aku katakan padanya, Arjuna apa aku salah memberitahu diwaktu yang tidak tepat? " Seru Aleska merasa bersalah.
"Sudah lah dia memang harus tahu kebenaran ini, dengar lebih baik mereka tahu lansung darimu dari pada mereka tidak akan pernah tahu akan kematian orang yang mereka sayangi Aleska. " Ucap Arjuna agar Aleska lebih tenang.
Arjuna menggandeng tangan Aleska untuk duduk menepi dan mengambil kan dirinya minum agar jauh lebih baik, Arjuna paham kekhawatiran yang dirasakan oleh wanita itu.
"Sudah jangan terlalu di pikiran sayang, semua akan baik baik saja ok kamu semangat untuk membuktikan semua hal baik itu. Kamu tidak perlu khawatir aku selalu ada dibelakang mu. " Gumam Arjuna menyemangati Aleska.
"Terima Kasih Arjuna sudah membuat ku selalu merasa aman dan nyaman, aku beruntung memiliki mu. " Seru Aleska tersenyum.
"Aku adalah wanita paling beruntung memiliki mu Arjuna tapi kamu laki laki yang kurang beruntung memilih aku sebagai pelabuhan terakhir mu, maafkan aku Arjuna. " Batin Aleska gelisah.
"Apa kau ingan pulang bukan kah esok akan melakukan banyak pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang? " Ucap Arjuna saat menatap Aleska yang menunduk.
__ADS_1
"Ah iyaa kamu benar sebaiknya kita pulang, agar aku juga bisa beristirahat karena besok pasti akan menguras tenaga sekali. Belum lagi aku akan menjelaskan semua pada Gresia. " Seru Aleska.
Arjuna mengganguk kemudian berdiri dan berjalan keluar dari gedung pesta Bagas, Arjuna berhenti saat bertemu dengan rekan bisnis nya dan menyuruh Aleska untuk masuk kedalam mobil terlebih dahulu.
"Aku akan segera kembali.. " Ucap Arjuna menyerah kan kunci mobilnya pada Aleska.
Aleska hanya tersenyum kemudian berjalan santai dengan senyuman manis pada orang yang menyapa nya, wanita itu masuk kedalam mobil Arjuna kemudian memejamkan matanya sejenak.
"Besok aku menjelaskan semuanya pada Gresia dan aku akan bertanya apa dia akan melanjutkan semua ini atau tidak, karena itu pasti pilihan sulit untuk nya keduanya adalah saudara dan mereka besar bersama. " Gumam Aleska bimbang.
"Tapi.. Ah pusing sekali menyesaikan masalah ini benar-benar membutuhkan tenaga ekstra. " Pekik Aleska frustasi.
"Ah iya Pak Diendo Terima kasih semoga kita bisa bertemu di lain waktu, saya permisi. " Ucap Arjuna berpamitan.
Arjuna berlalu kemudian pergi menuju mobilnya terparkir dimana Aleska sudah menunggu nya sedari tadi, Arjuna mengetuk kaca mobil nya hingga membuat Aleska yang terpejam menjadi terkejut.
"Astaga kau mengejutkan ku saja.. " Pekik Aleska.
"Maaf sayang.. " Gumam Arjuna.
Arjuna kemudian masuk kedalam mobilnya dengan kekehan yang membuat Aleska sebal, terlihat wanita itu semakin mengerucut kan bibir nya mendegar tawa Arjuna yang tiada henti.
"Apa kau tidak bisa diam.. " Pekik Aleska.
Arjuna kemudian terdiam mendegar Aleska yang semakin terlihat kesal dan marah padanya, Arjuna mengecup sekilas bibir Aleska yang mengerucut itu hingga membuat sang empu memberi pukulan yang keras pada bahunya.
__ADS_1
"Awww sakit tahu, aku kan hanya bercanda saja sayang. " Pekik Arjuna.
"Tiada maaf untuk mu. " Balas Aleska ketus.
Arjuna hanya terkekeh singkat kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah Aleska, Arjuna tersenyum setidaknya dia bisa membuat wanita itu melupakan sejenak permasalahan yang tidak usai itu.
Sepanjang perjalanan tiada pembicaraan diantara mereka Arjuna fokus pada perjalanan mereka yang masih terlihat ramai dijam 00.00wib malam itu, sedangkan Aleska terlihat sudah terlelap dalam tidur nya.
"Dia pasti banyak pikiran dan juga lelah, semoga esok ketika kau bangun semua masalah itu sudah selesai dan kita bisa mulai membicarakan tentang pernikahan Aleska. " Gumam Arjuna menatap Aleska yang tertidur lelap.
Setelah cukup lama perjalanan akhirnya samapai pada rumah megah milik Aleska yang dijaga oleh dua orang satpam, Arjuna memberi kode untuk para satpam itu untuk membuka pintu gerbang dengan pelan agar Aleska tidak terbangun.
Arjuna masuk kedalam rumah Aleska dan disambut oleh Anin asisten rumah Aleska, dengan sigap Arjuna mengendong Aleska yang masih tertidur menuju lantai dua kamar nya.
"Ya ampun romantis banget sih mereka, anda aku juga bisa punya pacar kek Mas Arjuna. " Gumam Anin sembari membawa tas Aleska.
Arjuna meletakkan Aleska diatas kasur dan menyelimuti wanita itu kemudian mengecup sekilas Kening Aleska kemudian beranjak keluar, menatap Anin yang terlihat tersenyum.
"Anin kamu kenapa senyam senyum terus? " Ucap Arjuna sembari menutup pintu kamar Aleska.
"Haa gak pak Arjuna. "Ucap Anin gugup.
" Saya titip Aleska ya saya mau pulang sudah larut malam. "Ucap Arjuna ramah.
Anin hanya tersenyum menatap kepergian Arjuna kemudian masuk kedalam kamar Aleska untuk meletakkan tas mahal milik Aleska.
__ADS_1