
Dalam mimpi Aleska bertemu dengan Arjuna dengan senyuman yang selalu dia berikan padanya setiap kali mereka bertemu, Aleska berlari menangis sembari memeluknya erat.
"Aku tahu semua ini hanya mimpi aku tau kamu tidak akan pernah meninggalkan aku, aku benar-benar tidak bisa hidup tenang sendiri Arjuna... " Pekik Aleska dalam pelukan hangat pria itu.
Arjuna mengelus lembut punggung Aleska dengan penuh kasih sayang mendegar setiap tangisan dan pekikan Aleska yang amat memilukan.
"Bukan kah ini yang kamu inginkan Aleska, aku pergi jauh agar kamu bisa memilih cinta mu. " Ucap Arjuna menatap lembut Aleska.
"Tidak aku tidak pernah ingin kamu pergi dari hidup ku.. tidak perna Arjuna... " Seru Aleska menggeleng kan kepalanya.
"Hey tatap mataku, katakan jika kau mencintai ku Aleska? " Gumam Arjuna.
Aleska terdiam membisu dengan deraian air matanya, dia tidak ingin berbohong jika dia mencintai Arjuna tapi dia juga tidak bisa berbicara bahwa dia mencintai laki-laki lain.
"Dengar kan hatimu Aleska, mungkin memang benar jika cinta tidak lah bisa di paksa. Sejauh mana pun dan sekuat apa pun kita menginginkan dirinya jika dia bukan takdir kita makan Tuhan akan memisahkan kita dengan berbagai cara. " Gumam Arjuna tersenyum.
"Aku berusaha mencintai mu Arjuna, percayalah jika kita menikah nanti kita akan hidup bahagia. Aku akan mencintai mu seperti kamu mencintai ku. " Ucap Aleska.
Arjuna menghapus air mata yang terus saja mengalir deras di pipi mulus Aleska dengan lembut, menggengam erat tangannya membawa nya kedalam pelukan hangat nya.
__ADS_1
"Ikhlas aku pergi Aleska, kejar lah cinta mu kejar lah kebahagiaan mu tanpa perlu memikirkan perasaan ku atau pun orang lain. Aku ingin kau bahagia jangan teteskan air mata mu hanya untuk sesuatu yang tidak penting. " Gumam Arjuna.
"Aku akan tetap mencintai mu walaupun aku tidak bisa memiliki mu, aku akan selalu memberi mu semangat ku dan pelukan hangat ku setiap kali kamu membutuhkan ku. " Timpal Arjuna.
"Aku tidak mau kehilangan mu Arjuna, hanya kamu yang aku punya.. Hanya kamu yang selalu menemani ku menjaga ku selalu ada untuk ku. Sedangkan aku.. Aku di mana saat kamu membutuhkan ku.. " Tangis Aleska.
"Aku tidak mempermasalahkan semua itu sayang, percayalah kamu akan jauh lebih bahagia jika mengejar dia cinta mu.. " Seru Arjuna melepaskan pelukan Aleska dari tubuh nya.
Aleska menggeleng kepala saat Arjuna berjalan menjauh dari nya dengan senyuman dan keadaan bahagia, Aleska luruh menatap pria yang menunggu cinta nya itu pergi jauh dari kehidupan nya.
"Arjuna.... " Pekik Aleska tiba tiba.
"Ada apa Aleska.. " Ucap Dokter Niko.
"Aleska kenapa, ada yang sakit? Kenapa kau menangis? " Ucap Dokter Bunga panik.
Aleska menggeleng kepalanya menghapus air matanya dan juga keringat yang membasai tubuh nya, Dokter Bunga nampak mengecek keadaan Aleska yang sedang tidak baik.
"Tubuh mu panas sekali Aleska? " Ucap Dokter Bunga.
__ADS_1
"Apa kalau begitu kita harus membawa nya kerumah sakit, tapi tidak sekarang diluar masih ada badai. " Gumam Dokter Alice.
"Iya dok, sebaiknya kita memberikan obat dan juga Mengompres nya dulu sementara sembari menunggu hujan reda dan pagi. " Timpal dokter Nike.
Aleska kembali terpejam sesudah meminum obat yang diberikan teman teman nya, sedangkan yang lain memiliki untuk beristirahat kembali setelah mengetahui Aleska sudah tidur.
"Dokter Niko tau Aleska kenapa? " Ucap Dokter Alice.
"Apa dokter Alice belum melihat beri hari ini, Arjuna tungan dokter Aleska mengalami kecelakaan setelah mengantarkannya kerumah sakit waktu di jakarta. Dia juga baru diberi tahu karena keinginan Arjuna yang tidak ingin Aleska khawatir dan meninggal kita disini. " Ucap Dokter Niko Lirih.
"Astaga pantas saja dia begitu histeris, kasian sekali gadis itu padahal mereka kan segera menikah. " Gumam Dokter Alice menatap Aleska yang terpejam.
"Sudah lah ayo kita istirahat dulu, biar dokter Aleska juga bisa istirahat dengan tenang tanpa ada suara. Sebaiknya kita semua kembali kekamar masing-masing saja. " Ucap Dokter Niko sembari menyuruh mereka semua keluar meninggalkan Aleska.
"Iyaa biarkan dia istirahat. " Timpal Dokter Bunga.
Mereka semua pergi meninggalkan Aleska sendiri di kamar nya kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat, sedangkan Kenan baru saja keluar dari kamarnya dan hendak melihat Aleska.
Kenan masuk kedalam kamar gadis itu yang nampak tertidur pulas, duduk disamping Aleska dan mengelus lembut ujung kepala gadis itu.
__ADS_1
"Mungkin dengan pergi nya Arjuna dalam hidup mu, aku bisa kembali Aleska. " Gumam Kenan.