
Aleska kembali ke rumah sakit setelah selesai makn siang bersama dengan Arjuna, dirinya merasa takut dan bimbang saat harus kembali dan bertatapan dengan Kenan jika dia masih berada di ruangan Debiola.
"Aku masuk dulu terima kasih untuk semua. " Gumam Aleska.
"Sama sama aku pergi sampai jumpa nanti malam. " Balas Arjuna.
Aleska tersenyum memandang mobil Arjuna yang semakin menjauh dari pandangan matanya, Aleska kembali masuk kedalam rumah sakit itu karena tugasnya masih belum selesai.
Semua suster mengucapkan selamat atas lamaran Aleska mereka mendoakan bayak hal tentang hubungan Dokter cantik itu, Aleska hanya tersenyum dan berterima kasih dengan setiap ucapan dan doa dari mereka.
Aleska memasuki Lift menuju ruangan Debiola untuk memeriksa bagaimana keadaan nya dan juga anaknya, saat pintu lift akan tertutup tiba-tiba sebuah tangan menghalangi pintu itu.
"Maaf saya mau nai... k. " Ucap Kenan terkejut saat bertemu dengan Aleska.
Aleska terkejut dan memandang Kenan tak percaya namun beberapa detik kemudian dirinya berusaha untuk menguasai perasaan dan juga jiwa nya, Aleska mundur menjauh dari Kenan yang masuk kedalam lift.
Hanya ada keheningan didalam lift itu kedua insan itu nampak sibuk dengan pemikiran mereka sendiri, mereka seperti dia orang yang sama sekali tidak saling mengenal.
__ADS_1
Ting
Bunyi pintu lift terbuka Kenan segera berlalu dari dalam Lift sedang Aleska menetralkan perasaannya yang tidak karuan, Aleska menghembus kan nafasnya kasar saat melihat punggung kokoh Kenan masuk kedalam ruangan Debiola.
"Lihatlah Aleska dia bahkan memandang mu saja tidak sudi, lantas apa yang yang akan kau jadi kan alasan tetap mencintai nya. " Gumam Aleska.
Aleska berjalan menuju pintu ruangan Debiola lorong VIP itu nampak begitu sepi, Aleska masuk kedalam ruangan Debiola yang nampak sedang ditemani oleh Kenan disamping nya.
"Kau harus kuat Aleska. " Batin Aleska.
"Selamat siang ibu Debiola? Apa ada suatu yang Anda rasakan? " Gumam Aleska memeriksa detak jantung Debiola dengan Kenan is samping Debiola.
"Semua baik kemungkinan besok pagi ibu dan bayi sudah bisa pulang, tapi harus ada pemeriksaan dahulu pada bayi ibunya. " Sahut Aleska.
"Terima kasih Dokter Aleska, untuk semua nya saya dengar dokter baru saja dilamar oleh kekasih dokter? " Ucap Debiola.
"Ah iyaa maaf atas ketidak nyamanan itu buk Debiola. " Balas Aleska.
__ADS_1
"Anda wanita yang beruntung dokter, semoga Anda selalu bahagia. " Doa Debiola.
Aleska hanya tersenyum mendegar ucapan Debiola, sedangkan Kenan sedang menggendong bayi laki-laki itu.
"Maaf Pak Kenan bisa saya mengambil Bayi itu, saya harus memberi suntik padanya. " Ucap Aleska.
"Tentu." Ucap Singkat Kenan.
Aleska mengambil bayi itu dari tangan Kenan, hal itu membuat Aleska dan Kenan saling bersentuhan. Aleska merasakan perasaan lama itu mulai muncul lagi saat matanya bertatapan langsung dengan laki-laki yang sudah 10 tahun meninggalkan dirinya.
Aleska segera menjauh dari Kenan saat sudah menggendong bayi itu, Aleska meletakkan nya perlahan lalu memberikan sebuah suntik yang membuat nya menangis.
"Heyy tak apa itu akan membuat mu kuat dari para penyakit yang menghinggapi dirimu, setelah ini kau akan baik baik saja.. " Gumam Aleska.
"Kenapa kita harus bertemu lagi Aleska, kenapa.. Perasaan yang telah ku kubur dalam kini harus ku bongkar dengan tangan ku sendiri. " Batin Kenan menatap Aleska.
Sedang Debiola merasakan sesuatu yang aneh pada mereka berdua.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya Kenan sembunyikan dari ku? " Batin Debiola.