JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Kembali Hadir


__ADS_3

Aleska dan beberapa dokter juga perawat kini sudah berada di jalan sembari membawa kardus untuk mencari donasi ke beberapa tempat, mereka nampak begitu bahagia melakukan semua itu.


Dengan canda tawa dan juga candaan membawa mereka begitu menikmati semua itu banyak diantara mereka memberi kan uang yang cukup banyak.


"Dokter baru dua jam kita disini dan liahatlah uang ini sudah banyak terkumpul dokter. " Ucap Anggun.


"Iyaa Sus semoga semua ini bisa membantu mereka yang membuat kan dan kita bisa segera melucur ke tempat. " Seru Aleska.


Sebuah mobil hitam berhenti di depan Aleska dan suster Anggun membuat mereka nampak heran, seorang pria dengan pakaian formal serba hitam keluar dari mobil membuat para wanita menatap nya tanpa berkedip.


"Siapa dia.. Ganteng banget.. "


Mereka nampak saling berbisik dan bertanya tanya akan pemuda yang baru saja keluar dari mobil itu, wajahnya begitu tampan dengan sorot mata yang teduh dan tubuh yang atletis tersenyum mendekati Aleska.


"Dokter laki-laki itu mendekati kemari dok.. " Bisik Anggun lirih.


Aleska tak berkedip saat matanya beradu pandang dengan mata coklat pemuda itu dia begitu mengenal mata teduh yang selalu menatap dirinya dulu semasa kuliah.


"Bara... " Gunam Aleska mengingat jelas siapa pemuda itu.


"Selamat siang bu dokter.. " Sapa Bara dengan lembut.


sebagai suster dan dokter yang berada disana nampak terkejut tak kalah Bara menghampiri Aleska dan menyapa nya, Aleska tersenyum manis saat mata itu kini kembali menatap nya.


"Apa kau masih mengingat ku? " Bara nampak begitu mengagumi Aleska sejak 10 tahun lalu dan kini dia bisa menatap nya kembali dengan begitu dekat.


"Aku tidak kan melupakan mu, laki laki bodoh yang selalu menggangu ku terus menerus. " Gumam Aleska dengan candaanya.

__ADS_1


Bara nampak tertawa mendegar ucapan Aleska dia begitu gugup setelah sekian lama tidak bertemu Aleska, kini Aleska sudah menjadi seorang wanita dewasa dokter yang hebat dan juga kecantikan melebihi dulu semasa kuliah.


" Apa yang kamu lakukan disini?"Gumam Aleska.


"Aku ingin bertemu dengan mu apa lagi, oh iya ini ada sedikit untukmu dan rekan rekan mu . " Ucap Bara mengerahkan sebuah cek pada Aleska.


Aleska melongo menatap nominal angka yang tertera pada cek yang diberikan oleh Bara padanya, Bara hanya tersenyum melihat Aleska yang nampak tidak percaya.


"Kenapa ekspresi mu seperti itu ha.. "


"Angka ini terlalu besar Bara bahkan kita tidak perlu mencari donasi lain jika kamu memberikan semua ini. "


"Sudah lah tak apa anggap saja aku berbagi pada mereka yang membuat kan lagi pula uang itu tidak seberapa kok. "


"Terima kasih Bara.. "


Mereka nampak duduk berdua dengan saling melepaskan rindu dimasa lalu saling bercerita tentang perpisahan mereka dan juga kehidupan yang tidak begitu berpihak.


"Jadi apa setelah kematian Arjuna kamu akan kembali pada Kenan Aleska? Kisah cinta kalian begitu rumit untuk dibahas. "


"Entah lah aku tidak berpikir kesana lagi pula aku masih memikirkan Arjuna dan untuk saat ini aku tidak ingin membahas soal percintaan. "


Aleska tersenyum menjawab pertanyaan Bara yang mengingat kan nya pada cinta segitiga diantara Arjuna dan Kenan.


"Maaf aku tidak bermaksud mengingat kan mu.. " Ucap Bara nampak bersalah saat melihat Aleska terdiam.


"Gak papa aku tahu kamu kan hanya ingin bertanya, oh iya apa kamu masih tetap sendiri? "

__ADS_1


"Hemzz iya aku masih sendiri menunggu gadis yang sangat sulit ku dapat kan.. "


"Ha ha ha kau ini masih saja berkata sedemikian, aku tidak percaya jika kamu masih sendiri atau kamu malah sudah menikah sekarang? Ayoo lah jujur padaku hemzz.. "


"Aku masih sendiri Aleska sejak 10 tahun lalu, bahkan aku selalu di ejak gay karena aku masih sendiri diusia yang sudah cukup matang ini.Sampai aku bertemu dirimu.. " Ucap Aleska serius menatap mata Aleska.


Aleska nampak diam menatap mata Bara yang nampak tiada cela kebohongan di mata nya, Aleska tidak menyaka jika Bara sebegitu mencintai dirinya padahal Aleska selalu menolak dirinya.


"Kenapa Bara, padahal kamu laki laki mapan kamu punya segalanya wajah tampan semua nya kamu bisa mendapatkan yang lebih dari aku. "


"Karena aku berharap aku bisa meluluskan hatimu Aleska.. "


Aleska tersenyum dan menggelenglan kepala mendegar ucapan Bara yang begitu menusuk hatinya, kini tidak cuman dua pria yang dia sakiti tapi 3 orang sekaligus yang berharap akan cinta nya.


"Aku sudah dijodohkan oleh orang tua ku tapi entah lah Aleska... Begitu sulit untukku menerima kehadiran wanita lain dalam kehidupan ku.. "


"Kamu tahu Arjuna mendapatkan cinta ku tidak lah muda Bara, sampai kehidupannya yang terakhir pun dia tidak bisa menaklukan hatiku itu yang membuat ku begitu sulit melupakan nya dan sekarang kamu kembali hadir dan mengucapkan kata yang sama. "


"Semua butuh proses Aleska bisa saja beberapa tahun lagi kamu bisa membuka hatimu untuk ku, aku menolak perjodohan ku demi bisa bersama mu. " Bara menatap mata Aleska dan mengegam erat tangan gadis itu.


"Kenapa kamu menolak nya? Bagaimana perasaan gadis yang dijodohkan dengan mu itu Bara? " Aleska nampak terkejut mendegar Bara menolak seorang gadis demi dirinya.


"Usia ku terpaut jauh dengan nya Aleska dan aku tau jika dia tidak menginginkan perjodohan itu, dia pasti memiliki seorang pemuda yang dia sukai atau bahkan dia sudah memiliki kekasih. Dia juga setuju saat aku membatalkan perjodohan kita itu. " Cerca Bara menyakinkan Aleska.


"Aku akan mengajaknya menemui dirimu agar kamu tau jika aku tidak berbohong Aleska. " Timpal Bara.


"Aku tidak bisa bilang iya Bara kamu terlalu cepat kembali berkata seserius itu.. " Ucap Aleska melepaskan genggaman tangan Bara.

__ADS_1


"Aku akan menunggu sampai kamu bilang iya Aleska.. " Ucap Bara dengan serius.


__ADS_2