JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Cuek


__ADS_3

Tidak terasa sudah seminggu mereka berada disana saling menikmati suasana asri sembari belajar berbagai hal yang mungkin tidak mereka lakukan saad berada dirumah, sejak kejadian di air terjun itu Aleska merasa Kenan tak mendekati dirinya bahkan di tidak mengganggu dirinya.


Aleska tidak melihat guru menyebalkan itu berada di dekat nya, seharusnya dirinya senang namun ada sesuatu dihatinya yang mengganjal saad Kenan menjauhi dirinya.


"Ada apa dengan ku, harusnya aku bahagia bahwa guru mesum itu tidak mendekati ku atau pun membuat masalah pada ku. " Gumam Aleska saad berada di sungai sendiri.


Aleska mencuci mukanya yang nampak mulai letih karena sudah 1 mingguan dirinya disibukkan dengan berbagai kegiatan yang bahkan dirumah pun dia engan melakukannya.


"Dorrr ngelamun aja lo, mau pulang gak neng. " Ucap Indah mengejutkan Aleska.


Aleska terkejut sampai hampir jatuh ke sungai karena Indah mengejutkan dirinya, Aleska mendengus menatap sahabat yang hanya nyengir tanpa dosa.


"Apa an sih Ndah, kalau aku jatuh gimana coba. " Sungut Aleska.


"He he he maaf sayang gitu aja marah, ya udah yuk masuk ke bus mau otw pulang. " Gumam Indah sembari tersenyum.


Aleska mengikuti Indah yang berjalan menjadi dirinya hari ini mereka akan pulang kerumah, semua barang barang sudah siap dan dimasukkan kedalam bus yang sudah siap sejak jam 8 pagi tadik.


Aleska masuk kedalam bus dan mencari Laras yang sedang duduk bersama dengan seorang anak laki-laki dari kelas lain, perkemahan mereka adalah untuk menyatukan 3 kelas berbeda yang sudah lama tidak berhubungan.


Aleska kemudian mencari bangku kosong untuk dirinya duduk kemarin dia akan duduk bersama Laras karena gadis itu akan menunggu dirinya namun kini gadis itu nampaknya sedang menyukai kebersamaan nya dengan laki-laki itu.


Aleska memandang kursi kosong di bangku yang kemarin dia duduki bersama Kenan namun dia tidak melihat keberadaan Kenan duduk disana, Aleska kemudian duduk sendiri dikursi itu.

__ADS_1


Sejak kejadian di air terjun Aleska tidak melihat Kenan lagi, dia sangat merindukan pria itu setidaknya dirinya merasa mulai terhibur dengan setiap kesusilan yang dilakukan Kenan.


Aleska tidak mengetahui bahwa Kenan marah padanya entah apa sebab Kenan marah dan tidak ingin berjumpa dengan Aleska, padahal mereka tidak memiliki hubungan namun Kenan marah karena kedekatan Aleska dengan Arjun.


Saad memandang keluar jendela Aleska tak sengaja melihat Kenan yang sedang berbicara berdua dengan buk Intan, mereka nampak sangat akrab. Bahkan keakraban mereka seketika membuat Aleska kesal dan Butmood.


Kenan masuk kedalam bus yang akan segera berangkat menatap Aleska yang membuang mukanya keluar jendela, Kenan kemudian memilih untuk duduk di kursi bersama bu Intan.


Aleska menghembuskan nafasnya dengan kasar hatinya terasa berbeda Saad Kenan bersama dengan wanita lain selain dirinya, bahkan Aleska tidak tahu menahu apa salahnya hingga Kenan menjauhi dirinya.


"Astaga ada apa dengan ku, kenapa aku tidak suka melihat Pak Williams bersama dengan buk Intan ahhhhh.... " Batin Aleska menjerit.


Perjalanan itu kini menjadi sangat membosankan bagi Aleska berbanding terbalik dengan Laras yang nampak melupakan sahabat nya itu, anak anak lain asik dengan dunia mereka sendiri sedangkan Aleska hanya diam membisu sembari menatap pemandangan diluar jendela.


Mendegar candaan Kenan pada Buk Intan membuat dirinya jengah dan tidak menikmati perjalanan pulang itu, Kenan pun merasakan hal yang berbeda pada Aleska yang hanya diam membisu sedangkan teman teman nya sangat menikmati perjalanan.


Aleska lebih memilih memasang Earphones ke telinga nya kemudian memejamkan mata sekedar untuk menghilangkan pikiran pikiran negatif di otaknya.


Perjalanan dari Bandung ke Jakarta harus menempuh sekitar 3 jam perjalanan santai, bayak dari mereka yang kemudian memilih untuk tidur sembari menunggu waktu sampai ke Jakarta.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang dan mereka semua memutuskan untuk makan di sebuah rumah makan lesehan dijalan, anak anak itu kemudian turun untuk memilih makanan mereka.


Laras dan Intan bahkan membangun Aleska yang sedang tertidur didalam mobil untuk segera turun dan makan, namun Aleska menolak dengan alasan dirinya tidak lapar dan hanya ingin istirahat.

__ADS_1


Akhirnya Laras dan Intan meninggalkan Aleska yang menolak ajakan mereka, Kenan mencar keberadaan Aleska diantara anak anak yang sedang makan namun dirinya tidak menemukan keberadaan Aleska.


"Emz Laras dimana Aleska kenapa dia tidak terlihat? " Ucap Kenan mendekati Laras.


"Dia bilang dia sedang tidak lapar pak, mungkin Aleska lelah dan ingin cepat pulang. " Balas Laras.


Kenan hanya menganggukkan kepalanya Saad mendegar penuturan dari Laras, kemudian Kenan menjauh dari mereka dan membawa nasi kotak untuk dirinya dan juga Aleska didalam mobil.


Tidak seorang menyadari akan hal itu, Kenan menaiki bus mereka kemudian duduk disamping Aleska yang masih memejamkan matanya.


"Kau sangat mirip dengan dirinya Aleska, bahkan nama kalian pun sama. " Batin Kenan sembari menatap Aleska yang sedang terpejam.


Aleska yang menyadari keberadaan seseorang di samping nya kemudian membuka matanya dan terkejut Saad tahu Kenan menatap nya tanpa berkedip.


"Kau kenapa menatap ku seperti itu? " Gumam Aleska sembari menatap Kenan heran.


Kenan mengerjapkan matanya kemudian tersadar dari lamunan nya tentang masa lalu nya.


"Makan lah kau pasti lapar kan, tak usah memikirkan cepat pulang karena kita akan berjalan santai. " Gumam kenan sembari menyuapkan nasi kedalam mulutnya.


Aleska membuka nasi kotak itu dan menatap nya dengan berbinar sebenarnya dirinya sangat lapar namun dia tidak ingin bertemu dengan Kenan jadi dirinya memutuskan untuk tidak makan dan memilih untuk tidur.


Namun orang yang dia hindari malah menemui dirinya dan begitu perhatian terhadap nya, Aleska menatap Kenan dengan heran tadik pagi dia bersikap acuh tak acuh pada Aleska namun siang hari dia begitu perhatian

__ADS_1


"Maaf Pak Williams anda itu sungguh susah di tebak, saya heran dan takjub. " Ucap Aleska sembari memakan nasinya.


Kenan hanya terkekeh mendegar penuturan Aleska terhadap dirinya.


__ADS_2