JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
PERNAH SAKIT TAPI TAK SESAKIT INI


__ADS_3

Sinar mentari mengintip seorang wanita yang masih terlelap dalam tidur nyenyak nya, rambut panjang nya terlihat berantakan wajahnya yang masih terpoles make up masih terlihat cantik.


Sesekali matanya mengerjap karena mentari yang bersinar menerpa matanya, jam sudah menujukan pukul 07.20 Wib tapi terlihat dia masih malas untuk membuka mata indah nya.


Sebuah ketukan membuat nya terganggu dengan malas membuka matanya yang masih terasa sangat mengantuk itu.


"Mbk Aleska apa anda sudah bangun? Pak Arjuna berpesan bahwa hari ini anda ada janji dengan nona Gresia dirumah sakit. " Pekik Anin dari luar.


Seketika mata Aleska membulat mendegar ucapan Anin dia baru inget bahwa dia akan bertemu Gresia dan melakukan pemeriksaan dengan dokter Niko, dengan buru buru dia bergegas dan masuk kedalam kamar mandi.


Sedangkan Anin yang mendegar suara air dari kamar mandi kemudian berlalu pergi dia tahu bahwa Aleska sudah terbangun dari tidurnya, gadis berusia 20 tahun itu nampak menyiapkan sarapan untuk Aleska.


Tak lupa dia membalas pesan Arjuna dari ponsel yang memintanya untuk mengingatkan Aleska bahwa dia ada janji bersama Gresia.


"Andai dokter Aleska adalah aku ahhhh aku pasti akan sangat keren, punya banyak uang banyak orang yang mencintainya astaga beruntung seketika dia dokter Aleska. " Gumam Anin membayangkan dia adalah Aleska.


Aleska yang sudah mengenakan celana jeans hitam berpadu kemeja hitam membuka nya begitu cantik tak lupa dia mengulung rambut panjang nya agar tidak berantakan, menyambar tas dan juga jas putih kedokteran nya kemudian buru buru turun untuk pergi ke rumah sakit.


"Selamat pagi mbk Aleska.. " Sapa Anin.


"Anin kirim saja sarapan ku pada pak joko aku buru buru... " Pekik Aleska pergi menaiki mobil pribadinya.


"Siap mbk Aleska. " Ucap Anin menatap meja makan yang sudah dia siapkan.


"Bagaimana bisa aku lupa pada Gresia.. " Gumam Aleska.

__ADS_1


Dia mengendari mobil dengan cepat sebelum jalan itu mulai padat oleh kendaraan yang berhalu lalang, Arjuna nampak beberapa kali menghubungi Aleska tapi tidak di gubris oleh nya. dia sudah terlambat bertemu dengan Dokter Niko dan Gresia.


Tak lama dia sampai di depan rumah sakit itu tepat pukul 08.00 pagi Aleska mengirim pesan pada Arjuna.


"Maaf aku terlambat makanya jadi buru buru, nanti aku hubungi lagi selamat pagi. " Bunyi pesan Aleska pada Arjuna.


Tak lama panggilan masuk dari nomor Gresia, Aleska segera mengangkat pangilan itu dan menyapa Gresia.


"Hallo selamat pagi Gresia? " Sapa Aleska sembari berjalan ke ruangan.


"Selamat pagi dokter Aleska, apa dokter ada dirumah sakit sekarang? " Ucap Gresia.


"Ah iya kebetulan aku baru sampai kamu bisa langsung temui saya di ruangan saya dirumah sakit, saya tunggu. " Ucap Aleska.


"Lelah sekali seperti kerja setan saja.. " Ucap Aleska sedikit bersantai di kursi nya.


Aleska membuka setiap laporan yang sudah disiapkan oleh dokter Niko untuk nya, semua tes otopsi pertama dan juga tes DNA yang sudah dilakukan.


Aleska membuka dan mencermati semua berkas berkas itu dengan teliti dia tidak ingin jika samapai ada kesalahan walaupun sedikit, semua poto dan juga cincin yang ditemukan berasa di diatas meja Aleska.


TOK TOK TOK


Suara ketukan membuat Aleska menutup semua berkasnya dan menyuruh seseorang dibalik pintu itu untuk masuk kedalamkedalam, Aleska tersenyum saat Gresia masuk dan menyapa nya.


"Selamat pagi dokter Aleska? " Ucap Gresia

__ADS_1


"Selamat pagi, silakan duduk. Aku pikiran kamu tidak akan datang kemari. " Ucap Aleska.


Gresia duduk didepan Aleska dengan senyuman yang penuh dengan kekhawatiran, Aleska paham betul apa yang sedang dirasakan oleh Gresia. Di satu sisi dia ingin tahu siapa yang melakukan semua itu pada keluarga nya tapi di satu sisi dia juga takut akan kebenaran itu.


"Dokter bisa saya melihat semua bukti yang sudah anda bicara kemarin malam? " Ucap Gresia berterus terang.


"Boleh tentu saja boleh, aku sudah menyimpan semua nya dari poto tes DNA dan juga identifikasi korban dan pelaku saya harap anda bisa menerima semua ini. " Ucap Aleska menyodorkan semua berkas yang sudah dia siapkan.


Gresia nampak membaca semua berkas itu dengan sangat teliti dan juga hati hati agar dia tidak sampai salah baca dan membuat opininya sendiri, air matanya menetes begitu saja tanpa permisi saat membaca indentitas pelakunya.


"Saya paham anda terluka Gresia tapi anda juga harus bijak menetukan semua ini, jangan sampai di bisa bebas berkeliaran dengan tidak memiliki rasa bersalah. Yang meninggal bukan hanya Ayumna tapi juga Nyonya Alettha? " Seru Aleska.


"Tidak salah lagi ini cincin yang bunda berikan saat ulang tahun Aurora ke 20,bagaiman bisa kamu melakukan semua ini Aurora? " Batin Gresia.


Tangis nya pecah saat mengingat masa lalu yang begitu indah harapan untuk selalu bersama dalam suka dan duka, harapan harapan untuk memilih kehidupan yang abadi bersama sirna dengan semua bukti bukti itu.


"Maaf Gresia saya hanya ingin kamu tahu, untuk urusan yang lain saya serahkan padamu itu bukan hak ku untuk menghakimi saudara mu. " Ucap Aleska menenangkan tangis Gresia yang pecah.


"Bagaimana cara aku untuk berbicara pada ayah ku, bagaimana aku menjelaskan bahwa gadis kecil yang mereka rawat dengan kasih sayang melenyapkan anak kandung nya.. Bagaimana dokter... " Ucap Gresia sendu.


"Kamu harus bisa Gresia demi membuat ibu dan adik mu tenang disana karena kematiannya sudah diketahui, kamu harus kuat Gresia. " Gumam Aleska.


Aleska membiarkan Gresia terus menangis agar perasaan gadis itu jauh lebih baik, perasaannya pasti begitu hancur dengan semua kebenarannya. Hari ini dia mengetahui semua yang telah menghancurkan perasaan dan mentalnya.


JIKA SUKA JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR NYA

__ADS_1


__ADS_2