
Aleska menceritakan semua kejadian saat di rumah sakit tadi dia benar-benar merasa terluka melihat gadis itu menangis pilu, Arjuna juga merasa iba pada Gresia entah bagaimana dia bisa menjelaskan semua itu pada Andre.
Makan siang itu dia habiskan untuk berada dirumah Arjuna dia cukup letih dengan semua pekerjaan nya, Aleska berpikir sebaiknya dia mengambil cuti sebentar untuk menjernikan pikiran nya.
"Kamu juga tidak sudah terlalu memikirkan semua itu Aleska, kita cukup berdoa saja untuk kebaikan keluarga Wijaya. " Ucap Arjuna mengelus puncak kepala Aleska yang bersandar pada bahu bidangnya.
"Aku lelah Arjuna, mungkin sebaiknya aku cuti untuk beberapa waktu sembari menunggu kabar dari Gresia untuk proses yang lebih lanjut. " Gumam Aleska.
"Iya aku setuju sekali sudah lama kita tidak pergi bersama, terakhir saat 5 tahun yang lalu.. " Ucap Arjuna mengingat saat dia dan Aleska berada di Singapura 5 tahun lalu.
"Bagaimana jika kita ke Bali saja? " Timpal Arjuna.
"Aku setuju disana aku bisa menikmati indahnya pantai sembari menjernihkan pikiran. " Seru Aleska.
__ADS_1
"Kemarin mama menghubungi ku, dia bertanya tentang pernikahan kita. Kau tahu mama sudah tidak sabar ingin melihat kita bersama Aleska. " Ucap Arjuna bercerita tentang pernikahan mereka.
Aleska nampak terdiam dia sangat takut saat Arjuna atau ibunya bertanya akan hal itu, entah lah sangat sulit sekali membuka hati untuk orang yang sebaik Arjuna.
"Aku tidak memaksa mu aku akan menunggu sampai kamu benar-benar siap, karena menikah itu bulan hanya sebuah hubungan kedua manusia tapi hubungan menyatukan dua insan yang bisa hidup bersama. " Jelas Arjuna.
Arjuna tidak pernah membuat Aleska merasa terpaksa dia begitu sabar menunggu sampai gadis itu benar-benar siap, walaupun dia sendiri pun sangat takut jika suatu saat Aleska memiliki masa lalu nya.
Tapi dia juga tidak bisa memaksa kehendak nya sendiri disini bukan hanya hatinya yang harus bahagia, tapi hati dan jiwa raga Aleska juga harus benar-benar untuk dirinya. bukan dengan unsur keterpaksaan karena itu akan menghancurkan semua impian indah.
"Aku menunggumu mencintai ku Aleska, bukan dengan keterpaksaan tapi aku ingin kau mencintai ku menikahi ku dengan dasar cinta yang sesungguhnya. " Ucap Arjuna mengengam tangan Aleska erat.
"Terima kasih Arjuna kau adalah pria terbaik yang aku punya, aku beruntung bisa bersama dengan mu. Maaf... " Ucap Aleska memeluk Arjuna.
__ADS_1
"Maaf untuk apa? " Ucap Arjuna.
"Aku sudah terlalu sering melukaimu membuat mu kecewa dengan penolakan ku tapi dengan sabar kamu masih berada disamping ku. " Gumam Aleska.
"Itu lah cinta Aleska, ketika aku percaya suatu saat kesabaran ku akan membuahkan hasil yang manis dan memang terbukti kini kau menjadi milik ku. " Gumam Arjuna bahagia.
Mereka berpelukan lama merasa kenyataan dan pikiran mereka yang berbeda, Arjuna berpikir jika Aleska sudah mencintai dirinya sedang kan Aleska berpikir bagaimana cara agar dia bisa melupakan Kenan dan memulai hidup baru dengan Arjuna.
Kehidupan nya begitu rumit dengan berbagai teka teki dan juga kebahagiaan yang selalu diberikan Arjuna padanya, tapi disisi lain di dalam lubuk hatinya dia masih mengingat Kenan.
Dokter Aleska...
__ADS_1
TINGGALKAN JEJAK JIKA SUKA TERIMA KASIH