
"Aku tidak bisa terus menerus seperti ini, aku harus bangkit dari keterpurukan ku menatap masa depan ku kembali. " Gumam Aleska.
Aleska berjalan menuju puskesmas di mana dia sekarang bekerja membantu masyarakat desa yang kekurangan tenaga kesehatan dan juga pengetahuan tentang kesehatan mereka.
Beberapa orang menyapa Aleska dengan ramah membuat gadis itu begitu seneng karena dirinya kini sudah lebih dikenal oleh warga setempat, meski ada saja beberapa orang yang tidak menyukai dirinya.
"Selamat pagi dokter Aleska? " Sapa seorang warga yang sedang bertani padi sawah.
"Selamat pagi juga semua, wah pagi pagi sudah semangat bekerja.. " Ucap Aleska ramah.
"Harus dong buk dokter kan anak istri kita butuh makan, sama seperti buk dokter yang sudah cantik dan siap membantu kami. " Ucap mereka.
"Kalau begitu saya pergi ke puskesmas dulu, selamat berkerja. " Ucap Aleska berjalan berlalu meninggalkan mereka yang nampak mulai kembali bekerja.
"Semangat Aleska waktu mu tinggal 1 bulan lagi di desa ini kamu harus bisa membuat mereka semua lebih baik, sebelum kamu sendiri pergi. " Batin Aleska begitu bersemangat.
Tak lama Aleska sudah tiba disana bertemu dengan 2 orang bidan desa yang menyambut nya dengan ramah.
"Selamat pagi dokter? " Sapa bidan desa.
"Selamat pagi bidan Dewi dan bidan Sari. " Balas Aleska tersenyum kemudian ikut duduk bersama mereka di meja tunggu.
"Dokter sudah makan? " Tanya bidan Dewi pada Aleska.
"Sudah buk bidan Dewi, kebetulan tadi dibawakan sarapan oleh mbk Wulan. " Gumam Aleska.
Kemudian mereka kembali asik dengan pembicaraan mereka sendiri sembari menunggu jika ada warga yang datang, Aleska membuka ponselnya yang nampak ramai oleh pemberitahuan grub.
"Aleska dimana? "
"Entah lah, sekarang sibuk kali anak itu mentang lah dia jauh makanya lupa pada pekerjaan nya dijakarta. "
"Sudah lagi nanti juga nongol tuh bocah. "
__ADS_1
Begitu lah bunyi beberapa chat grub masuk di ponsel nya masih banyak lagi pesan pesan absurd yang dikirim kan untuk dirinya, Aleska tersenyum sekilas membaca setiap perdebatan teman teman nya itu.
"Aku masih disini guys, masih banyak yang harus aku urus sementara kalian jaga pasien ku di rumah sakit. 1 bulan lagi aku akan pulang. " Balas Aleska pada chat grub nya itu yang kini langsung diserbu dengan berbagai chat balasan.
Aleska hanya membaca nya tanpa niatan membalas perdebatan itu, matanya menatap pesan masuk dari nomor Kenan yang menanyakan keadaan nya.
"Kenapa dia selalu menghubungi ku. " Batin Aleska.
"Selamat pagi Aleska, aku harap kamu baik baik saja disan aku merindukan mu. " Bunyi chat dari Kenan.
"Aku baik baik saja Kenan, berhenti mengubungi ku. " Balas Aleska kemudian mematikan ponselnya.
"Wah dokter Aleska kok kayak lagi senyum senyum terus dari tadi kita perhatian kan?, berkirim pesan dari kekasih hati nya dok? " Goda bidan Sari pada Aleska.
"Ah itu hanya grub chat dari para dokter di jakarta. " Ucap Aleska sungkan.
"Wah kita kira dokter sudah memiliki pendamping hidup, masa seorang perempuan cantik mapan dokter lagi masih sendiri saja? " Ucap bidan Dewi.
"Tunangan saya baru saja meninggal 2 bulan lalu. " Ucap Aleska singkat.
"Maaf dokter kami tidak tahu.. " Ucap bidan Sari.
Aleska hanya tersenyum sembari meminum sebotol air yang sudah disiapkan di atas meja untuk dirinya, Aleska mentap jalanan yang ramai seperti hari ini tidak ada warga yang sakit.
"Hari ini sepi ya dok, apa kita perlu menutup puskesmas? " Gumam bidan Sari.
"Iya dokter dari tadi kita sudah buka dan alhamdulilah tidak ada pasien. " Timpal bidan Dewi.
"Sebaiknya kita tetap disini siap tahu ada pasien darurat, lagi pula puskesmas kan memang harus buka ada tau lun tidak ada nya pasien. " Ucap Aleska lembut.
Aleska nampak sibuk membaca setiap obat yang sudah lama berada disana memilih mana yang sudah tidak bisa digunakan lagi menyuruh bidan Dewi untuk mencatat semua obat yang sudah tidak bisa digunakan.
Sudah 6 jam mereka berada di puskesmas itu dan belum ada seorang pasien pun yang datang, sembari menunggu Aleska melihat fasilitas di puskesmas itu.
__ADS_1
"Bidan Dewi kenapa ruangan bersalin begitu kotor? Bagaimana jika ada pasien? " Ucap Aleska.
"Maaf dokter karena sudah lama tidak ada pasien maka nya tidak pernah di bersihkan. " Ucap bidan Dewi lirih.
"Saya mau jika besok tempat ini dibersihkan segera. " Ucap Aleska.
Aleska berpamitan untuk kembali penginapan dulu karena dia merasa tubuh nya begitu lelah dan berkeringat terus menerus, berjalan menjauh meninggal puskesmas yang sepi.
Dijalan Aleska selalu disapa oleh beberapa warga dan ada juga yang memberikan dirinya buah buahan yang baru saja dipetik, Aleska berterima kasih dan ingin segera pulang.
Tubuh nya bergetar keringat dingin membasahi tubuh nya dan kepala nya terasa begitu pusing hingga membuat Aleska hampir saja tejatuh di depan penginapan nya, dengan perlahan gadis itu segera masuk kedalam dan membaringkan tubuh nya diatas ranjang.
"Ada apa dengan ku, kenapa tubuh ku terasa seperti ini. " Ucap Aleska menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh nya.
Tubuh nya mengigil dan pucat sedang kan Aleska berada disana seorang diri, gadis itu nampak meminum sebuah obat lantas kembali berbaring dan beristirahat.
Kenan menatap langit yang begitu gelap dari balik jendela besar didalam ruangan kerja nya, pikiran berada jauh di sana memikirkan Aleska yang membalas pesan chat nya dengan ketus.
"Aku harus bagimana membuat mu kembali membuka hati untuk ku, kenapa sulit sekali membuat mu melupakan Arjuna dan kembali padaku. " Gumam Kenan.
CLEK
Bunyi pintu ruangan Kenan dibuka dan nampak Sandra masuk kedalam ruangan Kenan dengan senyuman lebar, sembari menyapa Kenan yang hanya diam tidak menggubris kedatangan nya.
"Apa kamu sudah makan siang? " Ucap Sandra.
"Belum, jika kamu mau makan makan lah tidak perlu menunggu ku. " Ucap Kenan berbalik duduk di kursi nya.
"Aku sudah memesan makan siang untuk kita, kamu mau kan? " Ucap Sandra yang terus berusaha mendekati Kenan.
"Sandra.. aku ingin sendiri saat ini jadi ku mohon, pergi lah menjauh dari ku untuk sementara waktu. " Ucap Kenan ketus.
Sandra nampak mengentakan kakinya kesal karena kini Kenan selalu menolak nya sejak tahu Aleska sendiri, hatinya begitu sakit dan kebencian nya itu semakin besar pada Aleska.
__ADS_1
Sandra keluar dari ruangan Kenan dengan membanting keras pintu itu membuat karyawan lain menatap nya heran dan juga takut.