
"Silakan tuan putri.. " Sapa Arjuna meletakan kelapa muda diatas meja yang sudah dipesan nya.
"Terima kasih.. " Ucap Aleska.
Aleska harus terlihat bahagia sama seperti saat pertama mereka datang di bali sebelum Aleska tahu bahwa masa lalunya juga berasal di sana, Aleska menikmati seger nya kelapa muda itu sembari mengedarkan pandang nya menatap semua yang begitu bahagia.
"Setelah ini kita mau kemana lagi, masih jam 2 siang seperti kita sudah hampir mengelilingi semua tempat disini? " Gumam Arjuna menatap Aleska.
"Kita pergi... " Ucap Aleska terpotong saat ponselnya tiba tiba berdering dengan nyarinya.
"Hallo dokter Niko? "Ucap Aleska sembari menatap Arjuna yang tersenyum.
" Hallo Dokter Aleska, maaf jika kami mengganggu waktu cuti anda Dokter. Kita semua membuat tenaga kerja lebih banyak untuk membantu para korban tsunami di kota Aceh, saya harapan Anda mengerti bahwa kami membutuhkan bantuan anda. "Ucap Dokter Niko menjelaskan urusan darurat nya.
Aleska begitu terkejut saat mendegar semua ucapan Dokter Niko.Kenapa dia baru tahu bahwa ada tsunami menerjang kota Aceh, mau tidak mau dia harus segera kembali kejakarta dan berangkat menuju Aceh.
Arjuna menatap Aleska yang begitu panik saat mendegar ucapan Dokter Niko, Aleska menggegam erat tangan Aleska menisaratkan sebuah pertanyaan tentang apa yang sedang terjadi.
"Baiklah Dokter hari ini juga saya kembali ke Jakarta dan kita akan berangkat ke Aceh bersama. " Ucap Aleska menutup panggilan itu.
"Heyy ada apa? Kenapa begitu panik? " Seru Arjuna.
"Dengar aku minta maaf untuk liburan kita yang harus kita sudahi Arjuna, Aceh membutuhkan ku untuk datang. Aku baru tahu jika ada tsunami disana dan semua Dokter harus berasa disana untuk efakuasi. " Cerca Aleska pada Arjuna dengan perasaan tak enak.
__ADS_1
"Astaga Aleska aku juga baru tahu, ok kita pulang sekarang keadaan mereka jauh lebih penting dari pada liburan kita ini. " Ucap Arjuna mengajak Aleska kembali.
Mereka bergegas kembali ke hotel untuk segera berkemas ke hotel untuk segera kembali ke jakarta dengan keadaan darurat ini Aleska hanya memikirkan bagaimana dia segera sampai segera mungkin.
"Seperti nya tidak ada tiket penerbangan untuk sore ini Aleska, aku rasa kita bisa terbang besok pagi. " Seru Arjuna.
"Bagaimana mungkin aku harus menunggu besok pagi Arjuna, mereka akan pergi ke Aceh besok pagi sedekahkan kita baru akan berangkat ke Jakarta? " Seru Aleska bingung.
"Kalau begitu kita pergi dengan mobil saja jika kita berangkat sekarang kemungkinan besok pagi kita bisa sampai tepat waktu bagaimana? " Gumam Arjuna.
"Iyaa tidak masalah kita bisa bertukar kemudi jika leleh, ayo cepat kita kembali ke hotel. " Gumam Aleska.
Setelah perjalanan cukup waktu akhirnya mereka sampai di hotel tempat mereka menginap, dengan buru buru Aleska segera menuju lantai tiga hotel itu untuk berkemas. Sedangkan Arjuna mengurus kepergian mereka yang cukup mendadak itu dengan staf hotel.
Ting
"Maaf Pak saya buru buru.. " Seru Aleska menundukkan kepalanya sopan lantas pergi berlalu.
Pria itu nampak berdiri membeku menatap seorang wanita yang sudah lama dia hindari agar tidak bertemu kembali, namun takdir selalu membuat mereka bersama entah dimana pun itu.
"Sulit Aleska melupakan dirimu sedang takdir saja selalu ingin mempertemukan kita kembali, takdir selalu ingin membuat kita bersama. " Batin Kenan menatap punggung Aleska yang mulai menjauh.
Aleska masuk kedalam kamarnya dan segera mengemasi semua barang barang nya dan juga barang barang Arjuna agar tidak menguras waktu cukup banyak, 30 menit Aleska mengemasi semua itu dan kemudian membawa nya turun menuju lantai satu dimana Arjuna sudah menunggu nya.
__ADS_1
"Tunggu dulu, pria yang aku tabrak tadi seperti nya... " Gumam Aleska menghentikan langkah gontai nya menyeret koper itu.
"Tidak itu bukan dia, pasti hanya mirip saja. " Gumam Aleska menyakinkan dirinya kemudian pergi masuk kedalam lift.
Pesan masuk terus menerus pada ponsel Aleska membuat nya semakin khawatir dengan teman teman dan juga suster yang sudah berangkat lebih awal ke Aceh, beberapa dokter mengirim keadaan para korban tsunami itu yang begitu parah.
"Ya tuhan, semoga mereka semua baik baik saja dan selamat saat bertugas menyelamatkan para korban yang dalam kesusahan." Seru Aleska.
Ting
Bunyi lift membuyarkan lamunan Aleska membuat gadis itu segera menarik kopernya menuju pria berkemeja biru dengan celana pendek yang sedang berbincang dengan seseorang.
"Arjuna... " Seru Aleska.
"Ahh apa semua sudah kamu kemasi? " Ucap Arjuna menatap Aleska.
"Sudah ayo kita berangkat ini sudah jam 2 siang, lebih cepat lebih baik. " Ucap Aleska.
"Iyaa, maaf tuan Gio saya buru buru lain waktu kita sambung kembali obrolan kita yang tertunda. " Ucap Arjuna menyalami pria yang bernama Gio itu.
"Iyaa hati hari bu Dokter dan juga Arjuna. " Ucapnya dengan senyuman manis.
Aleska dan Arjuna tersenyum sebelum pergi meninggalkan Gio yang menatap mereka dari kejauhan, Aleska terus saja berbicara di ponsel nya dengan nada khawatir membuat Arjun semakin mempercepat kendaraan nya.
__ADS_1
"Aku berharap malam ini kita bisa samapai di Jakarta dengan selamat, agar besok pagi aku bisa ikut serta merta semua Arjuna. " Gumam Aleksa.
"Iyaa kita akan sampai, kamu jangan panik. " Ucap Arjuna menenangkan Aleska.