JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Runtuhnya langit ku


__ADS_3

Aleska menjatuhkan dirinya diatas kasur dan kembali terlelap dengan nyenyak, waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 sini hari.


Suara burung nampak jelas terdengar dan matahari nampak mengintip seorang gadis yang masih terlelap itu dengan malu malu, Aleska mengerjabkan matanya saat sinar matahari menatap nya.


"Huaaaa kek baru tidur mala dah pagi aja.. " Gumam Aleska.


Gadis itu Mencempol rambutnya asal sembari menatap layar ponselnya, nampak beberapa panggilan masuk dari Rendy dan juga Arjuna membuat Aleska menatap jam pada ponselnya.


"Astaga sudah jam 09.00 ya ampun... " Ucap Aleska segera melempar ponselnya dan berlari kekemar mandi.


Aleska mandi dengan begitu cepat dan mengenakan kaos bewarna pink dan celana jeans hitam tak lupa dia menganakan sepatu sport berwarna putih kesukaan, sejenak Aleska memandang pantulan dirinya di cermin lalu tersenyum dan menyambar tas dan ponselnya.


"Ok hari kedua gak boleh telat pasti sudah ada pelagan yang menunggu.. " Gumam Aleska sembari berjalan cepat.


Beberapa orang menyapa Aleska dengan ramah, Aleska dikenal sebagai orang yang sangat ramah dan suka membantu, beberapa dari mereka sangat menyayangkan keputusan Aleska berhenti dari kedokteran tapi semua sudah menjadi keputusan Aleska.


Aleska keluar dari Apartemen dan memanggil supir taksi untuk mengantarkannya, Aleska menelepon Arjuna untuk memberi tahu bahwa dia sudah dalam perjalanan.

__ADS_1


"Haloo Aleska kau dari mana saja? Aku menghubungi mu sedari tadik... " Cerca Arjuna tanpa henti.


"Iya maaf aku kesiangan Arjuna ada keadaan darurat tadik malam, jadi ada apa kenapa kalian menghubungi ku terus menerus? " Ucap Aleska.


"Tante Diana masuk ke rumah sakit Aleska, mobilnya mengalami kecelakaan.. " Ucap Arjuna.


Bak disamabr petir disiang hati Aleska terdiam membeku mendegar ucapan dari Arjuna, beberapa kali Arjuna memanggil Aleska yang terdiam. Tak terasa air matanya meleleh begitu saja tanpa berhenti.


Aleska menghapus air matanya segera dan bertanya dimana dia sekarang, Arjuna memberi alamat rumah sakit dimana Diana dibawak. Dengan cepat Aleska menyuruh supir taxi itu membawa nya rumah sakit yang cukup dekat dengan toko bunga nya.


Pikiran nya berkelana jauh ke kenangan dimana di kecil dahulu Aleska menangis dengan sikapnya selama ini pada Diana, hatinya merasa was was karena belum tahun kabar dari sang ibu.


Setelah perjalanan cukup lama akhirnya Aleska samapai di rumah sakit Diana dirawat Aleska berlari mencari Arjuna yang sudah berada dirumah sakit itu lebih dulu, Aleska berlari dan memeluk Arjuna.


"Tenang lah semua akan baik baik saja Aleska.. " Gumam Arjuna mengelus punggung Aleska yang bergetar.


Di sana sudah ada Willi dan Rendy yang menunggu Diana terlihat kekhawatiran yang begitu kentara di mata dan wajah Willi menunggu dengan cemas keadaan sang istri yang terluka parah.

__ADS_1


"Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya, aku aku... " Ucap Aleska terbata bata.


"Percaya lah semua akan baik baik saja, berhenti menangis Aleska berdoa lah semua akan kembali seperti dulu ok. " Ucap Arjuna menyemangati Aleska.


Seorang dokter keluar dari ruangan oprasi Diana dengan wajah panik.


"Dokter Aleska... " Teriak seorang dokter laki laki itu pada Aleska.


Aleska bejalan cepat menghampiri dokter itu.


"Dokter Adam bagaimana dengan ibu ku.. " Tanya Aleska.


"Dokter Diana sangat kritis Dokter Aleska, harapan hidup nya sangat lah tipis. Masuk lah.. " Ucap Dokter yang bernama Adam tersebut.


Aleska masuk masuk kedalam ruangan oprasi itu mengenakan stelah hijau yang diberikan dokter Adam padanya, Aleska melangkah gontai menatap nanar wanita yang selama 10 tahun belakang ini dia benci dan dia tak pernah mengangap nya.


"Bunda.. " Gumam Aleska lirih dengan tangisan yang tiada henti.

__ADS_1


Aleska menyentuh tangan wanita yang tergeletak tak berdaya wajah cantik nya tidak lagi tersenyum, kini dia hanya terdiam dengan bantuan alat-alat pernafasan.


__ADS_2