
Hari ini Aleska sengaja mengambil cuti dari rumah sakit karena Bara mengajak nya untuk bertemu dengan orang tua nya, Aleska nampak gugup karena ini kali pertama nya bertemu dengan orang tua Bara.
"Selamat pagi.. " Sapa Bara memberikan bunga mawar pada Aleska.
"Selamat pagi Bara, Terima kasih bunganya. "
Aleska meletakan bunga mawar merah itu pada vas bunga di ruang tamu nya menatap indah setumpuk mawar itu yang masih begitu seger.
"Apa kamu sudah siap? " Ucap Bara.
"Iya aku sudah siap, apa orang tua mu ada dirumah?. Aku merasa gugup. "
"Mereka ada dirumah dan aku sudah memberi tahu mereka jika aku akan mengenal kan cinta pertama ku pada mereka. "Ucap Bara dengan semangat.
Aleska menatap mata pemuda itu yang begitu bebinar saat bersama dengan dirinya sama seperti saat dia bersama dengan Arjuna dulu, Aleska tersenyum kemudian merapikan kemeja hitam milik Bara.
" Apa tanggapan mereka tentang diriku Bara?, setelah sekian lama aku menolak mu dan saat kamu sudah dijodohkan dengan seorang gadis yang menerima mu kemudian aku kembali hadir di kehidupan mu? "
"Mereka tidak akan menyalakan mu dengan kebodohan anak lelakinya ini, kamu tahu sekian lama aku hanya berharap dan kini harapan ku terkabul dan aku begitu bahagia Aleska.. "
Bara memegang tangan Aleska menyakinkan wanita itu bahwa dirinya tidak pernah bermain main dengan ucapan nya, Bara menggandeng tangan Aleska agar berjalan mengikuti langkah nya.
Mereka masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Bara menuju kediaman orang tua Bara yang sudah menunggu seorang gadis yang bisa membuat anak nya tergila-gila itu, jalanan nampak ramai dengan hilir mudik kendaraan.
"Bagaimana dengan gadis yang sudah dijodohkan dengan mu? "Ucap Aleska memecahkan keheningan.
" Dia menerima apa yang aku putuskan, dia terlalu muda untuk ku mungkin kini dia sudah kembali bersama kekasih nya.. "
"Kamu begitu yakin jika gadis itu sudah memiliki kekasih dan tidak menyimpan perasaan padamu? "
__ADS_1
Bara menatap Aleska sekilas entah kenapa perkataan Aleska membuat nya memikirkan Mawar, mereka baru saja deket meski begitu Mawar selalu bersikap baik dan tidak acuh padanya.
"Tidak mungkin gadis itu menyukai ku, dia lebih pantas sebagai adikku kamu tahu... " Ucap Bara tersenyum.
Aleska hanya mengganguk mengerti dengan ucapan Bara, tak lama mereka sampai di kediaman Bara.
"Sudah sampai.., ayo masuk mama dan papa sudah menunggu mu.. " Ucap Bara.
Bara membukakan pintu mobilnya untuk Aleska dengan senyuman yang selalu terhias diwajahnya, Aleska menatap rumah besar Bara dengan deretan bunga bunga yang indah dan terawat.
"Ibuku begitu menyukai bunga jadinya ya begitu.. " Ucap Bara yang seakan tahu isi pikiran Aleska.
Bara menggengam erat tangan Aleska masuk kedalam rumah nya dan disambut langsung oleh kedua orang tua Bara yang menatap Aleska dengan lembut.
"Selamat pagi tante om.. " Sapa Aleska langsung mencium kedua tangan orang tua Bara.
Aleska begitu gugup saat Amelia bertanya langsung tentang masa lalu Aleska.
"Maaa.. lihat lah betapa tegang nya wajah gadis cantik ini? " Ucap Derry tersenyum pada Aleska.
"Tante hanya bercanda saja koo, selamat datang dirumah Bara nak Aleska. " Amelia nampak langsung memeluk Aleska dengan sayang.
"Terima kasih tante dan om sudah menyambut saya dengan baik. "
"Tentu saja nak, panggil mama Amelia saja dan ini papa Derry, sini duduk masa mau berdiri aja. "
Mereka nampak duduk diruang tamu bersama sedang kan Bara menjauh dari mereka untuk mengangkat sebuah panggilan dari kantor nya.
"Aleska kerja dimana? " Ucap Derry lembut.
__ADS_1
"Saya seorang dokter di rumah sakit kasih bunda om.. "
"Loh kamu dokter ya ampun impian mama banget loh punya menantu seorang dokter. "
Kedua orang tua Bara nampak antusias bertanya tentang kehidupan Aleska yang membuat gadis itu menjadi nyaman dan kembali merasakan kehangatan keluarga.
"Oh iya Aleska besok adik Bara akan pulang dari Eropa berlibur disini selama musim panas, semoga kamu bisa akrab sama dia. " Ucap Amelia.
"Bara punya seorang adik? "
"Punya dong nama nya Giselle, kamu pasti cocok bersama dia seperti nya keperibadian kalian sama. "
Aleska hanya tersenyum menanggapi ucapan Amelia dirinya juga bertanya banyak hal tentang kehidupan Bara yang tidak dia ketahuan ketika berpisah beberapa tahun silam.
"Bara selalu bercerita tentang gadis dimasa remaja nya yang begitu membuat nya tergila-gila, mama sampai pusing mendegar celotehan nya.. "
"Kamu tahu Aleska, dulu ada seorang gadis yang bicara jika dia menyukai anak papa tapi dengan keras Bara berbicara jika dia hanya akan menikah Aleska.. Papa jika teringat kenangan itu merasa begitu lucu.. "
"Iyaa Bara itu begitu mencintai mu sampai sekarang perasaan itu tetap sama, meski kita sudah menjodohkan dirinya dengan anak sahabat kami. Tapi mama tidak memaksa jika memang Bara tidak mau. "
"Lalu apa perjodohan itu dibatalkan begitu saja? "
"Perjodohan itu sudah dibatalkan dan orang tua Mawar begitu kecewa dengan keputusan itu, tapi mereka juga tidak bisa memaksa juga jika kedua anak itu tidak ingin bersama. "
"Apa yang kalian bicara? " Ucap Bara yang tiba-tiba muncul di belakang Aleska dan membuat mereka nampak tersenyum.
"Menceritakan betapa kamu begitu bodoh mencintai ku. " Ucap Aleska tertawa.
Mereka tertawa melihat tingkah Kedua pasangan yang nampak bercanda dengan lepas meski Amelia tau jika ada hati yang terluka menghadapi semua ini.
__ADS_1