
"Bara.. dari mana saja kamu nak, Mawar menunggu mu sedari tadi. " Ucap seorang wanita yang dengan begitu lembut.
"Bara dari kantor ma.. " Ucap Bara mematap wanita yang sudah tak muda lagi itu.
Wanita itu tak lain Amalia Admaja ibu kandung Bara Admaja dan istri dari Derry Admaja, seorang ibu rumah tangga yang selalu menjaga keharmonisan keluarga nya.
Amelia adalah wanita yang lembut di usia nya yang sudah kepala 5 kecantikan nya tak penah luntur, Amelia begitu mendukung sang suami saat tahu Bara akan dijodohkan dengan Mawar Djodi sahabat mereka.
"Kantor terus tuh liat calon istri mu sudah siap, mama nelpon juga gak kamu angkat kenapa sih Bara? " Ucap Amelia lembut menepuk pipi anak semata wayang nya itu yang nampak diam.
"Aku sedang tidak ingin pergi ma, aku ingin berbicara berdua saja bersama Mawar.. " Gumam Bara pergi menghampiri Mawar dan menarik nya menuju Gazebo rumah Bara.
"Eh... dasar anak muda jaman sekarang.. " Ucap Amelia tersenyum menatap kepergian dia orang yang di sayang nya.
Mawar nampak gugup saat kali pertama bagi nya bersentuhan dengan Bara sejak mereka dijodohkan, jarak usia Bara dan Mawar lumayan jauh mengingat Bara kini sudah berusia 35 tahun sedang kan Mawar baru berusia 22 tahun.
__ADS_1
Awalnya Mawar menolak perjodohan itu karena bagi nya setiap anak bisa memilih masa depan mereka sendiri, namun setelah perkenalkan rasa itu tumbuh begitu saja pada Mawar meski dia tahu usia mereka berjarak.
Melihat ketampanan kelembutan dan juga kemapanan Bara membuat Mawar jatuh hati pada nya, Bara dengan seribu pesona nya dapat melulu kan hati Mawar yang menolak perjodohan itu tempo hari.
"Kak Bara mau membicarakan apa? " Ucap Mawar saat Bara berhenti di gazebo rumah nya.
"Mawar dengar kan aku, sebelumnya kak Bara minta maaf karena kakak kamu harus merelakan masa remaja mu dengan menerima pemaksaan perjodohan ini. Tapi aku berharap kita bisa berkerja sama sekarang.. " Ucap Bara menatap Mawar membuat gadis itu bersemu.
"Maksut kak Bara apa? "
Seketika ucapan lantang Bara membuat gadis itu tersenyum kecut dia tidak seharusnya bisa berharap jika Bara Admaja bisa melupakan masa lalu, sesuai dengan yah diceritakan oleh Amelia.
"Oh jadi masa lalu kakak itu sudah mau menerima kakak sekarang, aku turut bahagia jika memang benar kak.. " Ucap Mawar mengalihkan mata berair nya dari Bara.
"Iyaa Mawar dan kamu bisa menikmati masa remaja kamu, aku sendiri yang akan bicara pada papa ku dan juga orang tua mu jika memang kita tidak bisa bersama. " Ucap Bara dengan semangat tanpa memikirkan apa yang sedang dirasakan oleh gadis itu.
__ADS_1
"Iyaa aku menurut saja apa kata kak Bara, aku terlalu kekanak-kanakan jika harus bersanding dengan seorang CEO besar seperti kak Bara. " Mawar nampak tertawa dengan mata berkaca kaca nya.
"Terima kasih Mawar. " Ucap Bara memeluk gadis itu.
Air matanya mengalir dengan deras dibalik punggung kokoh Bara saat Bara ingin melepaskan pelukan nya Mawar menghentikan karena dia sedang ingin menikmati suasana bahagia itu sesaat.
"Semoga kamu bisa mendapatkan seseorang yang amat kau cintai Mawar bukan pria dewasa seperti ku.. "
"Iyaa kak Bara bukan tipe ku, aku tidak menyukai om om seperti mu.. "
"Kamu akan menjadi adik tersayang ku selamanya.. " Ucpa Bara mencium puncak kepala Mawar.
Hatinya berbunga bunga mengingat masa lalu nya yang penuh penolakan dari Aleska dan kini dia akan membuat gadis itu menerima nya sebagai kekasihnya.
"Aleska aku akan mendapatkan mu.. " Batin Bara tersenyum bahagia.
__ADS_1