JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Sebuah Kejanggalan


__ADS_3

Aleska baru saja turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumah sakit yang nampak ramai oleh keluarga pasien dan juga perawat yang berjalan beriringan bersama pasien.


"Selamat siang Dokter? "Ucap seorang perawat saat bertemu Aleska.


"Selamat siang juga sus.. "Balas Aleska sembari terus berjalan kearah ruangan doktor Niko.


Tok tok tok


"Masuk.. "Ucap suara dibalik pintu itu.


"Selamat siang dokter Niko.."Sapa Aleska masuk kedalam ruangan bernuansa putih itu.


"Ah Aleska masuk lah baru saja aku menghubungi mu tadi.. "Gumam Dokter Niko mengalihkan pandangan nya dari beberapa kertas putih di meja nya.


"Ada apa dok? Apa ada bukti lain tentang kematian gadis itu?"Ucap Aleksa menatap Dokter Niko.


"Duduk lah, aku sudah memeriksa poto dan juga barang barang yang sudah kamu ambil saat pasien dibawa kesini. Anda tahu ada sebuah cincin yang berada didalam kantung baju gadis itu.. "Timbal dokter Niko.


"Cincin apa yang Dokter masksut?"Ucap Aleksa tidak paham dengan penjelasan dari dokter Niko.


"Ada cincin yang pasti bukan milik korban, ukuran jari korban adalah 16 sedangkan cincin yang saya temukan berukuran 18 dan sudah pasti itu bukan milik korban. "Jelas Dokter Niko.

__ADS_1


"Maaf Dokter tapi bisa saja kan itu milik orang lain yang dia kenal, atau dia ingin memberi cincin itu pada seseorang atau... "Ucap Aleska terputus dan mulai mengerti jalan pikir dokter Niko.


"Jadi maksut dokter bahwa korban di bunuh oleh seorang wanita? "Timpal Aleska.


"Iyaa benar sekali, dicincin itu juga ada sebuah huruf A yang menunjukkan bahwa pemilik itu berinisal A dokter. sebaiknya kita hubungi keluarga korban dan memberikan kabar ini. "Seru Niko.


"Tidak sekarang dok, kita herus benar benar membuktikannya dulu karena jika tidak kita hanya akan membuka luka baru untuk pak Andre. "Ucap Aleska.


"Kamu benar sekali, tapi apa motif dari pembunuhan itu sedangkan setelah diselidiki Ayumna tidak memiliki musuh sama sekali. "Ucap Dokter Niko.


"Yang benar benar tidak memiliki musuh terkadang ada setu diantara sebagian teman atau... Saudara. "Cerca Aleska menerka nerka.


"Emz ya sudah aku akan memeriksa sidik jari yang berada di cincin itu, jika ada perkembangan baru aku akan menghubungi mu. Jika semua terungkap maka kita bisa memberi tahu keluarga gadis itu."Timbal Niko.


"Iyaa segera hubungi ku jika ada perkembangan terbaru, kalau begitu saya pergi permisi."Ucap Aleska.


Aleska keluar dari ruangan dokter Niko untuk kembali keruanganya saat di koridor Aleska bertemu dengan Naomi yang membawa Kenan keluar dari rumah sakit, mengunakan kursi roda.


"Tunggu tunggu.. Kenan belum sembuh total Naomi kenapa kau membawa nya pergi.. "Seru Aleska mendekati kedua kakak beradik itu.


Naomi sama sekali tidak mengubris ucapan Aleska dan tetap membawa Kenan berjalan untuk pergi dari rumah sakit, Kenan hanya diam dia sudah memutuskan untuk pergi dan memulai hidup baru mereka sesuai dengan permintaan Aleska padanya.

__ADS_1


"Tunggu dulu Naomi, saya dokternya dan saya berhak untuk menghentikan kamu membawa pasien saya yang belum sembuh... "Cegah Aleska sembari menahan kursi roda yang ditarik Naomi.


"Kau ini kenapa sih,kau sendiri yang meminta kakakku untuk pergi dari hidupmu pergi dari pandangan mu dan pikiran mu kan.. "Pekik Naomi keras.


Beberapa dokter dan perawat nampak memandang mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Naomi pelan kan suara mu, ini rumah sakit kakak tidak ingin mengganggu pasien lain.Ayo kita pergi. "Ucap Kenan.


"pergi lah jangan ikut campur urusanku dengan kakaku,lagi pula aku sudah bertanya pada dokter Nike dan dia memberi izin untuk aku membawa kakak ku pergi. Lepas.. "Ucap Naomi menepis tangan Aleska kasar.


"Tapi Naomi.. "Cegah Aleska.


Tapi mereka tetap pada pendirian nya membawa pergi Kenan dari rumah sakit, Aleska tidak bisa menahan nya karena itu keinginan Kenan dan keluarga nya.


"Dokter Aleska,ada apa kenapa bertengkar dengan pasien itu? "Tanya seorang dokter pada Aleska.


"Tidak apa Dokter, saya permisi. "Gumam Aleska.


Aleska kembali ke ruangan nya dan duduk sembari melepas jas putih yang ia kenakan, jam sudah menujukan pukul 15.30 waktunya dia bertemu dengan pasien Kenzo di ruangan inapnya.


"Apa Kenzo sudah pulang, aku sampai tidak menjenguk nya tadi sebelum kerumah Arjuna. "Gumam Aleska memeijit pelipisnya yang terasa berdenyut.

__ADS_1


__ADS_2