JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Kembali Lah Aleska


__ADS_3

Diana membuka matanya yang nampak kabur dia menatap anak gadisnya yang selama ini dia rindukan, anaknya telah kembali kepada dirinya sekarang. Wajahnya tersenyum memandang Aleska yang menangis.


"Aleska anak bunda... " Gumam Diana pelan.


"Bunda bertahan lah ku mohon, jangan tinggalkan aku bunda.. " Ucap Aleska.


"Dengar nak bunda tidak akan kemana pun, bunda ada di hati mu kapan pun itu. Aleska maafkan bunda untuk semua penderitaan yang kau alami nak maafkan aku membuat dirinya menderita bunda.. " Ucap Diana lirih.


"Stop bunda aku tidak ingin mendegar apa pun dari mulut bunda aku hanya ingin bunda bertahan dan kita mulai semua nya dari nol bun, aku mohon.. " Seru Aleska memeluk Diana.


"Bunda capek nak bunda mau istirahat sejenak, boleh bunda minta sesuatu pada mu. " Gumam Diana.


"Apa pun itu.. " Ucap Aleska melepaskan pelukan nya.


"Kembali lah menjadi seorang dokter Aleska aku ingin kau menjadi dokter yang hebat seperti diriku, bukan kah itu cita cita mu. Apa kau bisa melakukan itu semua untuk ku? " Ucap Diana menatap Aleska dengan bahagia.

__ADS_1


"Aku.. aku akan berusaha bundaa.. " Ucap Aleska.


Diana menatap Aleska dengan senyuman dan itu adalah senyum terakhir sebelum dia menutup matanya untuk selamanya, bunyi nyaring pendeteksi jantung membuat Aleska luruh ke lantai oprasi yang dingin.


Matanya terasa berat dan Aleska tergeletak tak sadarkan dirinya, semua orang nampak panik dengan kehilangannya kesadaran Aleska, Adam segera menggendong Aleska keluar dari ruangan itu dengan panik.


Mereka yang menatap Adam menggendong Aleska pun terlihat panik dan penuh tanda tanya, mereka mengikuti Adam ke ruangan kesehatan membawa Aleska dan meletakkan nya diatas ranjang rumah sakit.


"Dokter Adam ada apa dengan Aleska.. " Pekik Arjuna panik.


William yang mendegar ucapan Adam seketika memegangi dadanya yang terasa nyeri dan membuat semua orang langsung panik, nafasnya terasa berat dan sesak. Untuk Rendy segera menangkap tubuh nya yang sudah tidak bergerak lagi.


Dokter Adam memeriksa Willian dan terlihat wajahnya terlihat begitu sedih dan lesu.


"Dia sudah tiada pak willy mengalami serangan jantung dadakan, silakan hubungi keluarga mereka biar pak William diurus oleh perawatan dulu. " Seru Adam.

__ADS_1


Perawatan sudah membawa jenazah Willi dan Diana untuk dimandikan, sedangkan Arjuna binggung harus bagaimana menghubungi Kenan untuk memberi tahu kabar dulu ini.


"Aleska malang sekali nasib mu sayang. " Gumam Arjuna menatap sang calon istri yang belum sadarkan diri.


"Ada Aleska belum sadar Arjuna? Semua sudah siap dan siap makamkan.. " Ucap Rendy.


"Belum Rendy lalu bagaimana kita bisa menghubungi Kenan anak pak William? Aleska juga belum sadarkan diri. " Gumam Arjun.


"Sabar, hubungi tante Liea agar dia menemani Aleska dirumah sakit sedang kan kita berangkat ke pemakaman. " Seru Rendy.


Arjuna mengganguk dan menghubungi Liea memberikan kabar dulu itu pada ibunya, Liea begitu terkejut dengan berita dulu yang dikabarkan oleh anak nya. Liea segera berangkat ke rumah sakit umum menemani Aleska.


Sedangkan Arjuna dan Rendy sudah pergi bersama dengan ambulan yang membawa jenazah sepasang suami-istri itu yang cinta mereka sehidup dan semati, berat terasa dihatinya saat meninggalkan Aleska yang belum sadarkan diri.


"Dia akan baik baik saja Arjuna. " Ucap Rendy menepuk pundak Arjuna.

__ADS_1


Arjuna tersenyum menatap sahabatnya itu.


__ADS_2