JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Gagal Bertemu


__ADS_3

Pagi itu Aleska sudah bersiap dengan pakaian formal untuk bertemu dengan rekan dokter dari beberapa rumah sakit berbeda untuk membahas kunjungan ke desa desa.


TING


{Aleska apa kamu akan menemui Bara siang ini aku tidak bisa hadir kau tau pekerjaan ku begitu menumpuk belum lagi ini akhir pekan. }


Sebuah chat masuk dari Sandra yang memberi tahu Aleska ketidak hadirian dirinya bertemu Bara, mereka sudah merencanakan untuk bertemu di sebuah cafe saat makan siang.


"Jadi aku akan bertemu dengan nya sendiri, tidak masalah itu teman lama.. " Gumam Aleska nampak sedikit kecewa dengan Sandra.


Aleska membalas dengan pesan nya kemudian segera berangkat menuju rumah sakit dimana para dokter lain sudah menunggu dirinya, ini sudah lima bulan saat kepergian Arjuna dan Aleska sudah mulai terbiasa tanpa pemuda itu.


Hari harinya dia lewati sendiri dengan bekerja dan juga menghibur diri bersama dengan teman teman dokter nya, berlembur hanya untuk menghilangkan rasa rindunya.


Sedangkan Kenan sudah mulai jarang menghubungi dirinya dan Aleska juga sudah tidak memikirkan semua itu kini wanita berusia 28 tahun itu mulai hidup kembali dengan dirinya sendiri.


Tanpa memikirkan Kenan atau Arjuna dia berdiri dan berharap semua akan kembali normal dengan berjalan nya waktu menikmati indahnya dunia dalam kehidupan nya.


Aleska menatap jalanan yang begitu ramai para karyawan dan juga pelajar yang berhalu lalang menuju kesekolah, jalanan dikota jakarta yang selalu ramai dan padat membuat Aleska merasa begitu jenuh dan kesepian.


"Jika masih ada kamu mungkin di tengah kepadatan jalanan ini aku masih bisa tertawa mendegar ucapan mu, mendegar suara mu yang selalu membuat ku ceria.. " Ucap Aleska menerawang jauh masa lalu nya.


TIN...


Bunyi klakson mobil membuyarkan lamunan Aleska dan kemudian segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit, tak lama Aleska sudah sampai dan langsung pergi kedalam.

__ADS_1


Beberapa pasien dan juga perawatan disana menyapa Aleska dengan ramah meskipun dirinya adalah pemilik rumah sakit tidak membuat Aleska menjadi tidak peduli pada mereka yang membutuhkan dirinya.


"Selamat pagi dokter Aleska.. " Sapa Anggun dengan ramah.


"Selamat pagi Sus.. " Aleska nampak tersenyum manis dan berjalan beriringan bersama menuju ruangan dimana dia sudah di nantikan.


"Suster Anggun apa mereka semua sudah hadir? "


"Sudah dokter tinggal menunggu anda saja. "


"Maaf jalanan begitu macet jadi aku terlambat.. "


Anggun tersenyum mendegar kata maaf yang selalu terucap di bibir Aleska tanpa sungkan sedikit pun, sejak dia bekerja dirumah sakit Anggun adalah salah satu orang yang paling dekat dengan Aleska.


"Selamat pagi semua? Maaf saya terlambat. " Sapa Aleska menatap rekan dokter nya yang sedang berbincang-bincang.


Mereka nampak menatap Aleska dengan senyuman dan juga membalas sapaan Aleska dengan biasa saja.


"Duduk lah Aleska dokter Nike dan dokter Bryan sudah membicarakan rencana kita tempo hari? " Ucap Dokter Nicko.


"Ah iyaa jadi bagaimana? Mari suster Anggun duduk lah. " Gumam Aleska.


"Begini dokter Aleska saya dan para dokter yang lain sudah membicarakan semua rencana tempo hari dan kami semua setuju, kita akan membagi beberapa dokter dan perawat agar mereka bisa membantu beberapa desa yang masih kekurangan. " Jelas dokter Nike.


"Iya dokter, beberapa dokter juga mengusulkan untuk kita membuat donasi untuk beberapa anak didesa yang kurang mampu. Banyak diantara mereka yang tidak bersekolah karena biaya dan ada juga yang bersekolah tanpa seragam dokter. " Sahut Dokter Bryan.

__ADS_1


"Didesa Wangi juga ada beberapa anak dengan kebutuhan khusus dokter, kita juga bisa mencari donasi untuk membeli beberapa vitamin dan juga susu. " Usul dokter Bunga.


"Saya cukup setuju dengan usulan mereka dokter, namun jika kita tidak segera menyelenggarakan donasi itu maka semua itu hanya akan menjadi sebuah omong kosong saja Dokter.. " Seru dokter Bagas antusias.


Aleska mendegar usulan usulan mereka dengan seksama dan Aleska mendukung penuh dengan pendapat mereka yang begitu bagus.


"Ok jadi kita sudah sepat dengan semua rencana ini jadi kapan kita akan memulai mencari galangan dana untuk donasi kita sebelum pergi? " Ucap Aleska.


"Jika lebih cepat lebih baik sebaiknya sekarang juga kita bisa mencari galangan dana itu dokter. " Sahut Dokter Bryan.


Mereka semua nampak setuju dengan ucapan Bryan dan kemudian segera bergegas dan bersiap meninggalkan rumahan rapat untuk mencari galangan dana untuk membantu warga yang membutuhkan.


"Aku harus menghubungi Bara dulu jika hari ini kita tidak bisa bertemu. " Gumam Aleska mengambil ponselnya dan menghubungi Bara.


"Iyaa hallo Aleska.. " Suara lembut Bara menyapa pendengar Aleska.


"Emz.. iya hallo Bara, maaf aku hanya ingin memberi tahu mu jika aku tidak bisa bertemu dengan mu hari ini. Kami para dokter akan melakukan pencarian galangan dana untuk beberapa desa yang kurang mampu. "


"Galangan dana untuk warga kurang mampu? Tidak masalah kita tidak harus bertemu sekarang, lain waktu kita masih bisa kok. "


"Terima kasih Bara maaf membuat mu kecewa, kalau begitu aku tutup dulu aku harus pergi. "


"Ah.. iya.. "


Aleska tersenyum kemudian mematikan panggilan nya dan menyusul rekan dokter nya untuk segera mencari galangan dana untuk warga miskin.

__ADS_1


__ADS_2