JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Bertemu kembali


__ADS_3

"Ada apa Aleska? "Ucap Arjuna menatap Aleska yang nampak sedih di ruanganya.


"Pasien itu meninggalkan Arjuna dan ibunya mengalami serangan jantung aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan keluarganya mendegar kabar duka ini. "Ucap Aleska memeluk Arjuna.


"Aku kembali gagal menghadapi pasien ku.. Aku.. "Seru Aleska dengan tangisan.


"sttt ini bukan salah mu ini takdir sayang, sudah hapus air matamu, jika kamu bersedih semua pasien mu juga akan bersedih ok. "Ucap Arjuna menyemangati Aleska.


Aleska menyeka air matanya sembari memikirkan pasien yang meninggal tadi usia nya masih muda tapi dia sudah kembali ke sang pencipta, Aleska merasa janggal dengan kematian pasien muda tadi.


"Aku merasa janggal dengan kematian gadis itu? "Gumam Aleska.


"Maksut mu bagimana? "Ucap Arjuna bingung.


"Luka robek pada perut nya itu berasal dari pisau dan itu bukan kecelakaan itu pembunuhan, belum lagi pukulan benda tumbul pada kepala nya.. "Jelas Aleska bingung.


"Jadi maksut mu dia sengaja dibunuh? Tapi atas motif apa Aleska? "Gumam Arjuna menatap sang kekasih.


"Besok aku akan bicarakan ini pada Dr Nike untung aku tadi sudah mengambil beberapa poto dan pakaian korban untuk di uji besok, sebaiknya kamu pulang hari usai malam besok kamu meeting kan? "Cerca Aleska pada Arjuna.


"Apa kau akan dirumah sakit? Sebaiknya kamu juga pulang Aleska aku tidak ingin kamu malah yang dirawat karena lelah. "Ucap Arjuna penuh penekanan karena dia tahu Aleska begitu lelah.


"Aku tidak bisa pulang Arjuna aku akan memeriksa kejanggalan kematian pasien ku duku, pulang lah aku akan baik baik saja ok. "Balas Aleska tersenyum.

__ADS_1


Arjuna tidak bisa melakukan apa pun jika itu sudah menjadi keputusan Aleska walaupun dia memaksa sekali pun Aleska akan tetap berada dirumah sakit gadis itu benar benar cukup keras kepala.


"Ya sudah aku pulang jika ada apa apa hubungi aku segera, jaga dirimu love you. "Ucap Arjuna mengecup kening Aleska dan pergi berlalu.


Aleska duduk dikursi lebesaranya dengan pikiran yang kalut, dia menatap lurus poto dirinya dengan sang ibu rasa rindu mencuak dalam hatinya. Aleska memilih untuk mengelamkan kepalanya diantara kedua tangannya memejamkan mata sesaat.


TOK TOK TOK


Aleska membuka mata nya yang sayu sembari menatap seorang perawat masuk kedalam ruangannya dengan buru buru.


"Maaf Dokter.. Ada pasien kecelakaan. "Ucap suster itu panik.


Dengan sigap Aleska menyambar jas putihnya dan mengikuti suster itu menuju ruangan UGD dimana pasien sedang diurus oleh para perawat, waktu sudah menujukan pukul 02.00 Dini hati dan dirumah sakit itu hanya ada Aleska sedangkan dokter lainya sudah pulang.


Aleska terkejut saat melihat pria yang sedang berbaring tak sadarkan diri itu tubuhnya di lumuri darah yang kian mengalir deras, membuat jantung berdegup kencang.


"KENAN.. "Pekik Aleska.


Aleska segera memeriksa Kenan yang masih tak sadarkan diri sembari bertanya bagaimana semua bisa terjadi, seorang suster mengatakan bahwa dia mengalami kecelakan montor di dekat rumah sakit.


Aleska segera membersihkan setiap luka dan menjahit nya dengan cemas kemudian memindah kan Kenan ke dalam ruangan rawat inap, seorang perawat menghubungi keluarga Kenan.


"Apa sudah mengubungi keluarga pasien sus? "Tanya Aleska.

__ADS_1


"Sudah dokter saya menghubungi panggilan terakhir pasien dengan nama Naomi Dok. "Jawab perawat itu.


"Ok pasien sudah stabil kita hanya perlu menunggu dia sadar dan melihat apa ada luka lain selain luka luar dari pasien. "Seru Aleska.


"Kalau begitu kita permisi Dokter. "Ucap perawat itu pergi meninggalkan Aleska di ruangan Kenan.


Aleska duduk di kursi tunggu sebelah Kenan menatap pria itu cukup lama, matanya masih terpejam tanpa ingin terbuka. Wajah tampannya nampak lebam karena kecelakaan itu membuat Aleska merasa iba melihat nya.


"Kau kenapa? "Gumam Aleska.


Pintu terbuka dan menapakan seorang perempuan dengan deraian air mata masuk dan memeluk Kenan dengan erat.


"Dia baik baik saja kita tinggal menunggu kesadaranya."Ucap Aleska berdiri menatap Naomi yang masih terisak.


"Apa yang terjadi pada kak Kenan? "Ucap Naomi memegang tangan Kenan erat.


"Kata perawat dia kecelakaan didekat rumah sakit, saya permisi karena sudah ada saudara yang menunggu pasien. "Ucap Aleska berjalan keluar.


"Apa kau benar benar sudah tidak memiliki rasa pada kakakku, apa kau benar benar sudah mati rasa pada? Kau tahu dia seperti ini karena dia ingin melihat mu. "Ucap Naomi pada Aleska.


Aleska menghentikan langkah kakinya saat ucapan tajam itu keluar dari mulut Naomi, jika dia bisa menjawab ucapan Naomi dia ingin mengatakan bahwa dia sangat merindukan Kenan dan rasa cintanya begitu besar untuk pria itu tapi semua itu tidak semuda itu diucapkan.


Aleska memilih meneruskan jalannya meninggalkan Naomi yang nampak kesal karena Aleska tidak menjawab ucapannya itu, dia menyalahkan kakaknya yang begitu bodoh melakukan sesuatu yang bahkan tidak akan bisa merubah semua itu.

__ADS_1


__ADS_2