
Aleska duduk di tepi pantai sendiri menikmati deburan ombak dan angin yang menerpa wajahnya dengan lembut, Aleska menikmati kesendirian nya dengan tenang tanpa memikirkan apa pun.
"Menikmati keindahan pantai memang bisa membuat kita melupakan semua hal yang mengganjal pikiran. " Ucap Aleska memejamkan matanya.
Sebuah tangan besar menutup mata Aleska dari belakang hingga membuat gadis itu terkejut dan berbalik menghadap sang punya tangan itu, Aleska tekejut saat menatap Arjuna dengan kaos putih dan celana pendek tersenyum padanya.
"Kau membuat ku takut saja.. " Gumam Aleska mengerucut bibir nya.
"*Ha ha ha maaf sayang aku tidak bermaksud begitu, apa kau sudah lama disini? Kau tahu aku mencari dan ternyata kau masih disini. " Ucap Arjuna duduk di sebelah Aleska.
"Ahh aku lupa ponselku mati dan aku belum kembali ke hotel sejak Sore tadi, aku pikir kamu akan lama jadi aku akan duduk dan bersantai disini. " Ucap Aleska merasa bersalah.
"Tak masalah lagi pula aku baru saja pulang, maaf membuat mu harus pergi sendiri padahal aku mengajak mu kesini? " Timpal Arjuna pada Aleska.
"Aku menikmati keindahan pantai lagi pula kamu juga pasti capek, ayo kita kembali.. " Gumam Aleska.
__ADS_1
"Ayoo udara disini juga sudah kian dingin. " Timpal Arjuna menggandeng tangan Aleska meninggalkan pantai itu*.
Mereka berjalan beriringan dengan canda tawa yang mengema sesekali mereka berlari menikmati kebesaman yang tidak pernah mereka rasakan, bercanda dibawa bulan purnama yang terang dan deburan ombak yang indah.
Suasana pantai cukup ramai malam itu banyak muda mudi sedang menikmati kebesaman mereka bersama pasangan dan juga keluarga besar, menikmati jajanan di pinggir pantai dengan tenang dan nyaman.
"*Apa kau mau makan disana, aku lapar? " Gumam Arjuna.
"Jadi kau belum makan? " Ucap Aleska.
"Belum aku pikiran akan lebih enak jika kita makan bersama.. " Timpal Arjuna dengan senyuman lebar.
"Awww sakit sakit, maaf tidak akan aku ulangi lagi bu Dokter.. " Goda Arjuna pada Aleska*.
Mereka saling mengejar dan tertawa bahagia setiap orang akan memandang iri pada kebesaman mereka yang begitu romantis, sebagian dari mereka mengenal kedua pasangan itu pun ikut tersenyum.
__ADS_1
"Dokter Aleska begitu beruntung mendapatkan laki-laki yang kaya dan juga tampan seperti Pak Arjuna, andai itu aku ahhhhh... " Pekik seorang wanita yang sedang duduk bersama dengan pasangan nya.
"*Kalau begitu rebut saja pak Arjuna dari dokter Aleska, lagi pula pak Arjuna tidak tertarik padamu selain aku. " Gumam seorang laki-laki dengan wajahnya yang cemberut.
"Hey kau cemburu? Ya ampun aku hanya memuji mereka saja kenapa kau bagitu serius? " Ucap wanita itu takut jika pasangan marah.
"Terserah... " laki-laki itu nampak kesal dan meninggal nya sendiri di sana*.
Sedangkan Aleska dan Arjuna duduk di kursi kecil memesan dia mangku bakso hangat untuk mengganjal perut mereka yang kosong, matanya tak henti memandang malam yang indah itu. Menatap setiap pasangan yang nampak bahagia menikmati kebesaman.
"*Ayoo makan Aleska, esok aku akan mengajak mu berkeliling kota bali jadi cepat makan dan kita akan kembali ke hotel untuk beristirahat. " Gumam Arjuna menggeser mangku bakso milik Aleska.
"Terima kasih, apa kau besok tidak ada meeting lagi? " Ucap Aleska sembari mencicil bakso nya.
"Tidak ada aku sudah meminta mereka untuk mengadakan meeting pada malam hari saja, jadi pagi sampai sore kita bisa pergi berlibur." Ucap Arjuna memakan bakso sembari menatap Aleska.
__ADS_1
"Apa kau tidak lelah? " Timpal Aleska mereka heran.
"Sudah lah ayo makan aku akan tidur setelah makan, jadi berhenti berbicara terus. " Ucap Arjuna menyuarakan bakso kedalam mulut Aleska*.