JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
RAIN


__ADS_3

Aleska baru saja tiba dirumah nya diantar oleh Laras yang langsung pergi untuk kembali merawat ayahnya yang sedang sakit keras, Aleska melempar tasnya ke sembarang tempat dan menjatuhkan tubuh nya ke kasur Queen size miliknya.


"Hari ini aku benar-benar hari sial ku menyebalkan, belum lagi sekolah mengadakan perkemahan di Bandung. Pasti dia akan membuat rencana untuk mengerjai ku. " Gumam Aleska.


Aleska berdiri dan melepaskan pakaian sekolah lalu menganti dengan pakaian santai, dia mencepol rambut panjang nya asal kemudian turun ke bawah untuk makan siang.


Aleska menuruni anak tangga perlahan menatap rumah yang begitu megah namun selalu sepi dan sunyi, Aleska membuang nafasnya kasar turun dan memakan semua yang sudah disiapkan.


"Nona Aleska kenapa, kok diam saja? " Ucap seorang pelayanan dirumah Aleska.


Wanita bertubuh gempal itu dan sudah merawat Aleska dan rumah nya sejak Aleska pindah ke rumah itu bersama ibunya, namanya bik Jeni dia sebatang kara di jakarta umur tak lagi muda membuat nya susah mendapatkan pekerjaan.


Namun kebaikan seorang dokter membuat dirinya mengabdi dengan setia untuk anak majikannya itu, dia tak lain adalah Aleska.


"Gak papa bik, apa bunda tidak memberi tahu bila dia akan pulang. " Ucap Aleska sembari memasukkan daging kedalam mulutnya.


"Ibuk tidak berkata apa pun nona, lagi pula nona kan sudah biasa bersama bibik dirumah. Ada apa nona, apa nona butuh sesuatu bicarakan pada ku akan ku beli kan. " Ucap bik Jeni.


"Aku tidak butuh apa apa, aku hanya merindukan bunda. Oh iya bik minggu depan sekolah akan mengadakan sebuah perkemahan di Bandung bibik baik baik saad aku pergi yaa. " Ucap Aleska.


"Wah jalan jalan dong nona, iyaa nona Aleska juga hati hati jauh dari rumah. " Balas bik Jeni.


Aleska melanjutkan makannya sembari bermain ponsel sedangkan bik Jeni sudah keluar untuk mengangkat jemuran, Sore itu langit nampak begitu gelap angin pun terasa tidak bersahabat.


Setelah makan Aleska kembali ke kamarnya berbalas pesan dengan beberapa teman kemudian melihat sosial media nya, nampak seseorang mengikuti sosial medianya.

__ADS_1


Aleska kemudian mencari tahu siapa yang sudah mengikuti dirinya di sosial media, Aleska membuat nama si pengikut dan terkejut saad melihat poto yang terpajang seorang pria dan wanita yang sedang berpelukan.


"Apaa guru mesum itu, untuk apa dia ngefollow sosmed gue. Nieh siapa pacarnya kah dah punya pacar masih ganjen aja dasar. " Celetuk Aleska.


Aleska membuka Galeri foto milik Kenan dan melihat begitu banyak poto seorang gadis cantik yang mungkin usia tak jauh darinya, gadis itu nampak sekali bukan orang Indonesia dengan wajahnya yang terlalu ke Jepang.


"Pasti blesteran cantik banget Jepang nya dapet lagi, uhh jadi iri aku. " Ucap Aleska.


Aleska kemudian mematikan ponselnya menatap langit dari balik jendela kamarnya, nampak bulir-bulir air hujan turun membasahi bumi.


"Beneran hujan padahal aku mau keluar mencari angin, eh malah hujan. " Gumam Aleska.


Aleska kemudian kembali ke kasurnya dan bermain ponsel kembali, Berselancar jauh melihat berbagai sosial media nya.


Aleska berhenti di sebuah taman dekat komplek rumah nya dulu tempat dimana dia akan menghabiskan waktu bermain berjam-jam bersama sahabat kecilnya, Aleska turun dari sepeda lalu duduk di ayunan yang dulu sering dia naiki.


"Sepi... Sekarang sudah tidak ada anak anak yang akan menghabiskan waktunya disini. " Gumam Aleska.


Aleska memasang Earphones di telinganya dan mendegar kan musik kesukaan dirinya berjalan menjauh rumah dengan sepeda, berkeliling menikmati udara segar setelah hujan.


Jalanan terasa sangat lah sepi karena cuaca sangat lah mendukung dan angin yang berhembus membuat kulit terasa sangat dingin.


"Tumben sepi banget, biasanya masih ada anak anak yang bermain. " Gumam Aleska.


Aleska duduk di ayunan yang dulu sering dia mainkan bersama sahabat kecil nya, Aleska menatap rumah bercat biru yang kini sudah tidak terawat lagi dengan sedih.

__ADS_1


Aleska dan ibunya memutuskan menjual rumah itu karena ayah Aleska berselingkuh dengan rekan kerjanya, hal itu benar-benar membuat Aleska marah dan tidak ingin bertemu dengan ayahnya lagi.


Aleska menghapus air mata yang menetes di pipi nya tanpa permisi, dia menghapus jauh kenangan buruk itu dan menata kehidupan baru bersama Ibu nya.


Langit yang mendung kemudian kembali mengeluarkan tangisnya Aleska tak beranjak dari tempat nya dia hanya menikmati hujan yang turun membasahi tubuh nya.


Tiba-tiba Aleska tak merasakan tetesan air hujan ditubuh nya lagi, Aleska mendongak kepalanya na melihat sebuah payung sedang meneduhkan dirinya.


Aleska berbalik dan menatap Kenan yan sedang berdiri sembari menatap dirinya, Aleska kemudian berdiri dan bingung bagaimana ada gurunya di taman rumah lama nya.


"Kenapa kau berada di sini. " Ucap Aleska.


Kenan kemudian memberikan payung ktu pada Aleska yang kehujanan.


"Aku tinggal dikomplek ini dan tak sengaja melihat mu, kau sendiri kenapa berada disini dan hujan hujan an? " Balas Kenan.


Aleska menyodorkan kembali payung itu pada Kenan dan pergi berlaku tanpa sepatah kata pun, dia mengendarai sepeda nya dengan santai menikmati hujan sore itu.


Kenan tersenyum melihat Aleska yang mulai hilang dari pandangan mata.


Lihatlah Aleska jika kau berada disini, aku menjamin kau mendapatkan lawan yang imbang. "Gumam Kenan.


Kenan berjalan menuju rumah nya sembari menatap rumah kosong didepan rumah megahnya.


" Aku sangat merindukanmu sahabat kecil ku, dimana kamu sekarang. "Gumam Kenan

__ADS_1


__ADS_2