JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Pemakaman kedua suami istri itu telah selesai Arjuna dan Rendy memutuskan untuk kembali ke rumah sakit bertemu Aleska dan Liea di sana, saat tiba disana Aleska sudah sadarkan diri ditemani Liea yang nampak menenangkan gadis itu.


"Arjun bunda.. " Pekik Aleska saat melihat Arjuna masuk kedalam ruangan tempat nya dirawat.


"Masih ada aku disini. " Gumam Arjuna memeluk gadis itu yang menangis tersedu sedu.


Rendy menatap kedua sejoli itu dengan tatapan yang sulit diartikan dia merasakan nyeri di dalam hatinya, tapi dia telis semua perasaan dan rasa yang membuat dirinya sendiri bingung dengan keadaan semua itu.


"Sayang tenang lah masih ada mama Arjuna Rendy dan tante Mitha yang selalu menemani kamu ok. " Ucap Liea menyemangati Aleska yang tak henti menangis.


"Aku mau melihat bunda Arjuna.. Aku mau bertemu dengan nya.. " Seru Aleska.


"Besok aku akan mengantarmu ke makam tante Diana Aleska, tapi tidak sekarang. Keadaan mu tidak baik belum lagi hari sudah beranjak malam. " Ucap Arjuna.


Hari sudah menunjukkan pukul 18.15 saat Arjuna dan Rendy kembali dari pemakaman itu, langit pun nampak sangat mendung. Rendy berpamitan untuk pulang setelah beberapa saat berada di rumah sakit menemani Aleska.


"Hati hati nak Rendy.. " Pekik Liea saat Rendy berpamitan pulang.

__ADS_1


Di rumah sakit itu hanya tinggal Arjuna dan juga Liea yang menemani Aleska yang sudah terlelap beberapa waktu lalu, dia sangat lelah menangis seharian ini belum lagi keadaannya yang tidak stabil.


"Kamu harus menunggu Aleska Arjuna, mama takut dia kehilangan harapan karena semua masalah yang sudah terjadi pada nya nak" Celetuk Liea pada Arjuna.


"Pasti maa semua ini pasti sangat berat untuk nya. " Balas Arjuna menatap Aleska.


Tak terasa hari sudah beranjak pagi Arjuna masih terlelap di sofa kamar Aleska sedangkan Liea memilih pulang karena dia harus mengikuti rapat pagi hari, Aleska mengerjakan matanya menatap seorang suster yang sedang menyimbak hordeng rumah sakit.


"Selama pagi mbk Aleska.. " Sapa suster itu dengan ramah.


"Selamat pagi Sus.. " Balas Aleska tersenyum.


Aleska menatap Arjuna yang masih saja terlelap dengan damai,dia memakan bubur yang sudah di siapakan suster tadik dengan lesu. Tak sampai habis Aleska sudah menaruk nya kembali keatas nakas lalu meminum obat nya segera.


Aleska berdiri perlahan dan melepaskan infus pada tangannya dengan rasa pelan, kemudian berjalan mendekati Arjuna di sofa. Tubuh nya juah lebih baik dari kemarin walaupun matanya nampak menghitam karena menangis.


Aleska duduk di samping Arjuna yang sedang tertidur matanya tak henti menatap laki laki yang selalu sabar bersama dirinya, Aleska tersenyum memandang wajah tampan Arjuna.

__ADS_1


Matanya mengerjab perlahan terbuka menampakkan wajah cantik Aleska tanpa mekeup, dia tersenyum menatap gadis itu yang tersipu malu karena ketahuan Arjuna bahwa dia diam diam memperhatikan dirinya yang sedang tidur.


"Aku tahu aku tampan tapi jangan sampai kau mengeluarkan liur mu itu.. " Ucap Arjuna mengoda Aleska.


"Iss apaa sih.. " Sungut Aleska sebal kemudian berdiri.


Dengan cepat Arjuna menahannya agar tidak pergi, Arjuna menatap tangan Aleska yang mengeluarkan darah karena melepaskan infus sendiri.


"Kau ini seorang dokter yang sangat keras kepala. " Ucap Arjuna.


"Itu kau tahu aku seorang Dokter jadi berhenti menghawatirkan diriku terus, aku tahu mana yang baik untuk ku mana yang tidak Arjuna. " Sahut Aleska menarik tangannya dari Arjuna.


"Yaaa terserah kau saja. " Gumam Arjuna pasrah.


"Aku tahu kau peduli padaku Arjuna, tapi kumohon jangan sampai kepedulian itu membuat mu melupakan dirimu sendiri, aku bisa menjaga diri ku sendiri ok. " Ucap Aleska menatap Arjuna.


"Aku mencintaimu Aleska dan akan tetap sedemikian samapai kapan pun. " Balas Arjuna.

__ADS_1


"Aku takut kau kecewa telah mencintai ku Arjuna. " Batin Aleska.


Aleska menundukkan wajahnya menatap lantai rumah sakit yang terasa dingin seperti hatinya, dia masih berharap tentang Kenan walaupun sudah ada Arjuna yang selalu siap membuat dirinya bahagia.


__ADS_2