
Arjuna termenung memikirkan ucapan Naomi tentang Aleska dan Kenan kakaknya, apa benar yang dikatakan Naomi jika Aleska belum bisa melupakan masa lalunya.
"Kepala ku pusing dan tambah pusing saja memikirkan semua ini.. "
"Kepala mu pusing, apa kau meminum obat haa... "
Aleska nampak panik saat mendegar ucapan Arjuna bahwa kepala nya pusing, Aleska lantas memeriksa suhu tubuh dan juga detak jantung pria berusia 29 tahun itu.
"Aku baik baik saja Aleska, sejak kapan kau disini? "
Ucap Arjuna memegang tangan Aleska yang berada di kening nya.
"Aku baru saja datang dan mendengar kamu mengeluhkan kepala mu, jika ada sesuatu hubungani aku segera Arjuna. "
Aleska nampak sedikit kesal melihat Arjuna yang hanya tersenyum menatap dirinya, Aleska begitu khawatir jika pria itu sampai sakit karena hanya Arjuna yang selalu ada bersama dirinya dan selalu ada untuk nya.
"Aku baik baik saja apa kau sudah makan siang,aku sangat lapar? "Gumam Arjuna memegang perut nya.
__ADS_1
"Aku sudah makan tadi dirumah sakit sebelum kesini, tunggu disini aku akan ambilkan makan dan obat. "
Aleska pergi dari hadapan Arjuna menuju meja makan mengambilkan makan siang dan obat untuknya, sedang kan Arjuna masih memikirkan tentang perkatan Naomi.
"Aleska begitu peduli padaku, dia juga sangat khawatir dengan ku. Tapi kenapa hatiku ragu padanya... "
"Ayo makan dulu aku tidak bisa lama disini, kau tahu rumah sakit selalu ramai dan ada saja yang berada disana dan aku harus siap siaga. "
Aleska menyuapkan nasi kemulut Arjuna sembari bercerita tentang pasiennya dirumah sakit, Aleska akhir akhir ini terlalu sibuk dengan pekerjaan nya itu hingga melupakan waktu untuk dirinya sendiri beristirahat.
Ucap Arjuna mengingatkan Aleska tentang penyelidikan kematian Ayumna yang terasa janggal.
"Aku belum sempat membicarakan hal itu pada dokter Niko, semalam masih ada pasien baru jadi aku terlalu lelah untuk memikirkan masalah itu dulu... "
Jelas Aleska memberikan obat pada Arjuna wajah cantiknya memancarkan kelelahan tapi dengan senyuman nya dia bisa menipu semua orang, Arjuna mengelus lembut puncak kepala Aleska.
"Jangan terlalu lelah Aleksa,Dokter juga manusia ada kalanya kamu lelah dan butuh istirahat.Jangan terlalu memikirkan orang lain hingga kamu lupa memikirkan dirimu sendiri. "
__ADS_1
Arjuna menasihati wanita yang amat ia cintai itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, Arjuna sangat ingin membicarakan masalah Naomi tapi dia butuh waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu pada Aleska.
"Ada apa? Apa kau ingin membicarakan sesuatu padaku? "
Aleska menatap Arjuna yang sedang memperhatikan dirinya, dia tahu ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh nya tapi sungkan untuk di bicarakan.
"Tidak ada, kau semakin cantik saja.. "
Arjuna mengalihkan pembicaraan agar Aleska tidak menerus bertanya sesuatu padanya,Arjuna memeluk Aleska dengan erat.
"Aku takut kehilangan mu Aleska, kau tahu aku menunggu mu seberapa lama dan aku selalu ada untukmu. Aku berharap kau akan tetap bersama ku hingga tua bersama."
Aleska terdiam mendegarkan ucapan Arjuna dia pun sangat mengerti bagaimana susah nya dia menunggu Aleska bisa berada dipelukannya, memperlakukan nya selembut mungkin dengan kasih sayang.
Itulah kenapa Aleska takut untuk mengakui perasaan nya sendiri dia takut mengecewakan pria yang sangat mencintai dirinya itu, dia tidak mungkin mengecewakan Arjuna untuk kedua kalinya.
Aleska harus belajar untuk melupakan Kenan dan membuka lembaran indah bersama dengan Arjuna, sejelanan nya waktu semua perasaan itu akan hilang dan akan teganti dengan perasan sayang pada Arjuna.
__ADS_1