
Aleska menatap poto seorang wanita dengan jas putih yamg tersenyum manis menatap gadis kecil yang sedang bermain ayunan, gadis itu tak lain Aleska kecil yang nampak sangat bahagia dengan masa lalu nya dulu.
"Seandainya ayah tidak berselingkuh mungkin hidupku dan bunda jauh lebih bahagia dari sekarang, aku rindu ayah aku rindu bunda... "Gumam Aleska menyeka air mata yang tiba tiba mengalir deras dipipinya.
Bayangan masa lalu dia dan keluarganya begitu nyata terpampang jelas bahkan saat ayahnya membawa dan memberi tahu ada wanita lain dihidup mereka pun masih teringat jelas dalam ingatan.
TOK TOK TOK
Ketukan pintu membuat Aleska kembali kedunia dan segera menghapus setiap ingatan buruk dan juga air matanya yang tak henti menetes, Seorang perawat masuk kedalam dan tersenyum menatap Aleska.
"Selamat siang dokter Aleska, saya Mala perawat yang biasa menangani pasien yang bernama Kenzo,saya harap dokter bisa merubah semuanya. "Ucap perawatan itu.
"Selamat siang juga suster Mala saya akan berusaha untuk bisa membantu pasien agar jauh lebih semangat lagi."Ucap Aleska ramah.
__ADS_1
Aleska berjalan beriringan dengan suster Mala menuju ruangan VIP milik pasien yang bernama Kenzo itu, ini juga kali pertama Aleska bertemu dengannya. Pintu terbuka dan terlihat seorang laki-laki dengan kulit coklat dan tubuh atletis nya tengah tertidur diatasi ranjang.
"Dia Kenzo Benzia seorang pengusaha besar yang kehilangan harapannya untuk hidup, dia sudah disini 6 bulan dokter. Sejak tunangannya meninggal dalam kecelakaan bersama nya tempo bulan dia menjadi frustrasi dan depresi. Sampai dia ingin bunuh diri. "Jelas Mala.
"Dia sangat tampan berpendidikan dan kaya kenapa tidak mencari wanita lain, kenapa harus menangis yang sudah tiada?"Ucap Alaska.
"Gadis itu sahabat kecil nya dok, makanya sangat sulit untuk dia bisa semudah itu melupakan seorang yang sudah menjadi belahan jiwanya. "Ucap Mala sendu.
Aleska menatap mata Mala yang nampak sedih saat menatap Kenzo setiap ucapan yang keluar dari mulut Mala sepertinya benar benar dari hari, Mala yang menyadari Aleska memperhatikan dirinya menjadi salah tingkah dan bingung dengan dirinya sendiri.
"Emmz sekarang sudah waktunya dia minum obat Dokter, saya akan kembali lagi kemarin setelah mengambil obat. Permisi. "Ucap Suster Mala gugup.
"Kisah nya sama seperti aku dan Kenan... "Ucap Aleska mengingat masa lalunya.
__ADS_1
Aleska mulai melakukan pemeriksaan terhadap Kenzo yang masih terlelap dalam tidurnya, mencatat setiap hal yang dia tahu. Sesekali pria itu mengigau yang menyebut nama seseorang dalam tidurnya.
"Sebenarnya dia sehat semua baik baik saja hanya saja dia tidak bisa berdamai dengan kehidupan barunya. "Ucap Aleska menatap Kenzo.
Perlahan mata itu terbuka dan menatap mata hitam milik Aleska dalam, tatapan kerinduan dan rasa sakit begitu terpancar di bola mata coklat miliknya. Aleska tertegun saat menatap Kenzo yang terbangun dari tidurnya.
Tatapan yang sama yang diberikan Kenzo membuat Aleska mengingat Kenan dulu sewaktu masih bersama dengannya sebagai gurunya, tatapan dingin yang bisa meluluhkan siapa saja.
"Berhenti menatap ku. "Ucap Kenzo dingin.
"Hey tuan dengar mau sampai kapan anda berada di rumah sakit ini, anda tidak sakit tapi anda masih berada disini. "Ucap Aleska menatap Kenzo yang menatap pepohonan di luar jendela.
"Saya bayar bahkan saya juga bisa membeli rumah sakit ini saat ini juga. "Balas Kenzo tanpa menatap Aleska.
__ADS_1
"Dengar anda terlalu dalam menghadapi kehilangan yang seperti ini, apa anda tidak ingin melihat dunia luar yang jauh lebih indah dari rumah sakit ini?"Jelas Aleska.
Kenzo sama sekali tidak mempedulikan ucapan Aleska dia lebih memilih untuk berkelana jauh dalam ingatan nya sendiri,dalam kesepian kesakitan yang dia lalui selama ini.