JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Pasien Darurat


__ADS_3

Aleska merengangkan otot otot dalam tubuh nya karena seharian bekerja dan beberapa kali membantu pasien melahirkan, ponsel nya bergetar nyaring.


"Hallo Arjun ada apa? " Jawab Aleska.


"Hari sudah malam kenapa belum pulang? Cepat pulang aku berada dirumah mu sekarang. "Ucap Arjuna mematikan teleponnya.


"Apaaa... "Ucap Aleska tertegun saat Arjuna mematikan teleponnya sepihak.


"Ada apa dengan nya tumben sekali.. "Gumam Aleska heran kemudian segera membereskan semua barang barang nya kedalam tas dan keluar dari ruangan.


Lorong rumah sakit masih namapak sedikit ramai bayak diantara para keluarga pasien yang masih berhalu lalang di lorong itu, beberapa suster dan dokter menyapa Aleska yang nampak begitu lelah.


"Apa kau akan pulang Dokter? "Ucap Angun mengikuti langkah kaki Aleska.


"Iyaa ada apa Anggun apa ada pasien lagi malam ini? "Ucap Aleska.


"Tidak ada Dok kebetulan saya juga ingin ke kantin makan malam,apa dokter juga akan makan malam? "Ucap Anggun ramah.


"Maaf aku harus pulang ada Arjuna dirumah ku.. "Ucap Aleska tersenyum.


"Hemz ok sampai jumpa Dokter. "Ucap Anggun kemudian berbelok arah menuju kantin rumah sakit yang masih buka.


Aleska menaiki mobil taksi online yang sudah dipesan nya tadi mobil itu melaju dengan perlahan meninggalkan rumah sakit dan menembus jalanan yang namapak ramai, jam sudah menujukan pukul 20.00 Wib.


Dalam mobil Aleska memutuskan untuk tidur sejenak sembari menunggu sampai pada kediaman nya, ponsel nya bergetar tanpa ada pesan masuk.


{Kak Aleska ini aku Naomi. }


Tulis pesan itu yang ternyata adalah Naomi adik Kenan masa lalu nya, Aleska nampak bingung harus membalas nya atau tidak Pesan terus saja masuk ke dalam ponselnya.

__ADS_1


{Aku hanya ingin memberi tahu bahwa kak Kenan dan kak Debiola sudah resmi bercerai,apa kah tidak ada ruang lagi untuk kak Kenan padamu. Kakak ku begitu mencintai mu kak Aleska. }


Aleska hanya membaca sekila pesan itu pada aplikasi berwarna hijau itu, dia tak membalas nya sama sekali karena dia tidak ingin membuat Arjuna kembali terluka dan membuat mama nya kecewa kembali.


Tak lama mobil itu berhenti didepan gerbang rumah Aleska dan kemudian seorang satpam membuka kan pintu gerbang itu dengan senyuman, Aleska menyapa nya kemudian berjalan masuk kedalam rumah.


Aleska masuk kedalam dan terkejut melihat Arjuna sedang menyiapkan makanan diatas meja makan milik Aleska, dengan hati hati Aleska mengejutkan Arjuna yang nampak tidak terkejut itu.


"Apa kau tidak terkejut? "Gumam Aleska sedikit kecewa karena Arjuna tak terkejut.


"Ahh aku terkejut... ha ha ha.. "Ucap Arjuna dengan gelak tawa yang membuat Aleska sebal.


Arjuna yang melihat Aleska nampak kesal dan duduk dengan bibir manyun kemudian mendekati gadis itu dengan senyuman manis.


"Mana mungkin aku tidak tau jika kekasihnya berada dudekat nya, bau parfum mu begitu hafal dalam indra penciuman ku jadi aku tahu dan tak terkejut. "Ucap Arjuna lembut.


"Andai bukan aku wanita yang kamu pilih mungkin dia akan menjadi wanita terbahagia dalam hidupnya. Tapi itu bukan aku.. "Batin Aleska.


Arjuna mengecup bibir Aleska sekilas yang membuat nya gelas karena menatap nya tanpa berkedip dan mematung diam, hal itu membuat Aleska menjadi tersadar dan mengalihkan tatapannya.


"kenapa kau terpesona hingga tak berkedip begitu menatap ku? "Ucap Arjuna duduk di dekat Aleska.


"Terserah kau saja kau ini mencuri kesempatan dalam keperdayaan. "Gumam Aleska.


Arjuna hanya tertawa mendegar ucapan Aleska dan kemudian mereka makan dengan bercerita tentang pekerja mereka masing masing, Arjuna juga bercerita saat Naomi datang ke perusahaan nya untuk melamar sebagai sekretaris.


"Benarkah untuk apa dia melamar kerja toh harta mereka tidak akan habis 7 turunan. "Ucap Aleska nampak terkejut mendegar nama Naomi.


"Aku pun tidak tahu tapi sudah lah.. "Gumam Arjuna.

__ADS_1


Tiba tiba ponsel Aleksa berbunyi nyaring nampak rumah sakit menghubungi dirinya dna segera diangkat oleh Aleksa.


"Dokter ada pasien gawat darurat dengan luka luka tusukan robek dan pukulan benda tumpul, pasien kritis dokter."Ucap suster penjaga malam dengan panik.


"Luka tusukan robek aku segera kesana siap kan ruany operasi 20 menit lagi aku datang. "Ucap Aleska panik.


"Ada apa Aleska? "Ucap Arjuna yang menatap Aleska panik.


"Antar aku kerumah sakit sekarang ada pasien kritis Arjun.. "Ucap Aleska menyamabar jas putih nya di sofa dengan buru buru.


Arjuna mengendarai mobil dengan buru buru menebus jalana yang mulai legang karena sudah mulai malam, Aleska masih sibuk menggarahkan perawat untuk menangani pasien.


Bebrapa menit kemudian mereka sudah sampai dan Aleska segera berlari menuju ruangan oprasi sedangkan Arjuna nampak berbicara dengan seorang keluarga korban.


"Gressa... "Pekik Arjuna saat menatap seorang gadis yang berjalan tergesa gesa.


"Pak Arjuna.. "Gumam Gresia menatap Arjuna dengan heran.


"Pasien saudara mu? Selamat malam pak Bagas? "Gumam Arjuna bersalaman dengan Bagas.


"Iya pak dia adik saya mohon maaf saya permisi. "Ucap Gresia panik.


Arjuna berbincang sebentar bersama dengan Bagas yang tak laina adalah kolagen kerja nya yang membangun saham bersama nya.


"Jadi dokter yang baru saja masuk itu tuangan anda pak Arjuna? "Ucap Bagas.


"Iyaa itu Aleska tunangan saya pak Bagas,kalau begitu saya permisi semoga pasien itu baik baik saja. "Ucap Arjuna bersalaman lalu berlalu pergi.


Bagas hanya tersenyum kemudian menyusul Gresia menuju ruangan oprasi dimana adik nya dirawat, raut kekhawatiran terpandang nyata pada wajah tampan nya.

__ADS_1


__ADS_2