
Aleska pergi bersama dengan Liea untuk bertemu dengan teman nya yang memiliki sebuah perkebunan bunga yang cukup besar dan terkenal, sedangkan Arjuna harus kembali ke kantor nya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.
"Hay jeng Mita apa kabar? " Ucap Liea saat bertemu dengan wanita yang seumur dengan dirinya.
Wanita yang sudah nampak menua itu masih terlihat sangat cantik dan modis sama seperti ibu Arjuna Liea, mereka nampak asik melepas rindu satu sama lain.
"Baik jeng ya ampun tambah cantik aja deh sekarang, ini siapa? " Ucap wanita yang dipanggil Mita oleh Liea sembari menatap Aleska.
"Ini calon istri Arjuna anak semata wayang ku, dia juga seorang dokter loh. " Balas Liea.
"Benarkah jeng wah beruntung sekali udah cantik berpendidikan lagi, jadi ada apa nih kesini? " Tanya nya.
"Aleska ini tante Mita teman mama yang mama cerita padamu, begini calon mantu ku ini mau buka usaha toko bunga bisa kah kamu nyetok bunga ditoko Aleska? " Ucap Liea.
"Boleh banget lah sayang, sini tante kan kasih liat kamu bunga bunga di kebun tante ayoo.. " Ucap Mita merangkul Aleska.
Aleska berjalan mengikuti kedua orang yang nampak sedang asik dengan dunia mereka sendiri, Aleska mengedarkan pandang nya melihat bunga bunga yang nampak bermekaran dan sangat indah.
Para karyawan tersenyum melihat Aleska yang berkeliling Aleska menatap kedua wanita itu yang sedang asik berbincang seru sampai melupakan Aleska dibelakang mereka, Aleska berhenti dan melihat para karyawan itu yang sedang memilih setiap bunga yang akan dikirim ke beberapa daerah.
"Maaf anda siapa kenapa ada disini tanpa izin saya. " Gumam seorang pria dengan pakaian santai yang terlihat menawan.
Aleska terkejut mendengar teguran dari seseorang dibelakang tubuh nya, Aleska berbalik dan menatap seorang pria yang seumur dengan Arjuna sedang menatap dirinya dengan curiga.
__ADS_1
"Maaf saya datang hanya ingin berkeliling bersama tante Mita. " Balas Aleska.
"Kau mau mencuri bunga disini kan, mana ibu ku tidak bersama dengan mu mau nginul kamu nya? " Tuding laki-laki itu.
"Apa an sih, gak percaya banget jadi orang, awas aku mau menyusul tante Mita. " Ucap Aleska mendorong laki laki itu.
Tapi Aleska malah terpeleset dan hampir terjatuh untuk Laki-laki itu dengan sigap menangkap tubuh mungil Aleska yang hampir meyentu tanah di kebun itu.
"Awwww.... " Pekik Aleska berpegang dengan lengan Laki laki itu.
Mereka saling bertatap mata dan terdiam sesaat saling berpandangan namun beberapa detik kemudian Aleska tersadar dari lamunan nya kemudian berdiri dengan tegap sendiri.
"Dasar ganjen... " Ucap laki laki itu meninggalkan Aleska.
Aleska berjalan perlahan menyusul Liea dan Mita yang nampak sudah menjauh dari dirinya, beberapa karyawan menyapa Aleska dengan rama.
"Sebenarnya siapa laki laki itu sok sekali, mungkin juga cuma karyawan disini laga nya sungguh seperti bos besar saja dasar. " Umpat Aleska sebal mengingat kejadian beberapa menit lalu.
"Aleska ya ampun sayang... " Pekik Liea.
Aleska tersenyum sembari mengimbangi jalanya mendekati Liea dan Mita yang tertawa melihat Aleska.
"Maaf kak tante sama mama mu lah asik ngobrol samapai lupa keberadaan mu. " Celetuk Mita.
__ADS_1
Aleska hanya mendegar kan dn tersenyum mendegar ucapan Liea dan Mita yang saling menyalahkan, mereka melanjutkan perjalanan kembali ke rumah Mita yang begitu luas dan besa. Dan ditumbuhi berbagai bunga yang indah dan juga mahal.
Aleska tercengang menatap rumah itu yang di hiasi oleh bunga bunga, Mita menyuruh Aleska dan Liea untuk masuk kedalam rumah nya dan dia akan mengenal kan anak laki-laki nya yang sudah membesarkan bisnis mereka.
"Duduk dulu kan dah lama gak kesini jeng, Rendi kemana sih.. " Gumam Mita.
"Rindi dirumah toh dah selesai apa kuliah nya? " Tanya Liea.
"Ya ampun jeng ya udah selesai lah, dah berapa lama gak kesini dah lupa apa maa Rendi. " Sahut Mita.
Liea nampak tertawa mendegar ucapan sahabatnya itu, Mita memanggil putra nya dengan suara keras.
"Rendiiiiii.... " Teriak Mita.
Seorang laki-laki turun dari lantai dua rumah itu dengan celana jeans hitam dan juga kemeja putih yang menambah ketampanan dan karismatik dari dirinya, dia nampak tidak senang dengan teriakan yang dilakukan oleh Mita saat memanggilnya.
"Maaa aku tidak suka mendegar mu berteriak seperti itu. " Ucapnya.
"Kok kek pernah liat... " Batin Aleska.
Aleska dan laki-laki itu beradu pandang dan saling melongo menatap satu sama lain.
"Loooooooo.... " Ucap mereka bersama an.
__ADS_1