
Mereka semua sudah kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan yang bahagia dan juga lelah yang terbayarkan dengan keindahan yang tersaji.
Aleska memasuki rumah nya sembari menyeret kedua tas ransel nya dengan lesu, membuka pintu dengan tidak semangat. Aleska melemparkan kedua tasnya pada sofa berwarna hitam itu lalu duduk dengan letih.
"Sore non Aleska, udah pulang kayaknya capek banget ya non. " Gumam bik Jeni.
"Capek bik tapi bayak hal seru dan menyenangkan disana, oh iya bik bunda belum pulang? " Ucap Aleska menatap bik Jeni.
"Nyonya sudah pulang 2 hari lalu non, katanya ada urusan di rumah sakit non. " Balas bik Jeni.
Aleska nampak kecewa mendegar penuturan pembantu nya itu, sudah hampir 3 minggu dirinya tidak berjumpa dengan ibunya namun ibunya selalu sibuk dengan berbagai hal.
"Sudah lah non, lagi pula bundanya non Aleska kerja buat masa depan non Aleska kan. Jangan sedih ada bibik kok non. " Ucap bik Jeni menatap ibah pada gadis berusia 17 tahun itu.
Aleska pergi sembari tersenyum menatap bik Jeni dirinya ingin membersihkan diri lalu tidur karena hatinya sedang tidak baik bik saja.
Setelah mandi Aleska memutuskan untuk bermain ponsel di dalam kamar bahkan suara bik Jeni yang mengetuk pintu untuk menyuruhnya makan pun tidak dia hiraukan.
TING
Bunyi notifikasi dari whatsapp nya, nomor tidak dikenali Aleska nampak bingung siapa yang mengirim dirinya pesan tanpa nama.
"Selamat malam... " Bunyi chat itu.
__ADS_1
Aleska menghiraukan si pengirim chat yang tidak dirinya ketahuan dan tak ada poto di aplikasi itu.
"Siapa sih ngechat kagak pakek nama. " Ucap Aleska sembari membuang ponsel nya asal.
"Kenapa aku jadi teringat pak Williams, astaga Aleska jangan sampai kamu jatuh cinta sama tuh orang. Ganteng sih masih muda juga tapi menyebalkan. " Gumam Aleska tersenyum.
"Non Aleska buka pintu dong, bibik di disuruh nyonya untuk memanggil non Aleska ada yang ingin berkenalan dengan nona katanya. " Teriak bik Jeni.
"Iyaaaaaaa.. " Balas Aleska.
Aleska dengan malas kemudian turun dari kasurnya kemudian keluar dari dalam kamar nya, berjalan sembari mengintip siapa yang ingin ibunya kenal kan padanya.
Aleska kemudian turun perlahan sembari memandang pria itu dengan ingat yang mulai hilang, pria itu sangat mirip dengan seseorang di masa lalu Aleska.
"Aleska sini nak.. " Ucap Diana.
Aleska melangkah mendekati Diana dan tersenyum melihat seorang tersenyum padanya.
"Aleska sudah besarnya sekarang, lupa sama om? " Ucap pria itu.
Pria yang mungkin usianya tidak jauh berbeda dari Diana yang masih terlihat muda dan juga memiliki tubuh yang sangat bagus untuk pria seusia nya.
"Om siapa maaf aku seperti mengenal om, tapi aku lupa. " Ucap Aleska.
__ADS_1
"Benarkah kamu melupakan om nak, apa kau juga melupakan Kenan. " Balas pria itu.
Ingat Aleska kemudian kembali ke masa lalu tentang dirinya dan juga Kenan sahabat kecilnya dulu.
"Kenan om ayahnya Kenan? " Ucap Aleska berbinar.
"Hahah iyaa sayang, apa kau ingat sekarang. " Ucapnya.
Aleska tersenyum bahagia mendegar bahwa pria itu adalah ayah Kenan sahabat nya, berarti Kenan ada di Indonesia dan dia bisa bertemu kembali dengan sahabat lamanya.
"Om Willi sudah lama disini, kenapa Kenan tidak bersama om. Apa dia ikut pulang ke Indonesia? " Ucap Aleska semangat.
"Dia ikut pulang nak, sekarang Kenan mengajar di salah satu SMA di Jakarta mengantikan pamannya. " Gumam Wili.
"Benarkah om dimana, boleh aku bertemu dengan Kenan? " Ucap Aleska.
"Tidak sekarang sayang nanti om akan mempertemukan kalian berdua. " Balas willi.
Willi dan Aleska mengobrol bayak hal tentang kehidupan Aleska dan juga kehidupan Kenan setelah perpisahan mereka 10 tahun lalu.
Diana menatap Aleska dan Willi yang begitu akrab seperti seorang ayah dan anaknya membuat Diana yakin bahwa willi adalah orang yang tepat untuk hidup nya dan Aleska.
__ADS_1