JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Menyebalkan


__ADS_3

Aleska terbangun dari tidurnya karena hasrat ingin buang air kecil yang menganggu, akhirnya Aleska keluar dari tendanya dan melihat Kenan tengah berkelana di alam mimpi.


Aleska mendekati pria itu dengan perlahan sembari celingukan mencar tempat untuk buang air.


"Astaga udah gak tahan lagi, mau pergi sendiri takut mana gelep banget. " Gumma Aleska dideket Kenna.


Kenan yang menyadari ada seseorang yang berada di dekat nya kemudian mengerjapkan matanya perlahan dan menatap Aleska yang nampak sedang gelisah.


"Kau kenapa? " Ucap Kenan sembari membenarkan duduknya.


Aleska terlonjat kaget mendegar ucapan Kenan.


"Isss ngagetin aja si, emzz anu itu emmzz... " Gumam Aleska malu


"Aem aem apa sih, ngomong yang benar kan bisa." Ucap Kenan kesal.


"Aku mau pipis pak tapi gak ada tempat, udah gitu gelap lagi. " Gumam Aleska.


Kenan terkekeh mendegar penuturan Aleska yang sed menahan hajat buang airnya.


"Tempat bayak kali noh dibawa pohon atau kalau gak ya disungai. " Gumam Kenan asal.


Aleska mengerucutkan bibir nya kesal dengan jawaban yang diberikan oleh Kenan sama sekali tidak membantu dirinya.

__ADS_1


"Malu lah nanti ada orang ngintip gimana. " Gumam Aleska.


"Ya sudah ayo saya antar saja, di bawah pohon itu saja cepat. " Ucap Kenan sembari berdiri dan berjalan didepan Aleska.


Aleska yang tidak mempunyai pilihan lain akhirnya mengikuti Kenan yang berjalan menjadi tenda mereka, kemudian Aleska segera menuntaskan buang air kecil nya ditemani oleh Kenan.


"Ahhh lega sekali rasa... " Gumam Aleska.


Kenan yang berdiri membelakangi Aleska kemudian menatap gadis itu dengan tatapan aneh melihat Aleska yang sedang tersenyum.


"Kesambet penunggang pohon ente neng? " Ucap Kenan menghardik Aleska.


"Auh ah gelap. " Balas Aleska kesal kemudian berjalan didepan Kenan.


"Kayak tahu jalan aja nih bocah... " Gumam Kenan.


Aleska yang bingung kemudian berhenti dan bertanya pada Kenan dibelakang nya,namun Aleska tidak mendapat jawaban kemudian berbalik dan terkejut saad tak menemukan Kenan dibelakang nya.


"Loh pak Kenan, pak Kenan.... " Teriak Aleska mulai takut.


Suasana tengah malam itu sangat lah mencengkam ditambah pepohonan yang salah bergoyang-goyang mengikuti angin yang berhembus.


Dibalik pohon seorang pria sedang tersenyum jahil melihat seorang gadis sedang ketakutan ditengah hutan, dia tak lain adalah Kenan yang sedang bersembunyi dari Aleska.

__ADS_1


"Suruh siapa sok tahu, emang enak gue kerjain. " Gumam Kenan.


Aleska semakin panik karena suara burung hantu yang saling bersahutan, Aleska mengeluarkan air mata saking takut dirinya sendirian.


"Pak Kenan gak lucu ah, pak Kenan.... " Pelik Aleska menangis.


Kenan yang melihat Aleska yang menangis kemudian tertawa terbahak bahak melihat gadis itu sangat ketakutan.


Aleska yang mendegar suara kenan dibalik pohon kemudian berlari ke arah nya dan memeluk dirinya dengan sangat erat, dan menangis.


"Akut takut jangan tinggalkan aku sendiri pak Kenan. " Ucap Aleska.


Kenan merasa bersalah telah membuat gadis itu menangis sampai ketakutan, tubuh nya benar-benar bergetar hebat dan keringat dingin membasahi tubuh mungil Aleska.


"Maaf Aleska saya tidak bermaksud meninggalkan mu. " Gumam Kenan sembari mengelus pundak Aleska.


Aleska kemudian dengan sebal menendang kaki Kenan dengan kencang dan membuat sang empu menjerit kesakitan, Aleska menghapus air matanya kasar karena dirinya sudah di tipu lagi oleh guru menyebalkan itu.


"Rasakan emang enak, dasar guru gak berani faedah. " Teriak Aleska sembari menatap Kenan dengan kemenangan.


Akhirnya mereka berjalan pulang ke tenda dengan Kenan yang berjalan agak tertatih-tatih karena tulang kering nya di tendang oleh Aleska, sepanjang jalan Kenan terus menyumpahi Aleska yang sudah tidak sopan terhadap dirinya.


Kejadian malam itu pun tidak seorang pun yang tahu,karena mereka semua masih berkelana di alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2