
Aleska baru saja tertidur selamat 2 jam saat selesai melakukan penanganan untuk wanita yang akan melahirkan itu, dirinya samapai di apartemen pada pukul 5 pagi dan baru terbangun pukul 7 pagi itu saja karena panggilan masuk di ponselnya.
Dengan malas dan rasa ngantuk yang tidak bisa ditahan Aleska mengangkat panggilan itu dengan suara yang serak.
"Hallo selamat pagi dengan Dokter Aleska disini. " Ucap Aleska.
"Halo selamat pagi Dokter cantik, bisakah kau membuka pintu untuk ku.. " Ucap seorang pria di sebrang telepon.
Aleska melihat nama yang tertera di ponselnya, Aleska membelak kaget saat tahu yang menelpon adalah Arjuna, dengan buru buru Aleska berdiri dan mengikat rambutnya asal.
Bergegas membuka pintu Apartemen dengan keadaan yang belum rapi, Aleska terkejut saat Arjuna datang dengan bunga mawar ditangan nya dan juga sebuah makan.
"Selamat pagi buk Dokter Aleska? " Sapa Arjuna.
"Astaga Arjuna kau ini.. Aku sampai terkejut, ayo masuk lah ku akan mandi. " Sahut Aleska menerima bingkisan dan juga bunga dari Arjuna.
"Tumben jam segini masih tidur? Kau juga kenapa tidak memberi tahu aku jika kau akan kembali haaa.. " Ucap Arjuna.
"Kejutan saja... Aku mandi dulu tunggu lah sebentar. " Ucap Aleska meninggalkan Arjuna diruang tamu.
Aleska bergegas masuk kedalam kamar mandinya dan melakukan rutinitas paginya membersihkan diri, sedangkan Arjuna memindahkan bubur ayam yang dia bawa ke dalam piring.
"Apa dia sudah mulai bekerja tidak biasanya dia bangun kesiangan, matanya juga terlihat sangat lelah. " Gumam Arjuna.
Setelah beberapa saat Aleska keluar dari kamarnya dengan setelah celana Putih dan juga kaos hitam ditambah dengan jas putih kedokteran nya menambah penampilan nya menjadi lebih sempurna.
"Ada kenapa kau menatap ku seperti itu.." Sahut Aleska duduk di meja makan.
"Kau sangat cantik saat memakai jas kebesaran mu itu sempurna. " Sahut Arjuna.
"Benarkah Terima kasih.. " Balas Aleska.
Mereka sarapan dengan tenang tanpa ada pembicaraan samapai makanan itu habis tak tersisa.
"Apa kau semalam lebur Aleska matamu samapai terlihat sangat letih? " Ucap Arjuna menyidik.
"Iyaa ada pasien darurat yang membuat kan ku, jadi jam 12 aku langsung pergi ke rumah sakit. " Balas Aleska.
"Kenapa kau tidak menghubungiku, aku kan bisa menemanimu. " Celetuk Arjuna.
"Sudah lah Arjuna aku tidak apa , oh iya aku harus ke rumah sakit karena pasien semalam masih membutuhkan ku.. Maaf. " Ucap Aleska yang merasa bersalah saad melihat Arjuna.
"Ya ya ya baiklah, lagi pula aku juga harus pergi karena ada meeting dengan karyawan baru. Ya sudah aku pergi jaga dirimu baik baik. " Ucap Arjuna mencium pipi Aleska.
"Hati hati Arjuna, nanti jika ada waktu aku akan menghubungi mu. " Balas Aleska.
__ADS_1
Arjuna terkekeh menatap Aleska sejenak kemudian pergi dan menghilang dari pandangan Aleska, Aleska bersiap siap untuk kembali ke rumah sakit lagi.
"Astaga sudah jam 8 aku harus buru buru, masih banyak yang harus aku lakukan astaga teledor sekali aku ini. " Ucap Aleska menyambar tas dan kunci mobilnya.
Aleska keluar mengunakan lift karena apartemen dirinya berada di lantai 4 apartemen itu, saat berada didalam lift seorang anak perempuan menyapa Aleska dengan riang.
"Mami lihatlah ada tante dokter cantik.. " Peliknya pada ibunya.
Aleska tersenyum memandang anak perempuan itu yang terlihat senang saat melihat dirinya dengan jas dokter.
"Halo sayang siapa nama mu? " Ucap Aleska.
"Aduh maaf bukan dokter, anak saya ini memenag nakal. " Ucap Ibu anak itu.
"Aku Vanila tante dokter,nanti aku akan menjadi dokter juga seperti tante dokter. " Gumam nya.
"Gak apa buk, anak ibu ini sangat pintar ajarkan bayak hal padanya suatu hari nanti dia pasti bisa menjadi dokter yang terkenal. " Ucap Aleska.
Ting
Bunyi pintu lift terbuka, Aleska menatap anak perempuan itu dengan senyuman manis kemudian pergi menuju mobilnya. Hari ini dia akan melakukan imunisasi pada ibu dan bayi yang semalam dia tolong.
Ponsel Aleska terus saja berbunyi sejak tadi, panggilan masuk dari suster Anggun mengganggu konsentrasi nya.
"Haloo suster saya sedang dalam perjalanan sekarang, tunggu sampai 15 menit lagi saya samapai ok. " Ucap Aleska.
"Astaga Sus saya kira ada apa, ya sudah saya hampir sampai. " Ucap Aleska mematikan ponselnya.
Aleska sudah sampai di perkarangan megah rumah sakit yang cukup terkenal di Jakarta itu, dia keluar dari dalam mobil. Beberapa suster yang melihat Aleska kemudian menyapa dirinya.
Aleska bergegas menaiki lift untuk menuju ruang VIP milik Debiola dan bayinya, Aleska menyapa beberapa dokter dan juga suster di Koridor ruangan VIP yang nampak ramai.
Aleska masuk kedalam ruangan Debiola dengan senyuman yang lebar.
"Selamat pagi ibu Debiola dan bayi mungil nya. " Sapa Aleska mendekati Debiola tanpa melihat seseorang yang sedang duduk di sofa ruangan itu.
"Selamat pagi Dokter Aleska. " Balas Debiola.
Sedangkan seorang pria sedang memandang Aleska dengan terkejut, dirinya tidak menyangka jika akan bertemu lagi dengan Aleska yang kini sudah menjadi seorang dokter yang sangat terkenal.
Pria yang kini nampak semakin dewasa itu terpaku dan membisu, ada ketakutan dan juga kerinduan di mat hitam nya.
"Aleska... " Batin Kenan.
Pria itu tak lain adalah Kenan Wiljons sahabat sekaligus orang yang sangat Aleska cintai samapai sekarang, dia kini kembali ke Indonesia karena wanita bernama Debiola adalah istrinya dan orang tuanya berada di Indonesia.
__ADS_1
Kenan menikah dengan Debiola saat bertemu dengan gadis itu di Jepang, paras cantik nya membuat Kenan terpesona kelembutan tutur katanya juga sangat menyejukkan hati.
Karena sesuatu terjadi membuat Kenan harus menikah dengan Debiola namun dihati Kenan hanya ada Aleska walaupun, dirinya tidak mengatakan dan tidak menunjukkan hal itu pada Debiola.
Aleska terdiam saat Kenan memanggil namanya, Aleska merasakan kehadiran Kenan di sisinya. namun Aleska menepis semua itu karena tidak mungkin Kenan berada di Indonesia dengan kebencian yang dia tujukan.
"Saya suntik dulunya ya buk. " Gumam Aleska.
"Dokter suami saya ingin bertemu dengan anda, dia ingin berterima kasih karena dokter membantu saya dijam bukan praktek dokter. " Ucap Debiola.
"Karena saya dokter jadi harus profesional,lalu suami anda dimana ibu Debiola? " Ucap Aleska.
"Suami saya ada dibelakang dokter. " Gumam Debiola.
Aleska tersenyum dan berbalik menatap seorang pria yang sangat dia rindukan selama 10 tahun lamanya, dia berdiri berhadapan dengan Aleska yang mematung dan tidak percaya.
Aleska menjatuhkan semua isi nampan obat obattan itu ke lantai samapai membunyikan suara yang sangat berisik, Aleska terkejut kemudian membereskan semua kekacauan itu.
"Dokter Aleska tidak apa apa kan? " Tanya Debiola.
Aleska tersenyum memandang Debiola semabri kebersihan semua obat yang terjatuh karena Keterkejutan dirinya saat melihat Kenan.
"Dokter ada apa, kenpa semua berantakan? " Tanya suster Anggun saat masuk kedalam ruangan.
"Tidak apa Sus, semua sudah saya berikan suntik kan nanti tinggi kita periksa kembali jika ada yang tidakbaik pada pasien dan bayinya. "Ucap Aleska.
Kenan menatap gadis itu dengan tatapan kerinduan namun dia menutupi semua itu dengan tatapan dingin dan juga sinis nya.
" Saya permisi dulu buk Debiola, masih ada yang harus saya kerjaan. "Ucap Aleska.
Tak terasa air matanya mengalir begitu saja, dan Kenan tahu itu hatinya ikut sakit saat tahu Aleska menangis.
" Dokter suami saya.. "Ucap Debiola terputus.
Debiola menatap Aleska yang sudah hilang dipandang dia merasa aneh saat Aleska tiba-tiba pergi mengetahui Kenan berada di belakang nya.
" Heyyy aapa semua baik baik saja, aku minta maaf karena aku terlambat datang. "Ucap Kenan.
" Gak papa lagi pula aku dan anak kita selamat kan, semua ini karena dokter itu. Kamu belum berterima kasih padanya tapi tiba-tiba dia pergi begitu saja kan aneh. "Ucap Debiola.
" Pasien nya bukan hanya dirimu. "Ucap Kenan singkat.
" Buk pak apa bayinya sudah bisa diberikan nama, kami ingin memberi identitas padanya. "Ucap Anggun.
__ADS_1
" Iyaa sudah kamu siapa kan, namanya Bintang Arzkha Wiljons. "Ucap Kenan.
" Baiklah pak saya permisi dulu. "Ucap Anggun dan dibalas dengan anggukkan kepala oleh Kenan.