
Aleska terbangun karena sinar matahari namapak mengintip nya di balik hordeng yang di sibakan oleh Anin membuat dirinya menguap dan menatap gadis itu.
"Selamat pagi mbk Aleska?Apa tidur mu nyenyak.."Ucap Anin dengan senyuman manis.
"Lumayan jam berapa sekarang,apa sarapan sudah siap?"Gumam Aleska menyibakan selimutnya.
"Sudah siap mbk sudah pukul 7.30 pagi,bukan kah mbk Aleska mau ke rumah sakit?" Ucap Anin mengingatkan Aleska.
"Iyaa aku akan mandi lalu bersiap."Ucap Aleska meninggalkan Anin yang sedang membersihkan kamarnya.
Setelah cukup lama Aleska turun ke lantai bawah untuk sarapan dan sekedar menanyai keadaan Arjuna yang mungkin sudah pergi sedari tadik,Aleska mengenakan celana jeans hitam di padu kan dengan kaos putih yang membuat penampilanya begitu casual.
"Ayo sarapan Anin.."Ucap Aleska meminum susu coklat kesukaanya.
"Haaa apa mbk tidak aku sarapan di belakang saja,mbk Aleska sarapan saja."Balas Anin sungkan.
"Duduk dan ikut makan bersama ku sekarang tanpa penolakan."Ucap Aleska.
__ADS_1
Anin nampak takut saat Aleska berkata dengan penuh penekanan dan akhirnya membuat dirinya duduk dan sarapan bersama Aleska,Aleska namapak bermain ponsel semabari makan.
"Kenapa dia tidak menghubungiku.."Gumam Aleska kesal.
"Mbk tadik malam pak Arjuna datang kemari pada tengah malam dan bertemu mbk Aleska dikamar,mungkin dia tidak menghubungi mbk Aleska karena sudah berangkat dan tidak sempat."Balas Anin melihat majikanya namapak kesal.
"Benarkah kenapa tidak membangunkan ku,ah sudah lah aku ke rumah sakit dulu jangan buka pintu untuk orang yang tidak dikenal jaga rumah baik baik aku pergi dulu."Ucap Aleska berjalan pergi dari meninggalkan Anin.
Hari ini hari pertama Aleska kembali sebagi dokter dirumah sakit milik orang tua nya langlahnya terasa berat saat mengingat kejadian kejadian yang sudah berlalu,tapi dia harus bisa karena ini permintan mendiang ibunya Diana yang ingin Aleska meneruskan kehidupan keDokteran keluarga nya.
Kenangan kenangan itu melintas ruas dalam ingtan Aleska dimana dia sangat membenci Kenan dulu waktu dirinya tidak mengetahui bahwa dia adalah cinta pertama nya,namun bayangan kesedihan Arjuna tiba tiba datang menghampiri nya dan membuat Aleska kembali dari kenangan lama nya.
"Kenapa aku terus memikirkan mu Kenan,kenapa bukan Arjuna yang hadir di setiap ingatan ku kenapa harus kamu."Gumam Aleska.
Alesk menepi kan mobil nya pada parkiran rumah sakit menyambar tas dan juga jas putih kebangaan nya itu kemudian melangkah masuk kedalam,suasan rumah sakit cukup lengang hari itu.
Beberapa perawat dan Dokter menyapa Aleska yang sudah lama rehat dari rumah sakit,Aleska menyapa mereka dengan sopan kemudian berjalan masuk kedalam ruangan milik mendiang Dokter Diana.
__ADS_1
Didepan pintu itu masih tertera nama Dokter Diana dan didalam ruangan pun sangat bersih karena masih dirawat dengan baik oleh para suster dan Dokter,Aleska menatap foto dirinya dan sang ibu yang namapak bahagia.
"Aku kembali bun dan aku berjanji aku akan membuat bunda bangga dan tersenyum menatap ku dari rumah baru bunda."Ucap Aleska.
Didalam ruangan itu namapak masih sama dengan sofa dan rak buku yang di penuhi oleh berbagai buku pengetahuan dan juga catatan kedokteran milik Dokter Diana,semua data pasien di rumah sakit itu masih berada diatas meja milik Diana.
TOK TOK TOK
Suara ketukan pintu membuat Aleska segera menghapus air matanya dan mempersilkan sang tamu untuk masuk.
"Dokter Aleska apa kabar?"Ucap Dokter Stevani
"Aku baik Dokter Setevani,terima kasih sudah menjaga rumah sakit ini dengan cukup baik.."Gumam Aleska.
"Yaaaa iyaa iyaaa tapi sekarang rumah sakit ini menjadi tangung jawab kamu dan bayak pasien yang harus kamu tangani,semua chatan pasien sudah di perbarui jadi selamat bekerja."Ucap Stevani ramah.
Aleska hanya tersenyum kemudian membiarkan Stevani meninggalkan dirinya sendiri didalam ruangan ibunya,Aleska duduk disana sembari mengecek beberap berkas rumah sakit dan data data dari pasien yang akan menjadi tangguanya.
__ADS_1