
Arjuna menatap dua orang wanita yang sangat dia cintai sedang bercanda gurau dengan bahagia, itulah kenpa dia begitu mencintai Aleska karena gadis itu bisa langsung akrab dan bertindak baik pada orang tua nya satu satunya itu.
Arjuna berjalan mendekati mereka dengan celana jeans hitam dan kaos pendek berwarna putih senada dengan sepatu sport yang kini dia kenakan, Aleska menatap Arjuna dengan senyum.
"Andai wanita yang kamu pilih bukan aku Arjuna sudah bisa dipastikan dia wanita yang sangat beruntung memiliki laki-laki yang sangat mencintai dirinya melebihi segalanya. "Batin Aleska.
"Jadi kalian mau kemana sayang? "Ucap Liea memecah kan lamunan Aleska.
"Jalan jalan membuang sesuatu yang harusnya dibuang tidak untuk diinginkan. "Gumam Arjuna.
"Ya sudah pergi lah mama berharap kalian akan selalu baik baik saja seperti ini nak, love you. "Ucap Liea terharu.
Aleska menatap Liea dengan tatapan sendu hatinya begitu hancur saat dua orang yang dia sayangi dan hormati berharap penuh pada dirinya yang sama sekali tidak pantas untuk di harapkan.
Arjuna berpamitan pada Liea dan me gandeng tangannya untuk pergi menaiki mobil Arjuna, walapun kejadian kemarin masih begitu membekas dihati dan pikiran Arjuna tapi dia berusaha untuk tidak membuat Aleska berpikir dia telah menyakiti dirinya.
Sepanjang jalaan mereka namapak baik baik saja saling bertukar canda dan tawa kehangatan seperti dulu tak ada kecanggungan yang mereka rasakan semua nampak begitu biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu diantara mereka.
Arjuna membawa Aleska kesebuah taman hiburan di pusat kota sekedar untuk menikmati waktu bersama, Aleska begitu bahagia saat Arjuna membawa nya datang ke wahana permainan itu. Suasana disana nampak begitu ramai dengan banyak nya pengujung yang berebut untuk naik wahana.
"Arjuna terima kasih untuk setiap kebahagiaan yang sudah kamu lakukan untuk ku, aku sangat bahagia dengan semunya. "Pekik Aleska.
"Untuk hiburan kita, ayo masuk kita coba beberapa wahana di sini pasti menyenangkan. "Ajak Arjuna semangat.
Mereka masuk kedalam dengan senyuman lebar dan kebahagiana disisi lain seorang wanita sedang menatap mereka dengan tatapan tidak suka,dia yang selalu berpikir buruk pada Aleska.
"Dasar wanita murah wanita pengoda,akan aku buat kau menyesal telah merusak kebahagiaan ku dan kehidupan ku."Gumam Debiola dengan tatapan sengit.
__ADS_1
"Sedang apa kau disini ayo Naomi sudah menunggu kita untuk melihat beberapa wahana."Ucap Kenan saat melihat Debiola termenung.
Debiola mengikuti Kenan yang masuk kedalam sebuah wahana kincir angin bersama dengan Naomi adik perempuannya,dalam wahana tujuan matanya tak henti tertuju pada Aleska yang namapak sangat bahagaia itu saat mencoba beberapa permaian bersama Arjuna.
"Lihat aku bisa kan.."Ucap Aleska saat panah nya mengenai sasaran permainan.
"Yaaa kau menang nikmatilah kemenagkan mu itu setelah ini giliran ku."Gumam Arjuna.
Aleska tertawa menatap Arjuna yang nampak sangat kesal dengan kekalahanya itu Aleska menerima boneka kelinci dari penjaga permainan itu dengan senang.Hari sudah mulai beranjak senja dan para pengunjung pun mulai makin bayak yang berdatangan bersama keluarga dan juga kekasih.
Aleska dan Arjuna berjalan mengelilingi setiap wahana yang ada didalam taman itu,Aleska dan Arjuna melupakan sejenak permasalahan yang terjadi pada mereka.Dari kejahuan Kenan menangkap mata hitam Aleska yang nampak sedang bercanda gurau dengan Arjuna.
Matanya nampak kerinduan yang sangat mendalaam diatas komedi putar bersama Debiola dan juga Naomi,Naomi sadar saat kakak sedang memperhatikan Aleska dari kejauahan.
"Andai kak Kenan mendegarkan kata hatimu kak,mungkin tidak sesakit seperti saat ini."Batin Naomi.
"Dasar wanita murahan masih saja ingin membuat kehancuran pada rumah tangga ku dasar..."Batin Debiola dengan kebencian .
"Kenan berhenti menatap wanita murahan itu."Ucap Debiola.
"Maksut kamu apa sih,aku tidak mengerti dengar Debiola tujuan kita kesini untuk mencari hiburan ok."Balas Kenan yang namapak mulai kesal dengan tingkah Debiola.
Debiola yang sudah sangat cemburu dan kesal saat menatap Aleska belum lagi mendegar ucapan Kenan yang dingin padanya membuat akal sehat nya hilang,dengan marah dia berjalan kearah Aleska yang sedang bercanda dengan makanaya dengan Arjuna.
"Dengar itu tidak lucu.."Pekik Aleska.
"Lucu lah masak kayal anak kecil aja naik kuda kudaan ha ha ha.."Gelak tawa keduanya namapak sangat membuat orang sekeliling mereka iri dengan kedekatan keduanya.
__ADS_1
Dengan langakah cepat Debiloa mendekati Aleska dengan marah,sedangkan Kenan dan Naomi nampak terkejut dengan apa yang sedang dilakukan Debiola mereka berdua mengikuti langkah cepat Debiola sebelum dia membuat keributan.
"Dasar wanita pengoda..."Pekik Debiola semabri menarik rambut panjang Aleska.
"Awwwww...."Pekik Aleska hingga terjerungkap jatuh ke tanah sembari menahan pedih dirambutnya yang ditarik kasar oleh Debiola.
"Apa yang kau lakukan.."Pekik Arjuna berusaha melepaskan tangan Debiola yang mencengkaram erat rambut Aleska.
"Wanita seperti dia kau pertahan kan apa lebihnya dia..."Pekik Debiola.
Dengan kasar Kenan melepaskan tangan Debilola pada rambut Aleska hingga membaut nya hampir saja terjatuh,kejadian itu membuat mereka menjadi pusat perhatian semua pengunjung.
"Apa kau sudah gila kau melukai nya Debiola."Teriak Kenan marah.
Arjuna membantu Aleska berdiri nampak kepala nya sedikit mengeluarkan darah karena cengkraman keras dari Debiola.
"Kau membela wanita ini dia sudah membuat anak kita meninggal dan dia sudah berusaha merebut mu dari ku..."Ucap Debiola.
"Asyka meninggal karena komplikasi Debiola bukan karena Aleska dan aku tidak pernah tegoda olehnya."Pekik Kenan marah.
"Ayo Aleska kita pergi percuma jika kita meladeni keluarga seprti mereka tidak ada untungnya,ayooo..."Gumam Arjuna mengajak Aleska pergi.
Naomi menatap Arjuna yang begitu peduli pada Aleska membuat hatinya begitu sakit hampir 6 tahun dia menyimpan rasa pada Arjuna tanpa dia ketahui dan sekarang dia melihat kemesran mereka secara langsung semakin membuat hatinya terluka.
"Tidak kau mau kemana wanita pengoda urusan kita belum selesai,lepaskan aku Kenan bair aku buat perhitungan pada ****** itu."Pekik Debiola berusaha meelpaskan diri dari cengkraman tangan Kenan yang kuat.
Aleska berjalan beriringan dengan Arjuna rasa sakit pada kepala dan hatinya mebuat dirinya engan untuk berucap sepatah kata pun,belum lagi saat matanya bertatapan pada Kenan lukanya semakin terasa sakit.
__ADS_1
"Aku minta maaf Aleska aku melukai mu..."Batin Kenan.
Terlalu bayak rasa sakit yang terjadi di wahana itu luka yang tak kunjung sembuh dan luka baru yang mulai digores.