
"Aku berharap kamu hadir disini Aleska.. " Batin Kenan menatap tubuh adiknya yang mulai tertutup tanah.
Pagi itu jenazah Naomi segera dimakamkan agar Kenan bisa menerima kenyataan bahwa adiknya sudah meninggal kan nya sekarang.
"Sabar pak Kenan, semoga adikmu bisa tenang disana. " Ucap rekan kerja Kenan.
"Iyaa yang sabar jangan terus terusan meratapi sesuatu yang sudah pergi nak Kenan. " Ucap seorang wanita paru bayu.
"Terima pak Rio dan bu Vika. " Ucap Kenan bersalaman dengan senyuman tipis.
"Kami pergi dulu, selamat pagi. " Ucap pak Rio menepuk pundak Kenan.
Nampak semua orang yang hadir di pemakaman itu kini mulai meninggalkan Kenan bersama Sandra yang nampak masih terdiam menatap pemakaman yang masih basah itu.
Kenan terduduk memegangi batu nisan milik Naomi memegang nya dengan erat berat, Sandra menyentuh tangan Kenan yang terasa begitu dingin.
"Kenan ayo kita pulang, Naomi akan sedih jika terus terusan kamu tangisi.. " Gumam Sandra lembut.
"Pulang lah Sandra, aku akan disini dulu sementara. " Ucap Kenan lirih.
__ADS_1
"Kenan aku.. " Ucap Sandra terputus.
"Aku ingin sendiri Sandra tinggal kan aku. " Ucap Kenan dengan nada keras.
Sandra nampak cemberut saat mendegar nada keras Kenan yang ingin dirinya pergi, dengan kesal Sandra meninggalkan Kenan sendiri tanpa sepata kata.
Aleska berjalan perlahan bersembunyi di balik pohon kamboja besar di pemakaman itu, menatap Kenan yang masih duduk diam menatap makam adiknya.
"Apa aku harus kesana? " Gumam Aleska.
Nampak Sandra yang meninggalkan Kenan sendiri disana menuju mobilnya lalu pergi berlalu, Aleska melangkah perlahan mendekati Kenan yang nampak diam.
Kenan seketika menghadapi kebelakang nya dan menatap gadis yang dia harapan kan datang pada akhirnya berada dihadapan nya, Kenan berdiri menatap Aleska tak percaya jika gadis itu benar-benar datang.
"Aleska? " Ucap Kenan mendekati Aleska.
"Aku tidak menyangka jika kamu akan datang, aku merindukan mu Aleska... " Ucap Kenan langsung memeluk Aleska.
Aleska diam tak membalas pelukan dan ucapan Kenan, dia juga merindukan dirinya namun dalam lubuk hatinya dia masih mengingat dalam Arjuna yang juga pergi meninggalkan dirinya.
__ADS_1
"Maaf aku memeluk mu.. " Ucap Kenan.
"Aku datang kesini hanya ingin mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Naomi, aku harap kamu bisa ikhlas menerima kepergian nya. " Ucap Aleska.
"Terima kasih kamu sudi datang ke peristirahatan adiku, aku juga berharap kamu bisa melupakan tunangan mu Aleska. " Seru Kenan menatap Aleska.
"Aku pergi. " Ucap Aleska singkat beranjak pergi berlalu.
"Aleska.. " Pekik Kenan saat gadis itu berlalu dari hadapan nya.
Aleska nampak berhenti saat Kenan memanggil dirinya.
"Aku siap menggantikan posisi Arjuna dalam hidup mu, sama seperti yang kamu bilang bahwa aku harus mengiklaskan Naomi dan itu juga berlalu untuk mu. Aku harap kamu bisa melupakan Arjuna dan kembali padaku. " Timpal Kenan.
"Sulit melupakan Arjuna Kenan, kamu tahu perjuangan nya mendapatkan ku tidak lah sebentar.. " Ucap Aleska berbalik memandang Kenan.
"Aku tahu tapi kalian memang tidak di takdir bersama Aleska, lantas dengan pergi nya Arjuna dalam kehidupan mu apa kamu juga akan sendiri menghadapi waktu mu sendiri? " Ucap Kenan.
Aleska hanya diam kemudian pergi berlalu meninggalkan Kenan yang menatapnya sedih, Aleska menghapus air matanya mengingat ucapan Kenan yang begitu nyata.
__ADS_1
"Aku juga ingin melupakan semua itu Kenan, tapi semua ucapan mu tidak lah semua itu. Aku begitu merasa bersalah akan kepergian Arjuna dan mama Rieta begitu berharap aku bersama dengan putra nya. " Batin Aleska masuk kedalam mobilnya nya meninggalkan area pemakaman.