
Sejak kejadian tempo hari saat Bara mengatakan perasaannya pada Aleska kembali membuat wanita itu sedikit menghindari, bahkan setiap kali pria itu menghubungi dirinya selalu menolak.
Aleska menatap rembulan yang bersinar begitu indah di langit menikmati kesendirian nya yang selalu menemani, getaran ponselnya membuat Aleska beranjak dari posisinya mendekati meja kecil disampaikan tempat tidur nya.
"Bara.. " Gumam Aleska ragu harus bagaimana.
"Apa aku mengangkat nya atau tetap mendiamkan nya, ini sudah 5 hari sejak pertemuan terakhir itu. " Timpal Aleska.
Aleska menarik nafas nya kemudian menggankat panggilan ponsel dari Bara dan langsung di sapa dengan suara merdu pria itu.
"Selamat malam dokter cantik.. " Sapa Bara bahagia akhirnya Aleska mengangkat panggilannya.
"Selamat malam Bara, ada yang bisa aku bantu? " Ucap Aleska sembari duduk di depan balkon kamarnya.
"Tidak ada aku hanya merindukan mu, kenapa kamu menghindari ku Aleska? Apa karena aku meminta mu menerima ku dalam hidup mu?, Aku tidak memaksa jika kamu tidak ingin.. "
"Emz.. bukan bagitu Bara, aku hanya sedang sibuk dengan pasien dirumah sakit jadi aku belum sempat menerima panggilan dari mu.. " Kilat Aleska tidak ingin Bara salah paham.
"Ah iya kamu adalah seorang dokter yang sibuk, emmz Aleska apa boleh aku kerumah mu?"
"Kerumah ku? Untuk apa? "
"Yaaa tidak untuk apa apa, maksudnya aku hanya ingin bertandang saja kerumah mu memang nya tidak boleh? "
Aleska bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan Bara dia bingung bagaimana cara menolak nya tampa menyakiti hatinya.
__ADS_1
"Emmmzz apa sedang ingin istirahat saat ini Bara maaff, tapi lain kali aku akan mengundang mu datang kesini.. "
"Ah.. sayang sekalian seandainya kamu mengizinkan ku datang, kau tahu aku ada didepan gerbang rumah mu.. ha ha ha.. " Ucap Bara dengan kekehan nya.
Aleska terkejut mendengar ucapan Bara membuat nya berjalan berdiri dan menatap tajam dibalik sebrang gerbang besar rumah nya, dari kejauhan Aleska menatap seorang pria dengan motor besar miliknya.
"Apa kau serius Bara, kau ini selalu saja melakukan sesuatu sesuka hati nya.. " Ucap Aleska kesal mematikan ponselnya dan segera turun kebawa membuka kan gerbang untuk Bara.
Clek
Bara nampak menyunggingkan senyuman lebar pada Aleska yang kesal menatap nya datang tidak memberitahu dirinya dahulu.
"Dari mana kau tahu rumah ku ha.. dasar kau ini.. " Sungut Aleska membuka pintu gerbang agar Bara dapat masuk kedalam.
"Emang dasar niat kamu nih.. " Ucap Aleska.
"Ayo masuk aku sendiri dirumah kebetulan yang biasa berkerja di sini sedang cuti dan satpam pun lagi ada keperluan. " Ajak nya pada Bara agar masuk kedalam rumah.
"Itu bahaya Aleska jika ada orang jahat bagaimana? , sedangkan kamu sendiri dirumah.. " Ucap Bara duduk bersanding dengan Aleska.
"Kamu mau minum apa ku buatkan? "
"Suka suka kamu saja.. "
Aleska beranjak berdiri meninggalkan Bara yang tersenyum, Bara menatap setiap inci rumah Aleska yang didesain dengan begitu indah dan banyak poto poto Arjuna dan keluarga nya juga.
__ADS_1
"Jadi dia pemuda yang kurang beruntung mendapatkan mu Aleska, kau tahu Arjuna aku pun sama saja tidak beruntung dalam hal mendapatkan wanita itu. " Gumam Bara menatap poto Arjuna yang memeluk Aleska.
Disana juga masih ada foto masa kecil Aleska saat berada dirumah lamanya saat dia belum tahu jika ayahnya memiliki wanita lain, saat dirinya tidak tahu jika akan membenci sahabatnya itu.
"Bara.. " Seru Aleska saat menatap Bara sedang berdiri menatap panjangan foto di ruang tamu Aleska.
Bara terkejut dan berbalik menatap Aleska yang memegang dua botol air soda, Bara nampak tersenyum dan menatap botol soda itu kemudian menyambar nya.
"Terima kasih bu dokter.. " Gumam Nya.
"Jadi apa tujuan mu datang kemari? "
"Kau ini kenapa sih aku datang kemari yaaaa hanya ingin melihat mu, lagi pula kau menghindari ku sejak beberapa hari.. "
"Aku tidak menghindari darimu Bara, ah sudah lah.. " Gumam Aleska bingung harus menjawab ucapan Bara.
"Tidak perlu marah begitu lagi pula aku hanya merindukan mu Aleska, sejak pertemuan kita tempo hari aku terus memikirkan mu menghubungi pun tidak pernah ada balasan darimu.. " Ucap Bara menatap Aleska dalam.
"Aku tidak memaksa mu untuk menerima ku sekarang, tapi apa kah tidak ada harapan lagi untukku ha.. " Bara menggengam erat tangan Aleska.
"Bara aku tidak berpikir begitu tapi untuk saat ini sungguh aku benar-benar belum bisa membicarakan hal itu,kita jalani dulu semua ini jika memang kita ditakdirkan bersama maka kita akan bersama. " Ucap Aleska.
"Ok tapi kumohon jangan menghindari dari ku dan angkat telfon ku Aleska.. "
Aleska tersenyum menatap Bara rasa cinta itu tidak pernah pudar dari matanya tatapan rasa sayang dan harapan begitu terpancar di wajahnya.
__ADS_1