
"Apa kau pernah berpikir jika kita akan menikah? "Gumam Arjuna menatap Aleska dalam.
"Menikah adalah impian setiap wanita, kau tahu aku pun memiliki impian untuk menikah memiliki anak menjaga nya dan hidup bahagia. "Ucap Aleska.
"Dengan siapa? "Seru Arjuna.
"Tentu saja dengan... "Ucap Aleska terhenti saat bibirnya ingin mengucapkan nama Kenan.
Aleska terdiam dengan pikiranya yang terus saja tertuju pada Kenan dan kini hampir saja dia bicara pada Arjuna impian nya dulu bersama Kenan.
"KENAN.. "Seru Arjuna tersenyum kecut.
Dia tahu saat Aleska dengan semangat mengatakan impian nya itu dengan senyuman yang mengebang, dia tahu impian itu bukan bersama nya tapi bersama orang lain.
"Tidak bukan begitu maksut ku Arjuna, tentu saja semua impian itu untuk sama depan kita. "Kila Aleska pada Arjuna.
"Benarkah itu Aleska? Bukan kah itu impian mu dengan Kenan,aku tidak ingin memaksa mu untuk mencintai ku kau tahu jika kau bahagia aku pun bahagia Alekaa. Tak perlu kau bohongi dirimu sendiri untuk kebahagiaan orang lain."Cerca Arjuna memalingkan tatapan nya.
__ADS_1
"Dengar Arjuna aku tidak ingin membicarakan masalah Kenan, aku mohon.. "Ucap Aleska.
"Naomi memberi tahu jika Kenan berada dirumah sakit,Naomi ingin aku meninggalkan mu.."Seru Arjuna mengingat perkataan Naomi beberapa jam lalu.
"Untuk apa Naomi bicara seperti itu ini hidupku aku yang menentukan siapa yang akan bersamaku, bukan dia atau pun Kenan. "
"Percayalah aku berusaha untuk selalu mencintaimu mengingat mu dalam setiap hembusan nafasku, setiap kehidupan ku cuman kamu yang akan aku ingat. "Timbal Aleska mengengam erat tangan Arjuna dan memandang nya.
"Aku sangat mencintaimu Aleka, aku berharap kamu bisa menjadi ibu dari anak anakku menjadi belahan jiwaku dan akan selalu bersama ku sampai tua nanti. "Ucap Arjuna.
Mereka saling berpelukan debaran jantung Arjuna yang berdetak kencang terdengar jelas oleh pendegaran Aleska, dia tahu Arjuna begitu mencintainya hingga takut kehilangan dirinya dan menyakiti dirinya.
"Aleska jika kau benar benar tidak mencintai orang lain, MENIKAH LAH DENGAN KU. "Ucap Arjuna.
Aleska terdiam mendegar ucapan Arjuna yang ingin menikahi dirinya dia bingung harus menjawab apa, Arjuna memegang kedua pipi Aleska agar menatap matanya.
"Aku melamarmu Aleksa Putri Bayu.. "Ucap Arjuna.
__ADS_1
"Aku menerima lamaranmu Arjuna... "Balas Alesk dengan senyuman.
"Terima kasih. Aku mencintai mu.. "Ucap Arjuna mencium bibir Aleska dengan lembut.
Sejak menjalin hubungan dengan Alekaa Arjuna tidak pernah mencium gadis itu dia tahu bahwa Aleska tidak ingin dia terlalu dekat, mereka hanya berpelukan dan Arjuna hanya akan mencium pipi Aleska jika ingin.
Arjuna mengecap manis bibir merah muda di depannya dengan lembut, sedari dulu bibir ini yang sangat ingin dia rasakan. Bibir merah muda yang mengodanya selama 10 tahun lama nya dan kini bibir itu bisa dia miliki.
Aleska menikmati pangutan Arjuna yang begitu mendambakan itu, dia hanya pasra saat Arjuna mengecup nya lama dan bermain dengan bibirnya tanpa ingin menyudahi.
"Emmm stop Arjuna aku harus kembali kerumah sakit..."Ucap Aleska sedikit mendorong Arjuna agar dia menyudahi pangutanya itu.
"Aku terlalu bahagia bisa menyicipi bibir yang selama ini amat ingin aku miliki.. "Seru Arjuna mengelap bibir Aleska yang nampak memerah.
"Kau ini sudah aku harua bertemu dengan Dokter Niko untuk membahas tentang uji lab soal pasien Ayumna. "Ucap Aleska mengambil tas nya.
"Iyaa sampai jumpa, hati hati jangan terlalu fokus aku tidak ingin jika kau sampai jatuh sakit. "Ucap Arjuna.
__ADS_1
Aleska tersenyum dan pergi meninggalkan Arjuna yang masih bahagia karena Aleska mau dia cium dan semua bukti bahwa semua perkataan Naomi hanya omong kosong saja.
"Aku akan bicara pada mama tentang pernikahan itu..."Gumam Arjuna senang.