JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Dendam Mendalam


__ADS_3


Hari minggu di pagi hari Aleska begitu menyenangkan karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Kenan sahabat kecilnya, dia sudah tidak sabar menunggu hari itu.


"Huaaaa segera nyaa udara pagi ini. " Gumam Aleska sembari merentang tangannya.


Aleska sedang berjalan jalan di taman dulu dia tinggal komplek rumah Aleska dulu dengan rumah nya yang sekarang tidak begitu jauh hanya butuh 30 menit untuk sampai kesana.


Jam masih terlalu pagi untuk seseorang sibuk dihari minggu, Aleska hanya ingin mengenang masa kecilnya dulu sampai esok dia akan bertemu dengan Kenan yang sudah dewasa seperti dirinya.


Aleska duduk di sebuah ayauna yang masih terawat dengan bagus, matanya menatap seorang pria sedang memotret burung diatas pohon.


Pria itu berbalik dan Aleska langsung bisa mengenali pria itu, dia tak lain adalah Kenan atau Williams guru disekolah nya.


"Aku rasa rumah nya berada di sini, aku sering melihat nya berada disini. " Gumam Aleska kemudian mengalihkan pandangannya.


Kenan menatap Aleska heran karena dirinya akan menghasilkan waktu di taman itu sendiri, bahkan disore hari pun sesekali Aleska berada disana saad hujan pun dia tak langsung kembali ke rumah nya.


"Anak itu lagi padahal rumah nya cukup jauh dari taman ini tapi sering sekali kemari. " Gumam Kenan.


Kenan berjalan kearah Aleska lalu duduk di samping nya, menyibukkan dirinya dengan kamera yang dia bawa. Aleska hanya diam tanpa bertanya apa pun padanya.


Sesekali Kenan mengambil poto Aleska tanpa di ketahui oleh Aleska.


"Apa di kompleks perumahan mu takda taman? " Gumam Kenan.


"Suka suka saya pak Williams sendiri ngapain disini? " Ucap Aleska.


"Saya tinggal di sini, sejak kecil walaupun saya berada di Jepang beberapa saat. " Balas Kenan.


Aleska terkejut kenapa Kenan juga pernah pergi ke Jepang sama seperti sahabat nya dulu, belum lagi dirinya tinggal di kompleks lamanya.


"Apa anda sudah sejak lama disini, dulu aku juga tinggal disini. Tapi aku tidak pernah melihat pak Williams apa lagi kenal. " Gumam Aleska menatap Kenan.

__ADS_1


"Benarkah aku lahir di sini aku juga pernah mempunyai sahabat kecil, tapi entah dimana dia sekarang. " Gumam Kenan.


"Pak Williams kenal dengan Kenan? " Ucap Aleska.


Namun sebelum Kenan menjawab pertanyaan Aleska tiba tiba seorang gadis seusia Aleska datang dan mencarinya



wajahnya sangat mendominal Jepang itu nampak sangat cantik, walaupun dirinya dan Aleska mungkin sesusia namun gadis itu terlihat lebih dewasa dari Aleska.


"Ada apa.. " Ucap Kenan.


Gadis itu berbicara dengan bahasa Jepang yang tidak diketahui oleh Aleska, kemudian Kenan berpamitan dengan Aleska dan pergi bersama gadis Jepang itu.


"Apa gadis itu kekasih nya, dia begitu cantik dan dewasa. " Gumam Aleska berjalan pergi dari taman itu.


Sedangkan Kenan dan gadis itu kembali ke rumah.


"Kak papa sama mama berantem lagi, makanya aku cari kakak. " Gumam gadis itu.


"Dengar kita sudah tidak ada kecocokan lagi margareth. " Ucap Willi keras.


Margareth menangis mendegar penuturan suaminya yang sudah dia temanin selama 10 tahun pernikahan, namun kini pria itu meminta Margaret untuk melepaskan nya.


Kenan yang mendegar ucapan ayahnya menjadi sangat marah dan berteriak pada willi, memang sudah sekitar 4 tahun belakangan ini Willi sangat berubah pada keluarga nya.


"Pah jika wanita itu memang lebih dari segalanya, pergi lah mama akan jauh lebih bahagia sendiri. " Teriak Kenan marah.


"Kenan mama tidak mau berpisah dari papamu, kamu tahu papa adalah hidup mama nak. " Ucap Margareth.


"Pria yang mencintaimu tidak akan mau berhianat dengan wanita murahan ma... " Ucap Kenan.


Dengan marah Willi menampar putra kebangaan nya itu, Naomi begitu takut saat ayahnya marah belum lagi ibunya begitu sedih dengan semua ini.

__ADS_1


"Willi berani sekali kau menampar putra ku, jika kau ingin bersama wanita itu silakan lakukan semua yang ingin kau lakukan. " Teriak Margareth marah.


"Papa jahat sama mama dan kak Kenan ku benci papa. " Gumam Naomi saad willi melangkah pergi dari rumah itu.


Kenan dan Naomi memeluk Margaret untuk memenangkan dirinya, Kenan mengempalkan tangannya penuh dengan amarah.


"Akan ku hancurkan wanita itu sama seperti hancur nya keluarga ku dan ibuku. "Batin Kenan.


Aleska berjalan dengan santai sesekali dirinya menyapa beberapa tetangganya yang sedang bersantai diteras rumah nya.


" Pagi non Aleska dari mana saja non... "Tanya bik Jeni saat bertemu dengan Aleska di jalan.


" Jalan jalan pagi bik, bibik mau kemana? "Mau mojok yaaa sama pak Anton... " Ejek Aleska sembari tertawa.


"Apa sih non, gak lah bibik abis dari pasar kok. " Ucap bik Jeni malu malu.


"Halah bohong paling juga ke pasar sama mang Anton kan. " Ucap Aleska.


Aleska tertawa dan kembali ke rumah setelah puas mengejek asisten rumah tangga nya itu, Aleska segera masuk ke dalam kamarnya dan menjatuhkan diri diatas kasur empuk nya.


Bayangan gadis Jepang itu membuat pikiranya menjadi tidak tenang, Aleska masih saja kepikiran Kenan dan juga Williams.


"Kalau pak Williams sudah berada disana sejak lama, kenapa aku tidak pernah bertemu dengan nya. Mungkin Kenan dan pak Williams seumuran tapi... " Gumam Aleska gusar.


Aleska mengusap wajahnya kasar bingung dengan semua hal itu, tapi di tidak begitu ingin memikirkan nya karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Kenan masa kecilnya.


Aleska membayangkan bagaimana wajah Kenan saat dewasa dia pasti sangat tampan, Aleska menatap kalung pemberian Kenan sebelum dirinya pergi.


Tertulis nama Kenan dikalung itu, dulu Aleska pernah membuangnya karena marah Kenan tidak memberi tahu kepergian dirinya namun Aleska kembali mencari kalung itu dan menyimpannya kembali.


Aleska mendegar deru mobil masuk kedalam perkarangan rumah nya, terlihat Willi keluar dari mobil bersama ibunya. Aleska semakin bingung dengan kedua orang itu yang sangat nampak sedang kasmaran.


"Sebenarnya apa hubungannya bunda dengan om Willi kenapa mereka begitu akrab sedang om willi sudah punya istri. " Gumam Aleska.

__ADS_1


Diana menatap Aleska di atas balkon kamarnya kemudian melepaskan diri dari Willi, menatap Aleska dengan pandangan yang sulit diartikan.


Willi yang mengetahui keberadaan Aleska kemudian tersenyum pada gadis itu, Aleska semakin penasaran apa hubungan ibu dan ayah Kenan sebenarnya.


__ADS_2