JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Berpikir Positif


__ADS_3

"Kenapa perasaan ku menjadi kurang nyaman. " Batin Aleska yang terus saja menatap layar ponsel nya.


Mereka sudah berkendara lebih dari 5 jam mengunakan bis tidak banyak pembicaraan yang terdengar disana, beberapa dokter dan suster memilih tidur untuk menjadi menjaga kondisi tubuh mereka agar tetap fit.


Ada 30 orang dokter dan 10 orang perawat yang ikut serta dalam bis itu beberapa obat obatan dibawa mengunakan bis lain agar tidak rusak, Dokter Niko mendekati Aleska yang nampak memandang keluar sedari tadi.


"Suster Mala, bisa Anda pindah tempat duduk bersama dokter Cecil? " Ucap Dokter Niko menepuk pundak suster Mala.


Aleska menatap dokter Niko yang tersenyum padanya dan duduk disamping nya, Aleska nampak membenarkan duduknya agar lebih sopan.


"Kenapa? " Seru Dokter Niko.


"Emmh, kenapa apa yaa? " Ucap Aleska yang nampak bingung dengan pertanyaan dokter Niko.


"Kenapa kamu diam saja, apa ada yang mengganggu pikiran mu?.Sebentar lagi kita sampai jangan terlalu banyak melamun nanti kamu gak fokus melakukan tugas Aleska. " Ucap Dokter Niko tanpa berkata formal.

__ADS_1


"Iyaa aku hanya... Ah sudah lah tidak penting.. " Seru Aleska tersenyum.


"Bagaimana hubungan mu dengan Juna? " Tanya Dokter Niko.


"Kami akan segera melangsungkan pernikahan saat kembali dari tugasku, mungkin sekarang dia sedang bersama dengan ibunya. Harusnya aku yang menjemput tapi aku harus berada di sini bersama mu dan dokter lainnya. " Gumam Aleska.


"Wah benarkah, aku ikut bahagia mendegar semua itu. Semoga itu akhir dari penantian kalian selama ini yang pasti Juna pasti begitu bahagia saat kamu menerima nya. " Ucap Dokter Niko menyenggol bahu Aleska untuk mengoda gadis itu.


Aleska hanya terkekeh pelan takut mengganggu para dokter yang sedang istirahat, nampak dokter Niko memejamkan matanya. Aleska kembali menatap jalanan yang nampak kian sepi itu.


"Kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi, dia bilang dia akan menghubungi ku. " Batin Aleska sedikit khawatir.


"Tidak aku tidak bisa berpikir seperti itu, dia pasti sedang pergi atau dia sedang meeting.. Ah iyaa dia pasti meeting makanya ponselnya dimatikan. " Gumam Aleska pelan sembari bernafas lega saat pikiran pikiran positif menghampiri dirinya.


Aleska memasang Earphone mendegar musik santai hingga tak terasa di terlelap dengan nyenyak bersandar nyaman pada bahu dokter Niko yang masih terlelap, entah berapa lama dia tertidur namun suara bising membangun kan dirinya dari tidur nya.

__ADS_1


"Ihh mereka cocok loh sama sama dokter lagi, jadi iri deh.. " Ucap seorang dokter.


Aleska menatap mereka yang nampak mengerumuni dirinya dengan sorakan yang memekikkan telinga, Aleska nampak terkejut saat kepala sudah berada tepat didada Dokter Niko.


Segera mungkin gadis itu segera berdiri dan merapikan rambut nya yang berantakan, menatap mata dokter Niko yang nampak bingung seperti dirinya.


"Ada apa sih ramai sekali? " Ucap dokter Niko.


"Ciee dokter Niko lagi pendekatan ni? " Ucap seorang suster.


"Pendekatan apa? " Ucap Dokter Niko semakin bingung.


"Mohon maaf semua dokter dan suster kita sudah sampai di tempat pengungsian, jadi sialakan bawa barang barang kalian untuk masuk kedalam posko yang sudah disiapkan untuk relawan dan juga dokter. " Ucap seorang pria dengan pakaian TNI.


Mereka semua segera keluar membawa semua perlengkapan mereka untuk masuk kedalam posko mencari kamar mereka dan juga membuat kamar khusus untuk obat obatan, banyak diantara TNI dan Polisi yang membantu mereka.

__ADS_1


"Baik semua sudah kumpul, saya selaku pimpinan disini ingin berterima kasih karena kelian semua mau datang kemari dan menolong beberapa warga yang membutuhkan bantuan. Silakan beristirahat dahulu dan makan siang karena ini sudah waktunya makan siang. " Ucapnya.


Aleska dan rekan nya kemudian masuk kedalam membersihkan diri dan ikut makan siang bersama dengan para TNI dan Polisi yang berjaga disana.


__ADS_2