
Aleska membantu beberapa dokter lain membawa obat obatan untuk korban di tenda pengungsian, walaupun pikiran nya masih pada ponselnya yang masih tetap diam tanda bahwa tidak ada orang yang menghubungi nya.
"Eh dokter Aleska.. " Pekik seseorang mengagetkan Aleska hingga beberapa obat yang dia bawah terjatuh.
"Astaga.. " Pekik yang lain.
Aleska yang tersadar langsung segera mengambil kotak berisi obat obatan itu dan memasuki nya kembali dibantu oleh dokter relawan lainnya.
"Dokter Aleska kenapa sih? " Gumam Dokter Bunga membantu Aleska.
"Aku gak papa kok dok, maaf karena obat nya terjatuh untuk saja tidak rusak. " Gumam Aleska lirih.
"Dokter Aleska harusnya lebih hati hati jika obat obatan itu sampai rusak bagimana? " Bentak seorang dokter relawan bernama Neysha.
"Ya sudah lah dokter Nesya tidak usah marah marah deh, lagian cuman jatuh kok gak rusak jangan lebay. " Gumam Bunga menengahi.
"Bukan lebay dokter Bunga anda paham gak sih, obat obatan ini untuk mereka yang butuh kan jika samapai rusak lantas bagaimana haa.. " Ucap Nesya marah kemudian menatap Aleska dengan sinis.
"Tapi obat nya tidak rusak kan dokter, saya minta maaf saya kurang fokus dan menyebabkan semua ini saya.. " Ucap Aleska terhenti.
"Sudahlah dokter Aleska jika anda masih belum fokus dan banyak fikiran sebaiknya jangan disini anda bisa pulang ke Jakarta. " Ucapnya lantas pergi berlalu.
Aleska menghembuskan nafas kasar mendegar ucapan Dokter Nesya yang begitu kasar padanya, Aleska kemudian meletakkan obat itu pada meja ditenda.
__ADS_1
"Sudah lah jangan sedih, gak papa hal seperti itu sudah biasa. " Ucap Bunga menyemangati Aleska.
"Ada apa Aleska? " Ucap dokter Nike menatap Aleska yang nampak sedih.
"Biasa dokter Nesya tahu sendiri lah.. " Ucap Bunga.
Aleska hanya tersenyum singkat semabari merapikan obat obatan yang nampak masih terlihat sangat rapi.
"Ada apa Aleska? Tumben gak fokus apa ada yang kamu pikirkan? " Gumam dokter Nike.
"Aku hanya memikirkan Arjuna kenapa dia tidak ada kabar apapun, bahkan aku tidak bisa menghubungi dirinya. " Ucap Aleska.
"Loh bukanya dokter Aleska pacaran sama dokter Niko? " Ucap dokter Bunga bingung.
"Ooooh kirain kami kalian punya hubungan, emm maaf ya dokter Aleska sudah salah paham.. " Ucap Bunga dengan senyuman lebar.
"Gak papa dokter Bunga.. " Ucap Aleska.
"Sudah sebaiknya kamu hubungi lagi Arjuna biar pikiran kamu bisa fokus disini. " Gumam dokter Nike.
Aleska hanya mengganguk dan kembali kamarnya untuk menghubungi Arjuna dan juga beristirahat sejenak, beberapa polisi dan TNI menyapa Aleska dengan ramah.
"Kenapa dia tidak bisa dihubungi, kamu kemana Arjuna? " Gumam Aleska sembari merebahkan tubuh nya pada kasur empuk itu.
__ADS_1
"Sandra sebaiknya kamu kepost relawan dahulu aku akan bertemu dengan temanku dulu. " Ucap Kenan pada Sandra.
Sandra hanya tersenyum kemudian mengikuti seorang polwan untuk masuk kedalam kamarnya, Sandra akan berbagai kamar dengan dokter Bunga karena ruangan itu tidak lah begitu luas untuk memiliki kamar sendiri.
Kenan menghampiri seorang pria dengan seragam polisi yang begitu gagah telihat mata, nampak Kenan berpelukan cukup lama dengan nya.
"Kemana saja kamu Kenan sudah lama kita tidak bertemu? " Ucap polisi itu.
"Aku baru pulang singapura dan melanjutkan bisnis di jakarta sembari menjemput Naomi, tapi yaa malah seperti ini. " Ucap Kenan menatap kosong pepohonan rindang itu.
"Saya tahu kesedihan mu Kenan, percayalah Naomi akan segera bisa ditemukan, kami semua akan berusaha menyelamatkan setiap korban. " Ucap Polisi itu menepuk bahu Kenan.
"Apa kau teman lama ku Vero, kau nampak sangat berbeda tidak seperti 5 tahun lalu.. " Gumam Kenan terkekeh.
"Tentu saja aku akan berubah dengan berjalan nya waktu, tidak seperti mu masih bertahan dengan luka lama dan masa lalu? " Kekeh Vero pada teman lamanya itu.
"Terserah kau.. Kabari aku jika sudah ada kabar jika adiku sudah ditemukan, dia adalah keluarga ku satu satunya Vero.. " Ucap Kenan.
"Percayalah kami semua akan menemukan adikmu, istirahat esok pagi kita akan berangkat untuk mencari korban yang belum ketemu. " Ucap Vero.
Kenan tersenyum kemudian berlalu dari hadapan Vero dan masuk kedalam posko relawan masuk kedalam kamarnya sendiri yang sudah disiapkan, angin menerpa wajahnya mengingat akan Aleska yang berada begitu dekat dengan nya saat ini.
Hanya berbeda ruangan dua insan yang saling mencintai akan kembali bertemu dengan takdir Tuhan yang tidak mungkin mereka bisa hindari, sejauh mana pun mereka berusaha untuk berpisah jika Tuhan menakdirkan mereka bersama maka mereka akan bersama.
__ADS_1